Menu

Mode Gelap
 

Dunia · 25 Jul 2020 09:20 WIB

Atasi Corona, China Bantu Amerika Latin dengan Pinjaman Dana


 Atasi Corona, China Bantu Amerika Latin dengan Pinjaman Dana Perbesar

BANDUNGNEWS.ID – China memberi pinjaman senilai US$1 miliar untuk Amerika Latin dan Karibia demi akses vaksin Covid-19. Pinjaman itu setara dengan Rp14,6 triliun (US$1= Rp14,6
ribu).

Informasi tersebut diumumkan Menteri Luar Negeri China, Wang Yi.

Kementerian Luar Negeri Meksiko menyatakan hal tersebut dalam pertemuan virtual China dan Amerika Latin pada Rabu (22/7) waktu setempat.

“Menteri Luar Negeri China mengatakan vaksin yang dikembangkan negaranya akan menjadi manfaat publik dengan akses universal. China juga menetapkan pinjaman US$1 miliar untuk mendukung akses negara-negara ke vaksin tersebut,” tulis pernyataan resmi tersebut, seperti yang dikutip dari CNN International pada Sabtu (25/7).

Baca Juga:  WHO: Krisis Virus Corona Bakal Berdampak Lama

Pengumuman tersebut kemudian dibahas dalam siaran pers harian Presiden Meksiko, Andrés Manuel López Obrador, pada Kamis (23/7).

Ia berterima kasih atas bantuan yang diberikan pemerintah China.

“Kami berterima kasih kepada China. Kami meminta dukungan peralatan medis dan banyak penerbangan bantuan datang dari China,” kata Presiden Obrador.

“Selalu ada persediaan peralatan yang cukup, obat-obatan, dan sekarang ada tawaran (pinjaman) ini,” tuturnya.

Baca Juga:  Ini Tiga Fungsi Sosial Media Menurut Kang Emil

Pertemuan virtual pada Rabu dipimpin Menteri Luar Negeri kedua negara, yakni Marcelo Ebrard dan Wang Yi.

Menteri luar negeri dari kawasan sekitarnya seperti Argentina, Barbados, Chili, Kolombia, Kosta Rika, Kuba, Republik Dominika, Ekuador, Panama, Peru, Trinidad dan Tobago, serta Uruguay turut hadir.

Sebelum pertemuan virtual, juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Wang Wenbin, mengatakan negaranya selalu siap untuk membantu negara lain, termasuk Amerika Latin dan Karibia, dalam mengatasi pandemi Covid-19.

Baca Juga:  AS Jatuhkan Sanksi Baru Pada Rusia, Usir Sejumlah Diplomat

Pertemuan itu juga digelar untuk mengkonsolidasikan kedua belah pihak untuk bersatu memerangi virus corona, memperkuat rasa percaya dalam politik.

Amerika Latin menjadi salah satu pusat pandemi global pada akhir Mei 2020.

Berdasarkan data Johns Hopkins University, Amerika Latin dan Karibia juga memiliki angka kematian akibat corona lebih banyak dibandingkan Amerika Serikat dan Kanada. (red)

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Bayern Munchen Resmi Boyong Matthijs De Ligt dari Juventus

20 Juli 2022 - 08:00 WIB

Hari Tanpa Bayangan Matahari Akan Terjadi di Indonesia

29 Agustus 2021 - 10:19 WIB

Gubernur Jabar Luncurkan Sentra Vaksinasi Silih Tulungan di Karawang

11 Agustus 2021 - 10:28 WIB

Ketum PPIT Nanjing 2020-2021: Surat Edaran PPI Tiongkok Batasi Ruang Pengabdian

10 Agustus 2021 - 17:17 WIB

Alasan Pandemi, Pemerintah Tidak Berangkatkan Jemaah Haji dari Indonesia

3 Juni 2021 - 14:47 WIB

jemaah haji

Gara-gara Vaksin Ini, Indonesia tak Dapat Kuota Haji

1 Juni 2021 - 11:45 WIB

jemaah haji
Trending di Dunia