Menu

Mode Gelap
Yayasan Nuraini Najamudin Raih Penghargaan The most Excellent Islamic Foundation 2022 dari CISA London

Uncategorized · 13 Mei 2022 23:53 WIB

Digitalisasi dan Literasi Keuangan Harus Berjalan Beriringan


 Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Setiawan Wangsaatmaja saat melepas Roadshow Protokol Kesehatan Dinas Kesehatan  Jabar, di halaman depan Gedung Sate Bandung, Senin (23/05/2022). (Foto: Dani/Biro Adpim Jabar) Perbesar

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Setiawan Wangsaatmaja saat melepas Roadshow Protokol Kesehatan Dinas Kesehatan  Jabar, di halaman depan Gedung Sate Bandung, Senin (23/05/2022). (Foto: Dani/Biro Adpim Jabar)

BANDUNG NEWS— Digitalisasi keuangan merupakan keharusan, terutama di tengah pandemi COVID-19. Namun, digitalisasi keuangan perlu disertai dengan peningkatan literasi keuangan, khususnya bagi pelaku UMKM.

Hal itu dikatakan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Setiawan Wangsaatmaja saat menjadi narasumber Workshop Side Event G20: Digital Financial Inclusion for Unlocking Post-Pandemic Regional Growth di Hotel Mercure Nusa Dua Bali, Kamis (12/5/2022).

Baca Juga:  Cegah Perundungan, Ridwan Kamil: Guru Awasi Jam - Jam Kritis

“Untuk diketahui, di Indonesia, transaksi e-commerce yang tadinya di tahun 2020 hanya sekitar Rp266 triliun, mengalami peningkatan di tahun 2021 menjadi Rp400 triliun. Artinya ada kenaikan 50 persen,” kata Setiawan.

Menurut Setiawan, peningkatan transaksi di e-commerce tersebut mendorong pelaku UMKM untuk meningkatkan literasi digital. Tujuannya agar pelaku UMKM dapat berkembang, baik dalam hal pendanaan maupun transaksi.

Baca Juga:  Pemkot Bandung Tentukan Langkah Soal PSBB Besok

“Tantangannya yaitu pertama harus mengintervensi mereka dengan cara pelatihan dan edukasi supaya mereka familiar dengan digital. Jadi proses digitalisasi untuk UMKM ini harus,” tuturnya.

“Yang kedua transaksi keuangannya juga harus digital. Jadi dua hal yang barangkali harus kita tempuh untuk di Jawa Barat,” imbuhnya.

Selain itu, Setiawan juga memaparkan tiga program kerja Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Provinsi Jabar. Pertama, perluasan akses keuangan.

Baca Juga:  Ridwan Kamil Tantang PWRI Jabar Hasilkan Gagasan Terkait Isu Kekinian

“Kedua, inklusi digital meliputi Digitalisasi Layanan Keuangan Daerah, Sinergi Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) dan Digitalisasi Pembiayaan melalui KUR Online,” ucapnya.

“Ketiga, edukasi dan literasi meliputi Sekoper Cinta, Pusat Pemulihan Ekonomi Daerah dan melalui tpakdjabar.id,” tambahnya.

Artikel ini telah dibaca 21 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Doakan Ganjar Pranowo, GMP Gelar Program Mengaji

24 November 2022 - 10:29 WIB

Cara Cek dan Registrasi IMEI Untuk Pelanggan XL Axiata

28 Oktober 2022 - 07:14 WIB

Fakta: Perempuan Lebih Mengingat Kata-kata Dibandingkan Laki-laki

19 Oktober 2022 - 09:05 WIB

3 Tersangka Judi Online Ditangkap, Polisi: Bukan Jaringan Apin BK

15 Oktober 2022 - 09:42 WIB

Hati-hati, BMKG Sebut Cuaca Ekstrem di Jawa Barat akan Terjadi Sepekan Kedepan

10 Oktober 2022 - 10:08 WIB

Rizky Billar Mangkir dari Pemeriksaan, Kedapatan Ngamuk di Media Sosial

10 Oktober 2022 - 09:48 WIB

Trending di Uncategorized