APM Jabar Kecam Geruduk Dinas Bina Marga Penataan Ruang Besar-Besaran, Ini Alasannya

  • Bagikan

BANDUNG NEWS – Puluhan mahasiswa dari Aliansi Pergerakan Mahasiswa (APM) Jabar menggelar aksi unjuk rasa di kantor Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat, Senin (3/1/2023).

Diketahui, unjuk rasa itu digelar terkait transparansi anggaran kegiatan Pemeliharaan Jalan pada UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan Wilayah I Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat Tahun Anggaran 2021. Adapun Proyek tersebut menelan anggaran kurang lebih Rp 32 miliar.

Koordinator APM Jabar Hilman mengatakan pihaknya mempertanyakan transparansi penggunaan anggaran dan spesifikasi pemeliharaan Jalan yang dilakukan UPTD I Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat.

Baca Juga:  Muhammadiyah Idul Adha Besok, Berikut Daftar 38 Lokasi Sholat Idul Adha di Kabupaten Bandung

Menurut Hilman, ada beberapa proyek yang dilaksanakan tahun anggaran 2021 banyak temuan di lapangan yang bermasalah.

“Seperti ruas Jalan Parung Panjang-Bunar, banyak jalan yang rusak diduga tidak adanya pemeliharaan,” ujarnya saat di usai orasi.

Dampaknya, lanjut Hilman banyak masyarakat yang berinisiatif untuk melakukan perbaikan jalan dangan cara pungutan seadanya.

“Kami telah melakukan audensi, namun tidak ada kejelasaan dari Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat terkait transparansi dan spesifikasi pengerjaan proyek tersebut. Sehingga kami APM Jabar merasa perlu untuk menggelar aksi” Ujar Koordinator APM Jabar, Hilman.

Baca Juga:  Proses Pemulihan Cedera Beckham Putra Alami Perkembangan

Lanjut Hilman, apabila dokumen adendum dan kontrak tidak sesuai dengan aturan yang berlaku. Pihaknya akan menggelar aksi di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat

“Kemungkinan kita juga akan melakukan gerakan aksi di Kejati, karena kemarin kami sudah menggelar rapat presidium pengurus serta kawan-kawan koordinator daerah untuk melakukan aksi,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Aliansi Pergerakan Mahasiswa (APM) Jabar, Gilang menjelaskan, sebelumnya pihaknya menerima informasi dari masyarakat bahwa proyek diduga tidak dikerjakan RAB.

Baca Juga:  DPRD Jabar: Setiap Generasi Miliki Tantangan Zaman

“Ada empat lokasi jalan yang kami himpun dari masyarakat beserta bukti-buktinya. Tepatnya di Jalan Parung Panjang – Bunar, Citeureup – Cileungsi, Jalan Cileungsi – Jonggol, Jonggol – Cianjur,” katanya.

“Selain itu, kami juga telah mengantongi  dokumen lainnya untuk dijadikan sebagai bukti,” tutupnya.

  • Bagikan