Menu

Mode Gelap
 

Jabar · 10 Mei 2022 01:49 WIB

Antisipasi Hepatitis Akut di Jabar, Ridwan Kamil: Jangan Panik, Negara Siap Atasi


 Gubernu Jawa Barat Ridwan Kamil. Perbesar

Gubernu Jawa Barat Ridwan Kamil.

BANDUNG NEWS — Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memantau beberapa ruangan termasuk laboratorium Rumah Sakit Umum Pusat Hasan Sadikin Bandung guna mengantisipasi fenomena hepatitis akut yang saat ini belum ditemukan di Jabar.

“Saya laporkan di Jawa Barat belum ada (hepatitis akut), dan mudah-mudahan tidak ada.  Masyarakat diimbau yang pertama jangan panik. Seperti biasa kita sudah mengalami jatuh bangun dari pandemi COVID-19. Jaga kebersihan dari mulai diri sendiri, keluarga, dan masyarakat. Tenang saja, negara sudah siap untuk mengatasi jika ada (kasus),” kata Ridwan Kamil di RSHS Bandung, Senin (9/5/2022).

Baca Juga:  Gelar Rekonstruksi, Pusmpomad TNI Ungkap Motif Tabrak Lagi di Nagreg

Usai meninjau beberapa ruangan di RSHS, Ridwan Kamil mengungkapkan, pihaknya membentuk tim ahli dari kesehatan untuk mempersiapkan skenario terjitu apabila hepatitis akut sudah terbukti yang orisinal.

“Di Jawa Barat tim ahli sudah dibentuk bersama RSHS. Laboratorium disiapkan untuk mengecek apakah ini kategori hepatitis akut dan lain sebagainya. Saya cek sudah siap, bahkan teknologi molekuler terbaru sudah dimiliki,” imbuh Kang Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil.

Pemda Provinsi Jabar pun telah menyiapkan ruangan-ruangan di RSHS apabila ada yang suspek hepatitis akut. Penyakit ini menyasar bayi hingga remaja umur 16 tahun.

Baca Juga:  Pemprov Jabar Apresiasi Masyarakat yang Ikut Jaga Lingkungan Hidup

“Ruangan sudah disiapkan, jaga-jaga kalau ada di Jawa Barat. Dari catatan memang (hepatitis akut) terjadinya di usia bayi sampai 16 tahun. Namun kita belum mengetahui alasan sasaran  di usia tersebut, tapi statisik menunjukkan itu,” sebutnya.

“Untuk pencegahan hepatitis yang menular, kuncinya hidup sehat. Kalau penularan lewat pernapasan pakai masker, jaga jarak, kurangi kerumunan, dan jangan saling tukar alat makan. Kalau ada keluarga yang sakit jangan terlalu banyak berinteraksi,” tambah Kang Emil.

Baca Juga:  DPRD Jabar: Regulasi Jadi Permasalahan Pelaksanaan Sekolah Terbuka

Selain menyiapkan strategi penanganan hepatitis akut, Kang Emil memastikan pula, bahwa penanganan COVID-19 di Jabar teekendali. Tingkat keterisian rumah sakit 0,8 persen.

“Saya datang ke RSHS juga memastikan kondisi COVID-19. Keterisian rumah sakit di Jabar untuk COVID-19 hanya 0,8 persen. Kasus aktif tersisa 1.500 dari puncaknya ratusan ribu, dan rata-rata sudah banyak yang sembuh. Terbukti seperti di RSHS hanya tiga anak yang diawat akibat COVID-19, dan empat orang dewasa. Jadi minim,” tegasnya.

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Gelar Turnamen Terbuka, Muhammad Farhan Regenerasikan Atlet Akuatik Olimpiade 2032

15 Juni 2022 - 13:27 WIB

Dinkes Jabar bersama Kab/Kota Layani Pemudik Mulai dari Kecelakaan Hingga Vaksin Booster

28 Mei 2022 - 13:14 WIB

Jawa Barat Tindaklanjuti Penjajakan PLTB dengan Investor Inggris

26 Mei 2022 - 22:32 WIB

Wagub Jabar Dorong Petani Generasi Zilenial Mampu Bangkitkan Jawa Barat Swasembada Pangan

25 Mei 2022 - 22:17 WIB

Jabar Raih Opini WTP Kesebelas Kalinya

25 Mei 2022 - 22:14 WIB

Pemda Provinsi Jabar Gagas Inovasi Pendanaan Pembangunan Kompetitif untuk tingkatkan kualitas perencanaan pembangunan

25 Mei 2022 - 22:05 WIB

Trending di Jabar