Menu

Mode Gelap
Yayasan Nuraini Najamudin Raih Penghargaan The most Excellent Islamic Foundation 2022 dari CISA London

Health ยท 9 Nov 2022 07:24 WIB

5 Tips Menjaga Kesehatan Usus, Salah Satunya Mengunyah Makanan Perlahan


 Ilustrasi (Pixabay) Perbesar

Ilustrasi (Pixabay)

BANDUNG NEWS – Kesehatan usus sangat pentinG karena berpengaruh pada imunitas tubuh. Tidak hanya sistem imun, kesehatan usus juga memengaruhi kesehatan mental.

Menjaga sistem pencernaan merupakan salah satu cara untuk mencegah penyakit serius di masa depan.

Masalah sistem pencernaan seperti mulas, gas, kembung, dan sembelit mencerminkan apa yang terjadi di seluruh tubuh Anda.

Menurut ahli gastroenterologi, Johns Hopkins Gerard Mullin, M.D., seiring bertambahnya usia, siklus alami pada saluran pencernaan akan melambat dan tidak bekerja dengan baik.

Faktor utama penurunan kesehatan pada usus adalah terjadinya perubahan pada asam lambung, kekebalan usus, dan flora gastrointestinal atau ekosistem bakteri dalam sistem pencernaan.

Ketika kesehatan usus baik, potensi mengalami peradangan usus juga menurun. Kesehatan usus mengacu pada keseimbangan mikroorganisme yang hidup di saluran pencernaan. Berikut 5 tips untuk menjaga kesehatan usus Anda.

1. Rutin Olahraga

Aktivitas fisik membuat usus besar Anda bergerak. Hal tersebut menyebabkan saluran pencernaan bekerja dengan baik dan buang air besar lebih teratur.

Olahraga juga dapat membantu mengelola gejala iritasi usus. Selain itu, olahraga merupakan cara terbaik untuk menurunkan berat badan.

Baca Juga:  Air Kelapa Bisa Tangkal Racun dalam Makanan, Ini Faktanya

Berat badan yang sehat akan menangkal masalah pada sistem pencernaan. Sebuah studi pada tahun 2014 menemukan, atlet memiliki variasi flora usus yang lebih besar dibandingkan dengan non-atlet.

2. Konsumsi Makanan Sehat

Konsumsi makanan yang segar dan kaya serat seperti sayuran dan buah-buahan segar sangat disarankan untuk menjaga kesehatan tubuh.

Mengurangi jumlah makanan olahan, tinggi gula, dan tinggi lemak juga bisa menjaga kesehatan usus.

Makanan olahan harus dikurangi karena makanan jenis itu lebih mudah dipecah menjadi gula yang dapat berdampak negatif pada kesehatan pencernaan.

Konsumsi makanan manis secara berlebih juga sangat tidak disarankan. Gula atau pemanis buatan dapat menyebabkan dysbiosis usus.

Dysbiosis usus merupakan keadaan ketika usus kekurangan jumlah bakteri baik yang menguntungkan sehingga keseimbangan antara antara bakteri baik dan jahat menjadi terganggu.

Pemanis buatan seperti aspartam juga dapat meningkatkan jumlah bakteri yang dapat menyebabkan penyakit metabolisme.

Baca Juga:  Konsumsi Minyak Ikan Dapat Turunkan Resiko Penyakit Jantung

Penyakit pada sistem metabolisme dapat meningkatkan risiko diabetes dan penyakit jantung.

3. Mengunyah Makanan Perlahan

Proses pencernaan dimulai dari mulut Anda dengan mengunyah makanan menjadi potongan-potongan kecil yang akan kemudian akan dicerna oleh usus.

Mengunyah makanan secara perlahan dapat memudahkan usus dalam proses mencerna makanan.

Ketika mengunyah Anda mencampur makanan tersebut dengan air liur dan mengekstrak nutrisi sebanyak mungkin dari makanan.

Mengunyah makanan secara perlahan menjadi potongan-potongan yang sangat kecil sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Orang yang mengunyah makanan secara cepat, atau bahkan tidak dikunyah sama sekali, cenderung lebih sering mengalami masalah pencernaan dan berisiko besar untuk tersedak.

4. Kelola Tingkat Stres

Terlalu banyak stres dapat memengaruhi kesehatan usus Anda. Yoga, meditasi, terapi atau bahkan menulis jurnal telah terbukti mengurangi stres dan kecemasan.

Mulas, mual, sakit perut, atau rasa tidak nyaman lainnya pada perut juga dapat terjadi karena stress yang berlebih atau ketika sedang gugup.

Itulah alasan kenapa usus disebut sebagai otak kedua. Otak dan usus dihubungkan melalui beberapa saraf salah satunya saraf vagus yang mengirimkan sinyal di kedua arah.

Baca Juga:  Jamaah Haji Indonesia Harus Jalani Karantina Selama 21 Hari

Untuk itu, menjaga kesehatan otak atau mental sangat diperlukan agar sistem pencernaan menjadi lebih sehat. Sebaliknya, ketidakseimbangan bakteri usus sangat mempengaruhi psikis Anda.

5. Konsumsi Probiotik

Probiotik sangat baik untuk usus karena dapat meningkatkan jumlah bakteri baik. Probiotik memakan karbohidrat yang tidak dapat dicerna disebut dengan prebiotik.

Proses tersebut mendorong bakteri menguntungkan untuk berkembang biak di usus.

Penelitian tahun 2017 menunjukkan bahwa prebiotik dapat membantu probiotik menjadi lebih toleran terhadap kondisi lingkungan tertentu termasuk perubahan pH dan suhu.

Namun, orang dengan sistem kekebalan rendah tidak boleh mengonsumsi probiotik.

Yogurt, kefir, asinan kubis segar, dan suplemen merupakan sumber probiotik yang baik. Makanan fermentasi juga merupakan sumber probiotik alami.

Jika Anda ingin mengonsumsi suplemen probiotik, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter. Karena tidak semua suplemen probiotik berkualitas tinggi dan bermanfaat bagi kesehatan tubuh.

Artikel ini telah dibaca 22 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Selain Sehat untuk Mata, Ada 5 Manfaat Lain dari Jus Wortel yang Perlu Diketahui

18 November 2022 - 08:23 WIB

Apa itu Penyakit Campak, Ini Gejala dan Cara Pencegahannya

16 November 2022 - 09:50 WIB

Catat, Ini Daftar Penyakit Berbahaya Bagi Penderita Diabetes

10 November 2022 - 08:06 WIB

Pemdaprov Jabar MoU dengan Nutrisi Internasional Guna Cegah Anemia

10 November 2022 - 07:41 WIB

Hati-hati, 5 Jenis Sayuran ini Bisa Picuh Resiko Asam Urat

7 November 2022 - 10:02 WIB

5 Manfaat Daun Mangga, Salah Satunya Bisa Turunkan Berat Badan

4 November 2022 - 08:01 WIB

Trending di Health