Dari Mana Kata ‘Mudik’ Berasal? Cek Faktanya


Mudik
Ilustrasi Mudik. (Foto: Instagram @odikUul1)

BANDUNG NEWS – Istilah ‘mudik’ populer di Indonesia terutama ketika menjelang Idul Fitri setiap tahunnya. Tapi tidak semua orang tahu dari mana asal usul istilah mudik yang digunakan sampai hari ini.

Zaenuddin MH dalam bukunya Asal Usul Djakarta Tempo Doeloe, menyebut bahwa istilah mudik berasal dari kata “udik” yang bisa artikan selatan atau hulu.

Pada jaman dahulu sebelum Jakarta mengalami ubarnisasi besar-besaran, terdapat nama banyak daerah yang berakhiran “udik” atau “ilir”. Seperti Merayu Udik, Merayu Ilir, Sukabumi Udik, Sukabumi Ilir dan sebagainya.

Baca Juga:  Olahraga 5 Menit Setiap Hari Bisa Menyehatkan Tubuh

Pada kurun waktu di mana Jakarta masih bernama Batavia, suplai hasil bumi Kota Batavia berasal dari sejumlah wilayah di luar tembok kota di setalan. Fenomena ini menjadi jawaban mengapa sebagian nama wilayah di Jakarta berkaitan dengan nama-nama tumbuhan. Misalnya Kebon Jeruk, Kebon Kopi, Kebon Nanas, Kemanggisan, Duren Kalibata dan lain sebagainya.

Saat itu, banyak para petani dan pedagang membawa dagangan mereka berupa hasil bumi melalui sungai. Dari situlah kemudian lahir istilah hilir-mudik, yang artinya sama dengan bolak-balik.

Baca Juga:  Wargi Bandung, Jangan Lewatkan Foto Bareng Ariel Noah dan Al Ghazali di 3Second Family Store, Begini Caranya!

Merujuk pada cerita di atas, maka pada mulanya mudik adalah akronim dari “Menuju Udik” ketika para petani dan pedagang pulang dari kota ke ladang mereka. Kejadian itu terus berlanjut sampai hari ini, di mana para buruh di Kota Besar hendak  kampung.

Arti Mudik Hari Ini

Merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), mudik sinonim dengan pulang kampung. Mudik diartikan sebagai aktivitas perantau atau pekerja migran yang pulang ke kampung halamannya.

Arti mudik pada jaman sekarang identik dengan tradisi tahunan menjelang hari raya Idul Fitri, atau hari raya besar lainnya. Mudik dilakukan untuk berkumpul dengan sanak saudara yang tersebar di perantauan, menjawab kerinduan untuk bertemu.

Baca Juga:  Selain Diet, Jalankan 5 Cara Ini Bisa Menurunkan Berat Badan

Jika dahulu, mudik para pekerja di Batavia menggunakan kendaraan seadanya atau bahkan berjalan kaki, hari ini mudik digelar dengan cara yang lebih efisien. Transfortasi yang umum digunakan antara lain: pesawat terbang, kereta api, kapal laut, bus, dan kendaraan pribadi seperti mobil dan sepeda motor, bahkan truk dapat digunakan untuk mudik.

(dra)