Menu

Mode Gelap
 

Ekbis · 2 Feb 2021 10:54 WIB

bank bjb Mulai Bakal Terapkan Sistem E-Procurement


 (Gambar: Istimewa) Perbesar

(Gambar: Istimewa)

BANDUNG NEWS – bank bjb bakal menerapkan sistem pengadaan barang dan jasa berbasis elektronik E-Procurement untuk menjaring penyedia barang atau jasa pihak ketiga (vendor) bagi perusahaan. Penerapan sistem anyar ini bakal efektif diberlakukan pada 1 Februari 2021.

Direktur Utama bank bjb Yuddy Renaldi mengatakan penerapan sistem E-Procurement ini merupakan bentuk implementasi dari kaidah-kaidah hukum yang mengatur pengadaan barang dan jasa. Langkah ini dilandasi oleh semangat perusahaan sebagai lembaga keuangan publik dalam mengedepankan transparansi di berbagai lini.

Sistem E-Procurement yang dimiliki bank bjb mengedepankan prinsip Good Corporate Governance (GCG) sesuai dengan prinsip-prinsip pengadaan barang dan jasa.

Baca Juga:  Pemkot Bandung Surati Presiden Terkait UU Ciptaker

“bank bjb berkomitmen untuk terus mengimplementasikan prinsip-prinsip transparansi dan akuntabilitas sesuai prinsip GCG yang pada gilirannya akan mendorong pertumbuhan perusahaan ke arah lebih baik,” ujar Yuddy, dalam keterangannya, Selasa (2/2/2021).

Setelah dioperasikan, penerapan sistem E-Procurement ini dapat diakses secara terbuka oleh vendor dan publik luas melalui laman eproc.bankbjb.co.id. Pada laman tersebut, bank bjb menyediakan berbagai macam informasi mengenai kegiatan pengadaan barang dan jasa maupun vendor rekanan.

Sistem E-Procurement Mudah Digunakan

Seluruh calon rekanan dapat mendaftar sebagai rekanan bank bjb dari berbagai segmentasi sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan oleh bank bjb tanpa dipungut biaya.

Baca Juga:  Dukung Kesejahteraan Petani Jagung, Bank Bjb Gelontorkan Dana Lewat KUR

E-Procurement bank bjb memberikan kemudahan bagi calon vendor dalam proses pendaftaran rekanan dengan teknologi digital yang user friendly.

Direktur Operasional bank bjb Tedi Setiawan juga menambahkan, kehadiran sistem ini akan memudahkan rekanan dalam urusan korespondensi dokumen yang dapat memakan waktu cukup lama bila merujuk pada proses pengadaan barang dan jasa secara manual.

Vendor yang telah mendapatkan Tanda Daftar Rekanan (TDR) dapat melakukan updating data secara real on time sesuai dengan perubahan-perubahan dokumen yang dimiliki oleh rekanan.

“Dengan adanya keterbukaan informasi maka vendor dapat memberi layanan dan solusi terbaiknya sesuai kebutuhan bisnis bank bjb.” kata Tedi.

Baca Juga:  Program Penghargaan Nasabah Setia 2020, bank bjb Bagikan Tandamata kepada Pemenang

Di sisi lain bank bjb juga akan diuntungkan karena perusahaan nantinya dapat memperoleh kesempatan memperluas jangkauan calon rekanan sehingga standard mutu penyedia barang dan jasa semakin kompetitif.

bank bjb juga dapat lebih leluasa mengontrol manajemen performa sekaligus menekan biaya agar lebih efektif dan efisien. Dengan penerapan E-Procurement, diharapkan akan memberikan manfaat lebih optimal kepada bank bjb dengan mendorong transparansi pengadaan barang dan jasa sehingga persaingan sehat antar pelaku usaha menjadi lebih optimal.

“Proses pengadaan barang dan jasa secara elektronik akan lebih meningkatkan dan menjamin efisiensi, efektifitas, transparansi serta akuntabilitas kegiatan belanja perseroan,” tutup Tedi.

(Mil)

Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Komisi V Dorong Angggaran Perbaikan Untuk Panti Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia

11 Agustus 2022 - 15:24 WIB

Penopang Jembatan Cigereuh Kabupaten Bandung Rusak, Komisi IV DPRD Jabar Respon Rencana Perbaikan

11 Agustus 2022 - 15:20 WIB

BPS Jawa Barat Sebut Ekonomi Jabar Tumbuh 5,68 Persen

10 Agustus 2022 - 10:59 WIB

Tampung Aspirasi Tenaga Honorer, Ridwan Kamil Usulkan Bentuk Gugus Tugas

9 Agustus 2022 - 18:18 WIB

Ridwan Kamil Gandeng Wanadri dalam Program Tanam Mangrove

8 Agustus 2022 - 06:30 WIB

Imunisasi Capai 83 Persen, Jabar Targetkan Bebas Campak dan Rebula 2023

2 Agustus 2022 - 14:19 WIB

Trending di Jabar