Diduga Terserang Ledakan Bom, Mantan Presiden Maladewa Terluka


Bom
Ilustrasi Ledakan Bom. (Foto: pixabay/PDPhotos)

BANDUNG NEWS Mantan presiden Maladewa dan Ketua Parlemen Mohamed Nasheed terluka dalam ledakan bom di luar rumah keluarganya pada hari Kamis (6/5/2021).

“Setelah ledakan … Ketua Parlemen Mohamed Nasheed menderita luka-luka dan saat ini menerima perawatan di Rumah Sakit ADK [di ibu kota Male],” kata Polisi dalam sebuah pernyataan, dikutip dari aljazeera.com, Jumat (7/5/2021).

Foto yang beredar di media sosial menunjukkan sepeda motor robek di tempat kejadian. Tetapi polisi tidak mengatakan apakah ledakan bom itu merupakan upaya pembunuhan.

Menteri Dalam Negeri Maladewa, Imran Abdulla, mengatakan kepada saluran televisi lokal bahwa luka-luka Nasheed tidak mengancam nyawa dan bahwa pemerintah akan menerima bantuan dari badan-badan asing dalam penyelidikannya.

Seorang pejabat pemerintah Maladewa tak dikenal mengatakan kepada kantor berita AFP melalui telepon bahwa “Nasheed lolos dari upaya pembunuhan”.

Terkena Pecahan Peluru

Seorang anggota keluarga Mantan Persiden Maladewa itu mengatakan bahwa Nasheed menderita beberapa luka.

“Mereka telah membiusnya. Ada luka yang lebih dalam di salah satu lengannya, ”kata anggota keluarga itu kepada AFP, berbicara tanpa menyebut nama.

Dia mengatakan Nasheed responsif dan berbicara dengan dokter saat dia dirawat dengan cedera pecahan peluru.

Setidaknya satu pengawalnya juga dibawa ke rumah sakit. Saluran TV pemerintah PSM melaporkan bahwa seorang turis asing juga terluka.

Dalam sebuah pernyataan di Twitter, Menteri Luar Negeri Abdulla Shahid mengatakan: “Serangan pengecut seperti ini tidak memiliki tempat dalam masyarakat kita. Pikiran dan doa saya bersama Presiden Nasheed dan orang lain yang terluka dalam serangan ini, serta keluarga mereka. “

Pemimpin Pertama yang Terpilih Secara Demokratis

Nasheed menjadi ketua parlemen, posisi terkuat kedua di negara Samudra Hindia itu, setelah partainya menang telak dalam pemilihan pada April 2019.

Dia menjadi presiden pertama yang dipilih secara demokratis di negara itu setelah memenangkan pemilihan multipartai pertama pada tahun 2008.

Dia digulingkan dalam kudeta pada tahun 2012 dan tidak dapat mengikuti pemilihan presiden 2018 setelah dia dihukum atas tuduhan pidana.

Namun, dia kembali ke negara itu dari pengasingan setelah partainya memenangkan pemilihan presiden 2018 dan kemudian masuk parlemen.

Maladewa terkenal dengan pulau resor mewahnya tetapi jarang terjadi serangan kekerasan. Pada 2007, ledakan di sebuah taman di ibu kota melukai 12 turis asing. Pada 2015, mantan Presiden Abdulla Yameen lolos tanpa cedera setelah terjadi ledakan di speedboat miliknya.

(dra)