Menu

Mode Gelap
Yayasan Nuraini Najamudin Raih Penghargaan The most Excellent Islamic Foundation 2022 dari CISA London

Nasional · 5 Agu 2020 00:21 WIB

Calon Vaksin COVID-19 Mulai Disuntikan 11 Agustus


 ilustrasi/net Perbesar

ilustrasi/net

BANDUNGNEWS.ID – Calon Vaksin COVID-19 asal China, Sinovac akan disuntikan perdana pada tanggal 11 Agustus 2020.

Menurut informasi, saat ini, tim riset uji klinis vaksin Sinovac tengah melakukan berbagai persiapan untuk memulai penelitian uji klinis vaksin tersebut.

Ketua Tim Riset Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (FK Unpad), Profesor Kusnandi Rusmil menuturkan, pihaknya masih melakukan berbagai persiapan, termasuk melatih para petugas uji klinis. Menurutnya, persiapan uji klinis dilakukan secara matang sesuai aturan yang telah ditetapkan.

“Nanti tanggal 11 (11 Agustus 2020) mulai jalan full penyutikan pertama secara umum. Sekarang masih pelatihan untuk petugas karena tidak bisa sembarangan, ada aturannya, administrasinya harus jelas,” ujar Kusnandi seperti dikutip dari sindonews.com, Selasa (4/8/2020).

Baca Juga:  Pemerintah Perpanjang PPKM di Jawa-Bali Hingga September

Menurut Kusnandi, hingga saat ini, baru 500 relawan yang mendaftar sebagai subjek uji klinis dari total relawan yang dibutuhkan sebanyak 1.620 relawan. Meski begitu, pihaknya yakin relawan yang dibutuhkan akan terpenuhi.

“Total dibutuhkan sekitar 1.620 relawan untuk uji klinis vaksin ini. Sekarang baru 500, tapi kan ini masih lama, masih akan bertambah (relawannya),” imbuhnya.

Kusnandi pun menyambut baik kesiapan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil dan jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jabar menjadi relawan uji klinis vaksin Sinovac.

Baca Juga:  Jabar Butuh 30 Rumah Sakit Lagi

Dia menyatakan, pihaknya terbuka menerima siapa pun yang ingin menjadi relawan atau subyek uji klinis selama memenuhi syarat, seperti minimal berusia 18 tahun dan maksimal berusia 59 tahun.

“(Gubernur menjadi relawan) Bisa, nanti yang akan mengkoordinir kepala dinas kesehatan nanti ada mekanismenya, nanti akan disuntiknya di Unpad,” katanya.

Lebih lanjut Kusnandi mengatakan, setelah disuntik vaksin Sinovac, para relawan dapat beraktivitas seperti biasa. Bahkan, mereka pun dapat bepergian ke luar daerah. Sebab, vaksin Sinovac sama halnya dengan vaksin untuk anak-anak atau vaksin umrah pada umumnya.

Baca Juga:  AlfaCorp Siapkan Gedung Isolasi Pasien Covid, Anies Baswedan: Terimakasih, Pejuang Kemanusiaan

“Kalau orang sehat disuntik vaksin mau kemana-mana juga boleh, anak-anak juga kan sudah divaksin itu jalan ke mana-mana tidak masalah, cuma pada waktu disuntiknya harus dalam keadaan sehat,” terangnya.

Selain sehat, tambah Kusnandi, relawan harus berdomisili di Kota Bandung untuk memudahkan proses pemantauan selama penelitian dilakukan.

“(Bepergian) Boleh, kan kita pakai telepon (pemantauan), cuma dia harus orang Bandung, penduduk Bandung karena dia nanti pulang ke Bandung. Selama penelitian, dia akan dipantau, diambil darah, kemudian pada akhir penelitian diambil darah lagi,” katanya. (red)

Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Keren! Siswi SMP Science Mutiara Insani Purwakarta Berhasil Jadi Juara Nasional Taekwondo

8 November 2022 - 07:38 WIB

Bharada E Minta Ampun ke Keluarga Brigadir J: Saya Akan Bela Abang Yos

26 Oktober 2022 - 08:44 WIB

Respon Keluarga Brigadir J Atas Permintaan Maaf Bharada E: Sudah Ditunggu

19 Oktober 2022 - 10:40 WIB

Kemenkes Hentikan Penjualan Obat Sirup Usai Adanya Kasus Gagal Ginjal

19 Oktober 2022 - 10:27 WIB

Jaksa Bacakan Dakwaan Putri Candrawathi dan Brigadir J

17 Oktober 2022 - 11:11 WIB

Mahfud MD Sebut PSSI, PT LIB, hingga Panpel Tak Mau Tanggung Jawab Kasus Kanjuruhan

12 Oktober 2022 - 13:23 WIB

Trending di Nasional