Menu

Mode Gelap
Yayasan Nuraini Najamudin Raih Penghargaan The most Excellent Islamic Foundation 2022 dari CISA London

Nga-Bandung-An · 3 Agu 2021 09:39 WIB

3 Tradisi Unik di Bandung yang Kelestariannya Masih Terjaga


 Tradisi perang tomat. (Foto: net) Perbesar

Tradisi perang tomat. (Foto: net)

BANDUNG NEWS РPerkembangan zaman mengubah kehidupan masyarakat di segala lini. Imbasnya, banyak tradisi leluhur yang tidak berlanjut karena dianggap merepotkan, kuno, hingga lantaran tak sesuai dengan nilai-nilai yang dianut.

Meski teknologi sudah menjadi bagian dari keseharian masyarakat, beberapa tradisi unik masih dilestarikan di Bandung. Bahkan, kaum muda pun turut berpartisipasi dalam menjaga kekayaan budaya bangsa ini.

Apa saja 3 tradisi unik yang masih dilakukan di Bandung? Mari simak bersama.

Tradisi Perang Tomat

Warga Kampung Cikareumbi, Desa Cikidang, Lembang, Bandung Barat memperingati datangnya bulan Muharam dengan meriah. Mereka menggelar rangkaian acara sepanjang tiga hari berturut-turut.

Pada hari pertama dan kedua warga melakukan kegiatan ngaruat bumi dan pantun ruat. Baru pada hari ketiga, kegiatan rempug tarung adu tomat atau Perang Tomat dilakukan, sekaligus menjadi acara puncak rangkaian kegiatan tersebut.

Baca Juga:  8 Alasan Kenapa Kamu Pasti Betah Tinggal di Bandung

Tradisi ini berawal dari keengganan pedagang menjual tomat-tomat yang dihargai sangat murah akibat pasokan berlebih. Lalu, muncul ide untuk memanfaatkan tomat tersebut. Dua kelompok saling berhadapan dan bersiap dengan baju pangsi hitam, topeng, dan tameng dari anyaman bambu. Saat tanda dibunyikan, kedua kelompok saling melemparkan tomat ke arah lawan.

Filosofi perang tomat ini adalah sebagai ajang membuang sifat buruk dalam diri seseorang. Biasanya, perang tomat berlangsung selama 30 menit. Usai perang berakhir, warga yang tadi saling berlawanan berkumpul dan menari dengan iringan musik tradisional Sunda. Uniknya lagi, sisa-sisa tomat yang bertumpahan di jalan tidak dibiarkan begitu saja, tetapi dibersihkan dan dimanfaatkan kembali sebagai kompos.

Peringatan Wuku dan Mapag Taun Kampung Adat Cikondang

Bulan Muharam juga menjadi bulan istimewa bagi warga Kampung Adat Cikondang, Desa Lamajang, Pangalengan, Bandung. Tradisi peringatan Wuku dan Mapag Taun ini telah berlangsung selama empat abad.

Baca Juga:  Pesona Desa Ciburial, Objek Wisata Populer di Bandung Utara

Biasanya, warga mulai melakukan persiapan sejak tanggal 1-14 Muharam, seperti menumbuk beras dan memasak hidangan tradisional. Sehari jelang tanggal 15 Muharam, keturunan langsung leluhur Kampung Adat Cikondang akan membersihkan benda pusaka, seperti pisau, keris, dan tombak. Tepat pada tanggal 15 Muharam, upacara pemanjatan doa dan syukur kepada Allah SWT pun dilakukan.

Peringatan ini memang bertujuan untuk mengungkapkan rasa syukur kepada Allah SWT atas kenikmatan yang diperoleh selama satu tahun terakhir. Selain itu, tradisi ini juga menjadi waktu berkumpul keturunan Mama Sepuh atau warga adat. Belakangan, peringatan Wuku dan Mapag Taun juga menarik minat wisatawan untuk berkunjung ke Kampung Adat Cikondang.

Baca Juga:  Boemi Mitoha Bandung Sajikan Masakan Khas Sunda

Upacara Adat Nuras Cai

Warga Kampung Nenggeng, Desa Citaman, Nagreg, Bandung masih melaksanakan upacara adat Nuras Cai. Tradisi ini merupakan wujud ungkapan syukur kepada Sang Pencipta dengan cara merawat alam sekitar, terutama mata air yang menjadi sumber kehidupan. Dalam upacara ini, warga bergotong royong membersihkan mata air dan salurannya supaya air mengalir dengan baik.

Tradisi Nuras Cai telah lama menjadi kearifan lokal masyarakat setempat sebagai upaya pemeliharaan sumber air. Tradisi ini juga tidak bisa dilepaskan dari keberadaan Kerajaan Kendan pada abad ke-4 yang sekarang masuk wilayah Kampung Nenggeng. Oleh karena itu, pemerintah setempat juga mendorong berdirinya desa wisata di kawasan ini agar dapat menarik minat wisatawan untuk berkunjung menikmati tradisi warisan leluhur.

(dra)

Artikel ini telah dibaca 573 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Bahan Dasar Kue Balok, Cemilan Khas Kota Bandung

6 September 2022 - 13:28 WIB

Cocok Buat Cemilan, Ini Resep Bikin Opak Makanan Khas Sunda

3 September 2022 - 17:13 WIB

Mengenal Longser, Seni Tarian Sunda yang Nyaris Hilang

1 September 2022 - 14:44 WIB

Resep Membuat Misro, Makanan Tradisional Khas Kota Bandung

1 September 2022 - 14:35 WIB

Berdiri Sejak 1980-an, Pasar Buku Palasari Surganya Pecinta Buku

31 Agustus 2022 - 10:54 WIB

Resep dan Cara Bikin Lotek, Makanan Sehat Khas Bandung

30 Agustus 2022 - 14:39 WIB

Trending di Nga-Bandung-An