Menu

Mode Gelap
Yayasan Nuraini Najamudin Raih Penghargaan The most Excellent Islamic Foundation 2022 dari CISA London

Health ยท 16 Nov 2022 09:50 WIB

Apa itu Penyakit Campak, Ini Gejala dan Cara Pencegahannya


 Ilustrasi (Pixabay) Perbesar

Ilustrasi (Pixabay)

BANDUNG NEWS – Penyakit yang disebabkan oleh virus umumnya lebih mudah untuk menyebar dibandingkan penyakit yang disebabkan oleh bakteri. Salah satu penyakit yang disebabkan oleh virus adalah campak.

Campak memiliki nama lain diantaranya rubeola, morbili, dan measles. Sama halnya dengan Covid-19, penyakit ini ditularkan melalui kontak langsung dengan penderita dan droplet atau partikel aerosol yang awal mulanya akan menginfeksi limfosit, sel dendritik, dan makrofag alveolar pada saluran pernapasan.

Virus campak dikenal sebagai spesies virus RNA berantai tunggal negatif yang saling bersekubung dan tidak bersegmen. Virus ini masuk dalam genus Morbillivirus di famili Paramyxoviridae.

Penyakit campak menjadi salah satu momok penyakit yang cukup terbilang mematikan. Pasalnya persebaran kasus penyakit campak hampir terjadi di seluruh kota, salah satunya di Provinsi Jawa Barat.

Baca Juga:  Jemaah Haji yang Tiba di Indonesia Wajib Divaksin Booster

Pada tahun 2022, terdapat 140 kasus suspek penyakit campak dengan total terbanyak terjadi di Kabupaten Cirebon, dengan akumulasi persebaran kasus sebanyak 36 kasus. Baru disusul Kota Depok sebanyak 28 kasus dan Kota Sukabumi sebanyak 24 kasus.

Persebaran terendah terjadi di Kota Bogor, dengan total akumulasi persebaran hanya terjadi 1 kasus saja.

Berdasarkan data dari Kementrian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia, umumnya masa penularan virus campak terjadi selama 4 hari sebelum ruam hingga 4 hari setelah munculnya ruam. Pada hari pertama hingga ketiga dikenal dengan fase prodromal. Sedangkan untuk masa inkubasi sendiri selama 7 hingga 18 hari. Selama masa inkubasi, virus akan mulai untuk bereplikasi dan menyebar.

Baca Juga:  Tokoh Jabar KH. Ahmad Sanusi Ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional

Awal permulaan penyebaran virus dimulai dari jaringan limfoid, yang selanjutnya akan disebarkan menuju ke seluruh bagian peredaran darah melalui limfosit yang sudah terinfeksi.

Selanjutnya, sel dendritik yang telah terinfeksi dan limfosit akan mentransfer virus campak ke sel epitel dalam saluran pernapasan dengan menggunakan reseptor nectin-4. Permukaan epitel yang rusak memungkinkan untuk adanya transmisi menuju inang yang rentan.

Gejala Penyakit Campak

Untuk mengetahui apakah terdampak penyakit campak atau tidak, maka perlu mengetahui gejala-gejala penyakit campak sebagai berikut :

1. Mata berwarna merah dan sensit terhadap cahaya.
2. Batuk kering disertai dengan hidung beringus dan sakit tenggorokan.
3. Demam tinggi.
4. Tubuh merasa lemas dan letih
Diare dan muntah-muntah.

Baca Juga:  5 Gejala Diabetes yang Berdampak Buruk Bagi Kesehatan

Cara Pencegahan Campak

Pencegahan penyakit campak dapat dilakukan melalui 3 tahapan, diantaranya ;

1. Reduksi.

Pada tahap reduksi dilakukannya upaya untuk meningkatkan cakupan imunisasi rutin dan imunisasi pada kesempatan kedua dengan pemberian imunisasi tambahan pada daerah yang memiliki kasus campak tinggi.

2. Eliminasi.

Tahap ini dapat dilakukan apabila cakupan imunisasi telah memenuhi lebih dari 95 persen.

3. Eradikasi.

Tahap ini dapat dilakukan ketika cakupan imunisasi sangat tinggi dan merata serta kasus campak sudah tidak ditemukan lagi diseluruh dunia.

Pemberian vaksin campak gondong rubella (MMR) diyakini menjadi salah satu vaksin yang dapat dipakai untuk mencegah penyakit campak.

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Selain Sehat untuk Mata, Ada 5 Manfaat Lain dari Jus Wortel yang Perlu Diketahui

18 November 2022 - 08:23 WIB

Catat, Ini Daftar Penyakit Berbahaya Bagi Penderita Diabetes

10 November 2022 - 08:06 WIB

Pemdaprov Jabar MoU dengan Nutrisi Internasional Guna Cegah Anemia

10 November 2022 - 07:41 WIB

5 Tips Menjaga Kesehatan Usus, Salah Satunya Mengunyah Makanan Perlahan

9 November 2022 - 07:24 WIB

Hati-hati, 5 Jenis Sayuran ini Bisa Picuh Resiko Asam Urat

7 November 2022 - 10:02 WIB

5 Manfaat Daun Mangga, Salah Satunya Bisa Turunkan Berat Badan

4 November 2022 - 08:01 WIB

Trending di Health