Menu

Mode Gelap
Yayasan Nuraini Najamudin Raih Penghargaan The most Excellent Islamic Foundation 2022 dari CISA London

Nasional · 23 Jul 2020 07:20 WIB

Covid-19, Relawan Vaksin Hanya untuk Warga Bandung, Dokter dan Bankir Berminat


 Covid-19, Relawan Vaksin Hanya untuk Warga Bandung, Dokter dan Bankir Berminat Perbesar

BANDUNGNEWS.ID. Calon vaksin Covid-19 yang dikembangkan oleh Sinovac Biotech Ltd (Sinovac), perusahaan pengirim vaksin virus corona atau Covid-19 asal China, akan diujicoba dengan cara disuntik kepada 1.620 orang subyek riset berusia 18 hingga 59 tahun.

Demikian disampaikan Ketua tim peneliti uji klinis tahap 3 calon vaksin Covid-19 dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Profesor Kusnandi Rusmil seperti dikutip dari kompas.com

“Harus orang Kota Bandung (tinggal di Kota Bandung) supaya pemantauannya mudah,” kata Kusnadi saat konferensi pers di Rumah Sakit Pendidikan (RSP) Unpad Jalan Prof Eyckman, Kota Bandung, Rabu (22/7/2020).

Baca Juga:  Pemkot Bandung dan Kadin Kolaborasi Vaksin Pelaku UMKM

Menurut Kusnandi, banyak orang dari luar Kota Bandung yang ingin menjadi relawan uji klinis calon vaksin Covid-19.

“Saya enggak tahu jumlahnya, tapi sudah pada telepon kepingin ikut. Tapi kita belum mulai, begitu sudah dapat izin dari komite etik, boleh. Dari luar kota dokter-dokter banyak yang nanya kepingin ikut,” kata Kusnandi.

Selain dokter dan tim medis, Kusnandi mengatakan banyak pula pejabat bank yang ingin menjadi relawan penelitian uji klinis calon vaksin Covid-19.

Baca Juga:  Gedung Sate, Ruang Interaksi Pemerintah dan Masyarakat

“Direktur-direktur bank banyak yang mau ikut, enggak bohong saya. Saya katakan hanya yang tinggal di Kota Bandung. Kalau mau ikut, pindah dulu jadi warga Kota Bandung. Yang di Jakarta, saya tolak,” tuturnya.

Kusnandi menjelaskan, alasan harus warga Kota Bandung yang menjadi relawan penelitian uji klinis calon vaksin Covid-19 agar mudah untuk pemantauannya.

“Selama ikut penelitian 6 bulan lebih kita pantau ketat, 3 hari, 5 hari, 14 hari, dipantau ketat terus dan ada yang mesti diisi dengan elektronik CRF. Harus rutin juga lapor ke puskesmas yang sudah dilatih,” bebernya.

Baca Juga:  Ini Efek Samping Vaksin Corona Sinovac yang Diuji di Bandung

Kusnandi menambahkan, uji klinis menyuntikkan calon vaksin Covid-19 harus melalui persetujuan Komite Etik Penelitian Universitas Padjadjaran.

“Dalam hal melakukan penelitian harus mengikuti kaidah penelitian yang berlaku setelah dapat izin dari Komite Etik,” ujar Kusnandi.

Kusnandi menambahkan, izin penelitian uji klinis calon vaksin Covid-19 yang akan disuntikkan kepada 1.620 orang di Kota Bandung akan dirapatkan dengan Komite Etik Penelitian Unpad, Kamis (23/7/2020). (red)

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Keren! Siswi SMP Science Mutiara Insani Purwakarta Berhasil Jadi Juara Nasional Taekwondo

8 November 2022 - 07:38 WIB

Bharada E Minta Ampun ke Keluarga Brigadir J: Saya Akan Bela Abang Yos

26 Oktober 2022 - 08:44 WIB

Respon Keluarga Brigadir J Atas Permintaan Maaf Bharada E: Sudah Ditunggu

19 Oktober 2022 - 10:40 WIB

Kemenkes Hentikan Penjualan Obat Sirup Usai Adanya Kasus Gagal Ginjal

19 Oktober 2022 - 10:27 WIB

Jaksa Bacakan Dakwaan Putri Candrawathi dan Brigadir J

17 Oktober 2022 - 11:11 WIB

Mahfud MD Sebut PSSI, PT LIB, hingga Panpel Tak Mau Tanggung Jawab Kasus Kanjuruhan

12 Oktober 2022 - 13:23 WIB

Trending di Nasional