Menu

Mode Gelap
Yayasan Nuraini Najamudin Raih Penghargaan The most Excellent Islamic Foundation 2022 dari CISA London

Ekbis · 18 Nov 2022 08:13 WIB

Antisipasi Dampak Resesi, PemProv Jawa Barat Siapkan Subsidi BLT Pekerja


 Ilustrasi Resesi (Pixabay) Perbesar

Ilustrasi Resesi (Pixabay)

BANDUNG NEWS – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyatakan, Pemda Provinsi Jabar akan memberikan subsidi Bantuan Langsung Tunai kepada pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja oleh perusahaan yang terdampak langsung resesi tahun 2023.

“Kepada yang terdampak langsung, kena PHK oleh perusahaan yang perdagangannya global karena pesanan turun, pabrik kurangi produksi. Nah, nanti ada Bantuan Langsung Tunai (BLT),” kata Ridwan Kamil kepada awak media selepas mengikuti seminar Outlook Ekonomi 2023 di kampus Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung, Kamis (17/11/2022).

Kang Emil, sapaan akrabnya mengungkapkan, pekerja yang berpotensi terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) mayoritas yang bekerja di sektor padat karya, seperti perusahaan tekstil yang perdagangannya global.

Pasalnya, saat resesi melanda global, pesanan barang akan menurun, sehingga pabrik mengurangi jumlah produksi yang dampaknya pada pengurangan karyawan.

Baca Juga:  Gebyar Promo Tandamata bank bjb Bagikan Diskon Kuliner Spesial

“Yang terdampak biasanya yang berhubungan dengan padat karya, tekstil dan lainnya,” ujar Kang Emil.

Menurutnya, BLT direncanakan disalurkan saat ada pengumuman resmi kondisi kedaruratan.

Pihaknya sudah mengalokasikan untuk BLT ini dari anggaran Biaya Tak Terduga dan Dana Transfer Umum sebesar dua persen.

“BLT ini sesuai dengan kondisi saat ada pengumuman kondisi kedaruratan, anggarannya dari BTT (Biaya Tak Terduga) dan Dana Transfer Umum dua persen sudah dialokasikan,” ujarnya.

Indonesia diprediksi akan mengalami resesi ekonomi di tahun 2023, akan tetapi tidak terlalu signifikan karena pertumbuhan ekonomi Indonesia masih tetap terjaga.

Ia menuturkan, mayoritas ekonom dunia yang dimintai pendapat menyatakan, Indonesia tak akan mengalami resesi terlalu besar. Negara-negara di zona Asia relatif lebih kecil terkena resesi dibandingkan dengan negara di luar zona Asia.

Baca Juga:  Sambut Piala AFF U-16, Timnas Indonesia Gelar TC di Lapangan UNY

“Diprediksi tahun depan terjadi resesi, khsususnya negara di luar zona Asia. Zona Asia relatif tak akan terlalu terkena resesi. Dari 100 persen ekonom dunia yang dimintai pendapat pun 90 persennya menyatakan, Indonesia tak akan terdampak terlalu besar,” jelas Kang Emil.

Ia melanjutkan, selain pertumbuhan ekonomi Indonesia yang masih tumbuh positif, kesenjangan dengan angka inflasi pun tidak terlalu jauh. Artinya, kenaikan harga masih terkendali.

“Pertumbuhan ekonomi kita masih positif, gap dengan inflasi juga tidak terlalu jauh, artinya kenaikan harga masih terkendali,” ujarnya.

Begitu pula di Jabar, pertumbuhan ekonomi di kuartal III tahun ini hampir menyentuh 6 persen. Menurut Kang Emil, meningkatnya inflasi lebih karena dipengaruhi oleh harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Sedangkan harga sembako di pasar-pasar tradisional di Jabar masih terkendali.

“Jabar juga mewakili, kita tumbuh tertinggi di kuartal III hampir 6 persen pertumbuhan ekonominya. Inflasi tinggi lebih karena BBM, bukan sembako,” sebutnya.

Baca Juga:  Harga Sayuran di Kota Bandung Alami Penurunan

Bela negara

Kang Emil berpesan kepada masyarakat yang tidak terdampak langsung resesi agar bela negara dengan sering berbelanja produk lokal dan UMKM. Hal ini agar pertumbuhan ekonomi dapat terus terjaga melalui tingginya daya beli masyarakat.

“Saya mengajak warga Jabar yang tidak terdampak langsung oleh perdagangan global untuk bela negara dengan belanja produk lokal sebanyak-banyaknya dan piknik seluas-luasnya. Bagi yang terdampak nanti kita kasih subsidi BLT,” ujar Kang Emil.

Ia menyampaikan pula arah ekonomi Jabar tahun 2023 akan tetap fokus pada pembangunan infrastruktur dan penguatan UMKM.

“Tahun depan arah ekonomi Jabar tak ada perubahan, di antaranya tetap  spending di infrastruktur, dan penguatan UMKM,” pungkas Kang Emil.

Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

PT Agronesia Gandeng BRIN dan Politeknik ATK Yogyakarta Guna Kembangkan Usaha

10 November 2022 - 07:44 WIB

Rayakan Ulang Tahun ke-26 XL Axiata Lakukan Beragam Program Sosial

10 Oktober 2022 - 11:09 WIB

XL Axiata dan Huawei Raih Penghargaan pada TM Forum 2022 Catalyst Awards

5 Oktober 2022 - 08:43 WIB

G20 EMPOWER – Microsoft Indonesia Kolaborasi Tingkatkan Partisipasi Perempuan dalam Pertumbuhan Ekonomi Digital 

9 Juli 2022 - 12:53 WIB

Axiata dan XL Axiata Sukses Selesaikan Akuisisi 66,03% Saham Link Net

23 Juni 2022 - 21:44 WIB

Campaign.com dan Xendit Dukung UMKM Halal Terus Bersaing di Pasar Global

12 Mei 2022 - 19:59 WIB

Trending di Ekbis