Menu

Mode Gelap
 

Uncategorized ยท 1 Feb 2021 08:13 WIB

Arahan Menko, BandungPerketat Pelaksanaan PSBB Proporsional


 Pemkot Bandung Akan Perketat Pelaksanaan PSBB Proporsional. (Foto: Humas Kota Bandung) Perbesar

Pemkot Bandung Akan Perketat Pelaksanaan PSBB Proporsional. (Foto: Humas Kota Bandung)

KOTA BANDUNG. Pemerintah Kota Bandung bakal semakin mengetatkan penerapan protokol kesehatan pada pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Proporsional atau Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) hingga 8 Februari mendatang.

Hal itu sesuai arahan Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan saat Rapat Koordinasi (Rakor) Nasional Penegakan Disiplin Protokol Kesehatan dan Penanganan Covid-19 secara virtual, Minggu (31/1/2021) malam.

Salah satu permintaan Luhut yaitu mendirikan posko-posko di tempat-tempat keramaian. Hal itu agar para petugas semakin maksimal mengawasi penerapan protokol kesehatan Covid-19.

“Adapun untuk mendirikan posko-posko di tempat keramaian, saya sudah minta ke Pak Sekda sebagai kepala harian gugus tugas untuk dibicarakan bersama Satgas dan kewilayahan,” terang Wali Kota Bandung Oded.

Baca Juga:  Buka Latsar CPNS, Sekda Jabar Tekankan Integritas

Oded mengatakan, meski Kota Bandung sudah dinilai baik dalam penerapan PSBB, namun dirinya bersama jajaran berkomitmen untuk meningkatkan hal yang sudah berjalan.

“Hal yang dievaluasi tadi dinilai sudah on progres, sudah bagus. Tapi sesuai arahan dari Pak Menko dan semua menteri, yaitu dilakukan pengetatan pengendalian, penegakannya harus semakin ditingkatkan,” tutur Oded.

Oded memastikan, pihaknya bersama jajaran Forkopimda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) akan lebih mengoptimalkan pelaksanaan PSBB Proporsional hingga 8 Februari mendatang.

“Tapi tetap progres yang sudah dilakukan jangan sampai kendor, harus ditingkatkan,” imbuhnya.

Kendati demikian, setiap kebijakan yang diambil kepala daerah pada PPKM tahap II harus mengedepankan aspek kesehatan dan ekonomi. Sehingga jangan sampai ekonomi menjadi semakin terpuruk.

Baca Juga:  Nadiem Izinkan Buka Sekolah di Zona Kuning, Ini Alasannya!

“Kutub ekonomi dan kutub kesehatan itu yang harus disikapi oleh semua kepala daerah, tentu saja kita akan lakukan dengan cara-cara yang baik,” imbuhnya.

Dengan positivity rate yang masih tinggi di berbagai daerah termasuk di Kota Bandung, Oded mengimbau masyarakat tetap mematuhi kebijakan yang telah dikeluarkan pemerintah.

“Saya mengimbau kepada seluruh warga Kota Bandung tidak terkecuali, harus tetap waspada. Covid-19 masih ada sehingga tetap harus melaksanakan protokol kesehatan dengan baik,” pintanya.

Pada rakor tersebut, Pemerintah Pusat menilai PPKM belum menunjukan hasil yang diharapkan. Hal tersebut terlihat dari angka positivity rate Covid-19 dari setiap Kabupaten/Kota yang semakin meningkat, termasuk Kota Bandung.

Baca Juga:  Ridwan Kamil Tinjau Kelayakan Rumah Nenek Ami Setelah Direnovasi

Berdasarkan evaluasi dari Pemerintah Pusat, positivity rate mengalami kenaikan dikarenakan implementasi aturan PPKM atau Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) belum dilaksanakan secara maksimal.

Luhut Binsar Pandjaitan, yang memimpin langsung Rakor tersebut pun meminta, kabupaten/kota yang mengikuti PPKM Jawa-Bali melaksanakan aturan PPKM secara maksimal.

Dalam Rakor tersebut, Luhut juga meminta pemerintah daerah membuat posko-posko di setiap tempat keramaian, khususnya di pasar agar kesadaran masyarakat terhadap Protokol Kesehatan (Prokes) kembali meningkat.

(Mil)

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

PMK di Jabar Menurun, Uu Ruzhanul: Vaksinasi dan Skrining Hewan Tetap Jalan

30 Juli 2022 - 19:34 WIB

Atalia:Sekoper Cinta Tumbuhkan Ekonomi dari Kreativitas Perempuan

28 Juli 2022 - 20:22 WIB

Ridwan Kamil Tantang PWRI Jabar Hasilkan Gagasan Terkait Isu Kekinian

28 Juli 2022 - 19:36 WIB

Ridwan Kamil Bertemu Ironman Asal Cirebon

28 Juli 2022 - 17:34 WIB

Ridwan Kamil Dukung Ekspresi Warga di Ruang Publik Asal Jaga Ketertiban

28 Juli 2022 - 16:54 WIB

Cegah Perundungan, Ridwan Kamil: Guru Awasi Jam – Jam Kritis

28 Juli 2022 - 16:51 WIB

Trending di Uncategorized