Menu

Mode Gelap
 

Hikmah · 30 Agu 2021 16:07 WIB

Asyik! 300 Ribu Guru Madrasah non PNS Bakal Dapet Intensif dari Kemenag


 Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas (Sumber Instagram @gusyaqut) Perbesar

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas (Sumber Instagram @gusyaqut)

BANDUNG NEWS – Sebanyak 300 ribu guru non PNS akan mendapatkan intensif dari Kementerian Agama (Kemenag) pada September 2021.

Insentif ini diberikan kepada guru bukan PNS pada Raudlatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA).

“Petunjuk teknis membuka insentif guru madrasah bukan PNS sedang dalam tahap finalisasi. Saya Ditjen Pendidikan Islam untuk dapat segera melakukan proses pengembangan. Targetnya September sudah mulai cair,” ujar Menag Yaqut Cholil Qoumas seperti dikutip dari laman resmi Kemenag.

“Kami alokasikan insentif untuk sekitar 300 ribu guru madrasah bukan PNS dengan anggaran mencapai Rp647 miliar,” sambungnya.

Baca Juga:  Jarang Diketahui, Ini Pengaruh Musik Terhadap Jiwa Manusia

Insentif yang diberikan Kemenag bertujuan memotivasi guru bukan PNS untuk lebih penting dalam meningkatkan mutu pendidikan.

Berikut ini kriteria penerima insentif dari Kemenag:

1. Aktif mengajar di RA, MI, MTs atau MA/MAK dan terdaftar di program SIMPATIKA (Sistem Informasi Manajemen Pendidik dan Tenaga Kependidikan Kementerian Agama);
2. Belum lulus sertifikasi;
3. Memiliki Nomor PTK Kementerian Agama (NPK) dan/atau Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK);
4. Guru yang mengajar pada satuan administrasi pangkal binaan Kementerian Agama;
5. Berstatus sebagai Guru Tetap Madrasah, yaitu guru Bukan Pegawai Negeri Sipil yang diangkat oleh Pemerintah Daerah dan/atau pimpinan penyelenggara pendidikan yang diselenggarakan oleh masyarakat untuk jangka waktu paling singkat 2 tahun terus menerus, dan dicatat pada satuan administrasi pangkal di madrasah yang memiliki izin pendirian dari Kementerian Agama serta melaksanakan tugas pokok sebagai guru. Diprioritaskan bagi guru yang masa pengabdiannya lebih lama dan ini dibuktikan dengan Surat Keterangan Lama Mengabdi.
6. Memenuhi kualifikasi akademik S-1 atau D-IV;
7. Memenuhi beban kerja minimal 6 jam tatap muka di satminkalnya;
8. Bukan penerima bantuan yang dananya bersumber dari DIPA Kementerian Agama.
9. Belum usia pensiun (60 tahun).
10. Tidak beralih status dari guru RA dan Madrasah.
11. Tidak tergantung sebagai tenaga tetap pada instansi RA/Madrasah.
12. Tidak merangkap jabatan di lembaga eksekutif, yudikatif, atau legislatif.
13. Tunjangan diaktifkan kepada guru yang dinyatakan layak bayar oleh Simpatika. Ini akan dibuktikan dengan Surat Keterangan Layak Bayar.

Baca Juga:  12 Kutipan Cinta Ini Membuat Anda Semakin Romantis dengan Pasangan

(amt)

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Komisi Fatwa MUI Minta Pinjol Dihapus Karena Hukumnya Haram

6 September 2021 - 11:08 WIB

Mimpi Kemenag Jabar Inginkan Terjemahan Alquran Gunakan Bahasa Daerah

29 Agustus 2021 - 14:59 WIB

Menag Yaqut: Ceramah Ujaran Kebencian di Ruang Publik Adalah Tindak Pidana

23 Agustus 2021 - 10:29 WIB

Kemenag Terbitkan Peraturan Ibadah Selama PPKM Berlangsung

13 Agustus 2021 - 13:32 WIB

Kemenag Sampaikan Selama Pandemi 605 Kiyai Meninggal Dunia

2 Agustus 2021 - 14:23 WIB

MUI Kota Bandung Minta Warga Laksanakan Shalat Idul Adha di Rumah

16 Juli 2021 - 12:34 WIB

Trending di Hikmah