Menu

Mode Gelap
Yayasan Nuraini Najamudin Raih Penghargaan The most Excellent Islamic Foundation 2022 dari CISA London

Ekbis · 27 Jul 2020 11:41 WIB

Ancaman Resesi Nyata, Perbanyak Nabung dan Jangan Boros!


 Ancaman Resesi Nyata, Perbanyak Nabung dan Jangan Boros! Perbesar

BANDUNGNEWS.ID – Ancaman resesi sangatlah nyata. Kita dianjurkan memperbanyak nabung dan kurangi, bahkan upayakan jangan boros.

Kita ketahui, Singapura dan Korea Selatan (Korsel) sudah masuk jurang resesi akibat dampak pandemi virus Corona (COVID-19). Keduanya mengalami pertumbuhan ekonomi yang minus selama dua kuartal berturut-turut.

Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Mohammad Faisal mengatakan beberapa negara Association of South East Asian Nations (ASEAN) juga berpotensi masuk ke jurang resesi pada kuartal II dan kuartal III-2020.

Baca Juga:  Sambut Ramadan, J&C Cookies Hadirkan Varian Baru Rasa Nusantara

“Seperti Malaysia, Thailand, Filipina, yang punya ketergantungan terhadap perdagangan dunia yang begitu besar termasuk Taiwan, saya pikir itu akan terpengaruh ekonomi dalam negerinya (dan) mengalami resesi,” kata Faisal seperti dikutip dari detik.com, Minggu (26/7/2020).

Indonesia juga bukan tidak mungkin akan masuk jurang resesi. Hanya saja, kontraksi ekonominya diproyeksi tidak akan sedalam Singapura dan Korsel.

Baca Juga:  Akibat Corona, AS Terperosok ke Jurang Resesi Ekonomi

“Dia (Singapura dan Korsel) lebih bergantung pada perekonomian Internasional sehingga begitu dunia mengalami tekanan hebat mereka dengan gampang mengalami kontraksi. Indonesia agak sedikit berbeda karena ketergantungan kita terhadap perdagangan dunia tidak sebesar mereka, sehingga dampak dari global ke ekonomi kita tidak sedalam Korsel maupun Singapura,” ucapnya.

Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Tauhid Ahmad memperkirakan triwulan II ekonomi Indonesia berada di level -3,26% hingga -3,88%. Sedangkan triwulan III sudah mengalami perbaikan meskipun masih negatif di kisaran -1,3% hingga -1,75%.

Baca Juga:  Ternyata Daging Kambing Picu Darah Tinggi Hanya Mitos

“(Indonesia) sudah masuk wilayah resesi di triwulan III-2020 karena persoalan ekonomi domestik kita berat di dalam negerinya ketimbang faktor luarnya. Kalau kuartal ke kuartal memang akan ada perbaikan dari kondisi triwulan ke II,” ucapnya. (dtk/red)

Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Antisipasi Dampak Resesi, PemProv Jawa Barat Siapkan Subsidi BLT Pekerja

18 November 2022 - 08:13 WIB

PT Agronesia Gandeng BRIN dan Politeknik ATK Yogyakarta Guna Kembangkan Usaha

10 November 2022 - 07:44 WIB

Rayakan Ulang Tahun ke-26 XL Axiata Lakukan Beragam Program Sosial

10 Oktober 2022 - 11:09 WIB

XL Axiata dan Huawei Raih Penghargaan pada TM Forum 2022 Catalyst Awards

5 Oktober 2022 - 08:43 WIB

G20 EMPOWER – Microsoft Indonesia Kolaborasi Tingkatkan Partisipasi Perempuan dalam Pertumbuhan Ekonomi Digital 

9 Juli 2022 - 12:53 WIB

Axiata dan XL Axiata Sukses Selesaikan Akuisisi 66,03% Saham Link Net

23 Juni 2022 - 21:44 WIB

Trending di Ekbis