Dinilai Rugikan Warga, LSM LGI Tuntut PT KAI Terkait Proyek Ddoble Track

  • Bagikan

BANDUNG NEWS – Puluhan anggota Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Laskar Garuda Indonesia (LGI) menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor PT KAI di Stasiun Selatan Kiaracondong, Jumat (13/1/2023).

Koordinator aksi, Isah mengatakan aksi tersebut dilakukan karena pihak PT KAI mengabaikan keselamatan masyarakat karena proyek jalur ganda (double track) jalur Kiaracondong – Cicalengka.

Menurutnya, pihak pemegang proyek mengabaikan keselamatan dan kenyamanan warga setempat.

“Waktu musim hujan jalan depan rumah kami menuju proyek becek. Tolong di bantu kebersihannya, Tapi tidak didengar sampai tanah merahnya naik ke jalan aspal.

Baca Juga:  Inovasi Pemkot Bandung, Ketahui Kesehatan Hewan Kurban Bisa Lewat Aplikasi e-Selamat

Hal itu menurut Isah mengakibatkan banyak pengendara sepeda motor mengalami kecelakaan akibat licinnya jalan.

“Kami harus membersihkan tanah proyek itu setiap hari agar jalan tidak licin,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Umum Laskar Garuda Indonesia (LGI) Ifan Andita meminta perusahaan pemenang tender agar lebih memperhatikan masyarakat sekitar.

“Kami meminta Balai Teknik Perkeretaapian Jawa Bagian Barat sebagai satuan kerja (Satker), untuk memberikan perhatian yang serius terhadap dampak sosial,” ujarnya.

Baca Juga:  Dikawal Para Santri, Abu Bakar Ba'asyir Mengikuti Upacara Kemerdekaan RI ke-77

Adapun tuntut Laskar Garuda Indonesia (LGI) kepada Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Jawa Bagian Barat, diantaranya.

1. Menuntut Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Jawa Bagian Barat sebagai satuan kerja (Satker), untuk memberikan perhatian yang serius terhadap dampak sosial yang diakibatkan adanya proyek jalur ganda (double track) Kereta Api Kiaracondong – Cicalengka

Baca Juga:  PPKM Kota Bandung Masih Level 4, Oded Siapkan Hal ini

2. Menuntut Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Jawa Bagian Barat selaku Satker, untuk melakukan pengawasan secara langsung terhadap kondisi yang terjadi di masyarakat Serta menjadi bagian dari solusi.

3. Menuntut kepada kepala Balai Teknik Perkeretaapian Jawa Bagian Barat, untuk memastikan adanya Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) sesuai aturan Undang-undang.

  • Bagikan