Menu

Mode Gelap
 

Kota Bandung · 1 Mar 2021 01:43 WIB

5 Poin Penting Dalam Menangani Pandemi Covid-19 Versi Yana


 Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana saat mengikuti Webinar “Covid-19: Dari Laboraorium sampai Aspek Hukum” bersama APIB (Aliansi Profesional Indonesia Bangkit) di Rumah Dinas, Jalan Nyland, Kota Bandung, Minggu (28/2/2021). (Foto: Istimewa) Perbesar

Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana saat mengikuti Webinar “Covid-19: Dari Laboraorium sampai Aspek Hukum” bersama APIB (Aliansi Profesional Indonesia Bangkit) di Rumah Dinas, Jalan Nyland, Kota Bandung, Minggu (28/2/2021). (Foto: Istimewa)

BANDUNG NEWS – Virus Corona atau severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (Covid-19) tidak mengenal batas wilayah, gender, usia, agama, profesi, dan status sosial. Tak ada satupun negara yang benar-benar siap menghadapi wabah Covid-19.

Hingga akhirnya, virus ini menyebabkan pandemi dan telah memberi dampak yang multidimensional.

Hal itu di ungkapkan Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana, saat mengikuti Webinar “Covid-19: Dari Laboraorium sampai Aspek Hukum” bersama APIB (Aliansi Profesional Indonesia Bangkit) di Rumah Dinas, Jalan Nyland, Kota Bandung, Minggu (28/2/2021)

Baca Juga:  Warga Bandung yang Terdampak PPKM Darurat Dapat Bansos Sebesar Rp500 Ribu

“Tata kelola penanganan Covid-19 dilakukan dengan trial and error dan berbeda-beda setiap negara,” ungkapnya.

Untuk itu menurut Yana, ada beberapa hal penting yang perlu digarisbawahi dalam menangani pandemi Covid-19.

Pertama, kebijakan yang terpusat. Covid-19 adalah bencana nasional sehingga negara harus tampil sebagai motor.

“Kebijakan dari pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota, hingga ke tingkat yang lebih bawah harus satu warna. Dengan catatan, di sana masih ada peluang untuk berinisiatif tergantung dari kondisi masing–masing daerah,” terangnya.

Baca Juga:  Pemkot Bandung Geram, Diduga Banyak Perusahaan Langgar Prokes

Kedua, kepemimpinan yang kuat. Dalam situasi yang serba tidak pasti dan tidak menentu ini, sosok seorang pemimpin sangatlah vital.

“Pemimpin harus menjadi teladan bagi masyarakat,” tuturnya.

Ketiga, kolaborasi. Menurutnya, pandemi covid-19 telah menimbulkan krisis multidimensi, sehingga penanganannya tidak dapat dilakukan dari satu aspek saja, dan perlu banyak pihak terlibat.

“Kordinasi tentunya menjadi modal utama, dan dalam kolaborasi akan selalu ada inovasi,” imbuhnya.

Keempat, sumber daya mulai dari manusianya, sarana dan prasarana, hingga sumber dana.

Baca Juga:  Wakil Wali Kota Bandung Ajak SOKSI Sosialisasikan Vaksinasi

“Terakhir, strategi komunikasi publik yang baik. Di era pandemi ini kita juga mengenal istilah infodemi, sebuah kondisi di mana informasi membanjiri ruang-ruang pembicaraan masyarakat tanpa kita tahu mana informasi yang benar dan salah,” terangnya.

Dengan demikian, untuk melawan misinformasi, disinformasi, dan hoaks yang berkembang di masyarakat, memerlukan strategi komunikasi yang efektif dan tepat sasaran.

“Dengan komunikasi publik yang bagus, sosialisasi dan edukasi tentunya dapat dilakukan dengan lebih ringan,” tuturnya.

(Mil)

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Dibagi 3 Pasukan, Berikut Daftar 99 Anggota Paskibra Kota Bandung

16 Agustus 2022 - 08:22 WIB

Sambut HUT RI ke-77, Sekda Kota Bandung Kukuhkan 99 Anggota Paskibra

16 Agustus 2022 - 08:12 WIB

Pemkot Bandung Gelar Pameran Produk UMKM di Kuta Bali

15 Agustus 2022 - 08:14 WIB

Peringati Hari Koperasi, Pemkot Bandung Bakal Gelar Pameran Produk UMKM

13 Agustus 2022 - 09:30 WIB

Reformasi Birokrasi, Pemkot Bandung Evaluasi SAKIP

12 Agustus 2022 - 10:22 WIB

Pemkot Bandung Raih Peringkat Satu Transaksi Digital se-Jabar

9 Agustus 2022 - 18:11 WIB

Trending di Kota Bandung