Bersama BPN, Pemkot Bandung Akan Sertifikasi 4.000 Tanah Mesjid


Sertifikat
Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana. (Foto: Humas Bandung)

BANDUNG NEWS – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung, bekerja sama dengan Badan Pertahanan Negara (BPN) berencana akan memberikan kemudahan unuk sertifikasi tanah.

Khusus untuk tanah wakaf, BPN bahkan tidak akan mengenakan biaya alias gratis.

Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana mengapresiasi hal tersebut. Pasalnya dengan alur yang ringan dalam mengurus wakaf tanah, maka akan mempercepat proses mendapatkan sertifikat.

“Kepastian sertifikat ini berikan ketenangan untuk pemberi dan penerima,” tuturnya di sela-sela penyerahan sertifikat Masjid Al Iklhas di Jalan Cidurian Selatan l Jelurahan Sekejati, Kecamatan Buahbatu, Selasa (11 Mei 2021).

Baca Juga:  Wali Kota Bandung Siap Jalankan Intruksi Presiden Jokowi

Hadir juga pada acara tersebut, Kepala Kantor BPN Kota Bandung, Andi Kadandio Alepuddin. Masjid Al Ikhlas memiliki luas 67 meter persegi dan bangunannya akan mampu menampung sekitar 250 jemaah. Saat ini masjid masih dalam tahapan pembangunan.

Wakil wali kota mengaku akan mendorong kelurahan dan kecamatan untuk membantu kinerja BPN dalam menyukseskan wakaf tanah, khususnya masjid yang berada di Kota Bandung. “Insyaallah kita bantu. Unsur kewilayah juga terlibat, itu juga kita dorong untuk mempercepat,” katanya.

Baca Juga:  Yana Mulyana Belajar Pengelolaan Sampah ke Kota Balikpapan

Sementara itu, Kepala Kantor BPN Kota Bandung, Andi Kadandio Alepuddin mengatakan, ini bagian dari kegiatan kantor BPN dan Pemkot Bandung dalam sertifikasi masjid tanah wakaf. “Dasarnya pemohon yang punya tanah itu wajib, memberikan ke nazir. Selanjutnya datang ke penjabat pembuat akta ikrar wakaf di kecamatan. Dibuatkan akte ikrar wakafnya. Setelah itu mendaftar ke kantor BPN, lanjut kita ukur dan terbitkan sertifikatnya,” jelasnya.

Baca Juga:  Ketua Satgas Covid-19 Kota Bandung Pastikan PTMS Akan Tetap Diselengarakan

Andi mengungkapkan, sampai saat ini yang sudah ada 30 masjid tersertifikasi. Selanjutnya, secara simultan di setiap kecamatan untuk memiliki sertifikat.

“Sampai saat ini sudah 30 sertifikat. Secara simultan tiap kecamatan ada. Jadi sekitar 4.000 masjid yang ada di Kota Bandung kita sertifikatkan, ini gratis,” ujarnya.