Menu

Mode Gelap
 

Dunia · 19 Apr 2021 13:24 WIB

Bangladesh Tangkap Ratusan Anggota Kelompok Islam


 pixabay/maruf_rahman Perbesar

pixabay/maruf_rahman

BANDUNG NEWS – Ratusan anggota dan pendukung kelompok Islam, termasuk pemimpinnya yang berpengaruh, telah ditangkap di Bangladesh selama seminggu terakhir.

Penangkapan itu dilakukan setelah protes kelompok Islam terhadap kunjungan Perdana Menteri India Narendra Modi bulan lalu. 

Protes di beberapa distrik di Bangladesh sebagian besar dipimpin oleh kelompok Hefazat-e-Islam. Di mana anggotanya menuduh pemimpin nasionalis Hindu India memicu polarisasi agama dan mendiskriminasi minoritas, terutama Muslim, di negaranya.

Setidaknya 13 pendukung Hefazat tewas dalam tembakan polisi selama demonstrasi selama berhari-hari. Tembakan itu dilesatkan ketika mereka menyerang kantor polisi dan gedung pemerintah lainnya, dan memblokir jalan raya di tempat lain di negara itu.

Baca Juga:  Para Jenderal Angkat Pistol di Hadapan Kim Jong Un

Di ibu kota Dhaka, mereka bentrok dengan polisi di luar Masjid Nasional Baitul Mukarram utama negara itu selama kunjungan tersebut.

Pada hari Minggu, sekretaris gabungan kelompok itu, Mamunul Haque, ditangkap di sebuah madrasah (sekolah Islam) di lingkungan Mohammadpur Dhaka.

“Kami akan menyelidiki semua tuduhan terhadapnya karena Haque dituduh dalam sejumlah kasus terkait dengan penghasutan kekerasan,” kata pejabat senior Kepolisian Dhakam, Rashid, seperti dikutip Bandung News dari Aljazeera, Senin (19/4/2021)

Baca Juga:  Palestina Hari Ini: Ribuan Orang 'Dipaksa' Tinggalkan Rumah

Sebanyak 298 anggota Hefazat dan pendukung lainnya ditangkap di distrik pedesaan timur Brahmanbaria di mana demonstrasi anti-Modi juga diadakan.

“Kami menangkap mereka dengan mengidentifikasi mereka melalui rekaman video,” kata wakil kepala polisi Brahmanbaria, Mohammad Roish Uddin, kepada kantor berita AFP.

Juru bicara Hefazat Jakaria Noman Foyezi mengatakan kepada AFP bahwa 23 pemimpin organisasinya telah ditahan oleh polisi, menyebut klaim polisi terhadap mereka “palsu dan dibuat-buat”.

Baca Juga:  Srilangka Larang Penggunaan Cadar di Depan Umum

Didirikan pada 2010, Hefazat adalah organisasi Islam garis keras terbesar di Bangladesh dan mendapat dukungan dari jutaan siswa dan guru di ribuan sekolah agama di negara mayoritas Muslim itu.

Meskipun organisasi itu mengatakan itu bukan partai politik, organisasi itu menjadi terkenal setelah jatuhnya Jamaat-e-Islami, partai politik Islam terbesar di Bangladesh.

Para pemimpin Hefazat dalam khotbah mereka secara teratur berbicara tentang politik negara, menganjurkan revolusi Islam di negara berpenduduk 160 juta orang itu.

(rian)

Artikel ini telah dibaca 22 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Bayern Munchen Resmi Boyong Matthijs De Ligt dari Juventus

20 Juli 2022 - 08:00 WIB

Hari Tanpa Bayangan Matahari Akan Terjadi di Indonesia

29 Agustus 2021 - 10:19 WIB

Gubernur Jabar Luncurkan Sentra Vaksinasi Silih Tulungan di Karawang

11 Agustus 2021 - 10:28 WIB

Ketum PPIT Nanjing 2020-2021: Surat Edaran PPI Tiongkok Batasi Ruang Pengabdian

10 Agustus 2021 - 17:17 WIB

Alasan Pandemi, Pemerintah Tidak Berangkatkan Jemaah Haji dari Indonesia

3 Juni 2021 - 14:47 WIB

jemaah haji

Gara-gara Vaksin Ini, Indonesia tak Dapat Kuota Haji

1 Juni 2021 - 11:45 WIB

jemaah haji
Trending di Dunia