Menu

Mode Gelap
 

Seleb ยท 6 Sep 2021 13:12 WIB

DPR Minta Lembaga Penyiaran Boikot Terpidana Pedofil Saipul Jamil


 DPR Minta Lembaga Penyiaran Boikot Terpidana Pedofil Saipul Jamil Perbesar

BANDUNG NEWS – Anggota Komisi 1 DPR RI dari Fraksi NasDem, Muhammad Farhan menekankan semua pihak untuk tidak memberikan apresiasi atas bebasnya mantan terpidana kasus pelecehan itu. Pihaknya meminta publik figur, media jangan memeriahkan bebasnya Saipul Jamil.

Diketahui, pedangdut Saipul Jamil bebas murni pada Kamis 2 September 2021 dari Lapas Cipinang setelah menjalani masa hukuman delapan tahun penjara atas dua perkara salahsatunya kasus pencabulan.

Namun, bebasnya pesohor ini jadi sorotan karena disambut meriah hingga masuk televisi yang memicu sentimen sosial, Glorifikasi dan bahaya normalisasi kekerasan seksual.

“Tekanan masyarakat untuk boikot SJ (Saipul Jamil) lebih efektif dan lebih didengar oleh televisi Nasional, daripada himbauan KPI. Maka saya ajak masyarakat untuk lakukan kontrol sosial dan tekanan publik kepada televisi Nasional yang mengabaikan tanggung jawab sosialnya,” tegas Farhan dalam keterangan persnya, Senin 6 September 2021.

Baca Juga:  Simpan Ganja Polres Jakarta Barat Tangkap Musisi Anji Manji

Menurutnya, kemeriahan yang terjadi saat bebasnya Saipul hingga yang bersangkutan hadir dalam sebuah program tv harus jadi pelajaran. “Saya sangat prihatin atas euphoria pembebasan SJ yang merupakan pelaku pedophilia, bahkan disorot di media seperti ‘dielu-elukan’, sementara itu tidak ada satupun yang berusaha menengok kondisi pasca trauma sang korban,” katanya.

“Saya sudah minta kepada KPI Pusat untuk meminta semua lembaga penyiaran Nasional tidak menayangkan apalagi mengikat kontrak kerja dengan SJ yang merupakan pelaku pedofilia,” tambahnya.

Baca Juga:  Jarang Orang Tau, Ini Tips Parenting Raffi Ahmad yang Patut Dicontoh

KPI, menurutnya, harus bergerak cepat ketika bebasnya Saipul Jamil. “KPI sudah seharusnya tanggap dan tegas terhadap penayangan yang melakukan glorifikasi terhadap pelaku pedofilia. Maka media penyiaran Nasional memiliki tanggung jawab sosial untuk memastikan bahwa tayangan mereka tidak ‘menormalkan’ pelaku pedofilia,” terangnya.

“Adanya ajakan boikot SJ dari masyarakat layak disambut positif dan didukung. Sikap ini menunjukan bahwa sebagian masyarakat sudah menunjukan kesadaran dan keberpihakan kepada upaya menegakan keadilan dalam kasus – kasus kekerasan atau pelecehan seksual,” tambahnya.

Farhan memastikan, fenomena Saipul Jamil jadi pemicu DPR untuk mempercepat pengesahan RUU Tindak Pidana Kekerasan Seksual. “Saatnya kita menguatkan dukungan kuat untuk memberlakukan dengan segera yang mengatur upaya pencegahan, penanggulangan, penindasan, pembinaan dan rehabilitasi kasus pelecehan dan kekerasan seksual,” terangnya.

Baca Juga:  Sudah Jadi Penyanyi Populer Kok Main Gundam? Ini Alasan Ariel Noah

Sebelumnya, Petisi berisi ajakan untuk memboikot Saipul Jamil dari televisi kini sudah hampir mencapai 300 ribu tandatangan. Petisi yang ditujukan kepada Komisi Penyiaran Indonesia itu tepatnya sudah mencapai lebih dari 283.963 tanda tangan.

Sejak dinyatakan bebas, Saipul Jamil memang menjadi sorotan. Bukan hanya karena penyambutan luar biasa dan gaya parlentenya naik mobil porsche, tapi karena banyaknya tawaran pekerjaan untuk pedangdut berusia 41 tahun itu kembali ke layar kaca.

(amt)

Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Nikita Mirzani Tepis Tudingan Punya Hubungan dengan Ferdy Sambo

22 Agustus 2022 - 13:22 WIB

Hamil Anak Kedua, Kartika Putri Berencana Babymoon ke Inggris

14 Agustus 2022 - 08:30 WIB

Raffi Ahmad Buka-bukaan Soal Jatah Uang ke Nagita Slavina, Bisa Capai Rp200 Juta

26 Juli 2022 - 16:34 WIB

Jadi Korban Mafia Tanah, Nirina Zubir Ingin Hukuman Setimpal

19 Juli 2022 - 08:00 WIB

Mangkir dari Panggilan, Polisi Bakal Jemput Paksa Nindy Ayunda

18 Juli 2022 - 18:42 WIB

Dugaan Kasus Pidana ITE, Nikita Mirzani Ditetapkan Sebagai Tersangka

16 Juli 2022 - 16:02 WIB

Trending di Seleb