Menu

Mode Gelap
Yayasan Nuraini Najamudin Raih Penghargaan The most Excellent Islamic Foundation 2022 dari CISA London

Jabar · 2 Des 2020 17:34 WIB

DPR RI Ingatkan Pemerintah Agar Program BKKBN Tetap Berjalan


 Kegiatan BKKBN Jabar. Perbesar

Kegiatan BKKBN Jabar.

BANDUNG NEWS – BKKBN Jawa Barat (Jabar) bersama mitra kerja Komisi IX DPR RI menggelar kegiatan sosialisasi program Bangga Kecana perwakilan di halaman Kampung KB ‘Sedap Malam’ di Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, Rabu (2/12/2020).

Dalam kegiatan itu hadir Sekretaris BKKBN Jabar, Drs Rahmat Mulkan, M.Si, kemudian Anggota Komisi IX DPR RI, Intan Fauziah, SH, LLM, dari Dinas KB Kota Bekasi, Dr Marisi, Spd, MPd, serta para peserta sosialisaasi dan beberapa undangan lainnya.

Diawali penyambutan oleh pengurus Kampung KB Sedap Malam dengan menampilkan Yel yel dan ‘Mars KB’ dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dipandui/delijen oleh Eka. Acara kemudian di buka oleh MC. Ustad Hipsy, yang sekaligus sebagai pembaca doa.

Pada kesempatan itu, Rahmat Mulkan, manyampaikan, bahwa KKBPK kini namanya diganti menjadi Bangga Kencana. Dia mangatakan nama tersebut merupakan masukan dari Intan Fauziah, anggota komisi IX DPR RI. “Ini masukan dari Bu Intan, agar lebih mudah di inggat oleh masyarakat. Karena sasaran BKKBN adalah anak milenieal atau orang tua milenial. Tujuannya agar adanya perubahan paradigma menjadi keluarga berkualitas,” tutur Rahmat.

Baca Juga:  Atalia Ridwan Kamil Bagikan Rantang Cinta di Pangandaran

Kemudian lanjut dia, tagline 2 anak cukup sudah berganti menjadi 2 anak lebih Sehat. Dan, untuk menjadi keluarga yang berkualitas lanjutnya, harus dapat melakukan/mengikuti 8 fungsi keluarga, yaitu: fungsi keagamaan, fungsi sosial budaya, fungsi cinta kasih, fungsi perlindungan, fungsi reproduksi, sosialisasi dan pendidikan, fungsi ekonomi dan fungsi pembinaan lingkungan, jelas Rahmat.

Terkait usia ideal menikah disampaikan juga oleh Rahmat. Menurutnya dalam BKKBN, usia menikah idealnya adalah 21 tahun untuk perempuan 25 laki laki. “Jadi usia pernikahan minimal untuk perempuan harus 21. Hal itu maksud secara kesiapan kandungan dan ekonomi,” ujarnya.

“Dimasa pandemi ini, reproduksi kehamilan harap dijaga, serta menjaga kesehatan lingkungan sekitar. Karena menjaga kebersihan merupakan salah satu upaya agar Covid-19 tidak meningkat dan tidak menyebar,” tutup Rahmat.

Tamushadi, selaku ketua Kampung KB Sedap Malam, menambahkan. Menurutnya, kampung KB Sedap Malam, tetap mematuhi protokol kesehatan, dan terus menjalankan program 3M (Mencuci tangan, Memakai masker dan Menjaga jarak). Ia pun, menyampaikan secara singakt, bahwa sejarah tempat Kampung KB Sedap Malam ini dan pendanaan yang masih mandiri, ucapnya.

Baca Juga:  Gelar Silaturahmi, Dir Intelkam Polda Jabar Ajak Mahasiswa Jaga Kondusivitas

Selanjutnya Sekretaris Kelurahan Jati Rahayu, Karya Sukmawijaya, secara singkat juga menyampaikan, dirinya merasa senang dan bangga serta mengucapkan terima kasih atas kehadiran Ibu Dewan (DPR RI) dan perwakilan BKKBN Jabar. Karena telah berkenan mengadakan kegiatan sosialisasi di Kampung KB Sedap Malam, yang terbaik se-Bekasi Kota, terangnya.

Sementara itu, Dr Marisi, mengatakan akan terkait kebutuhan dana bagi Kampung KB. Dia juga berharap kepada pihak terkait agar dapat memperjuangkan anggaran Kampung KB, baik ke pusat maupun daerah (provinsi). “Semoga kondisi Covid-19 ini cepat berlalu. Dengan begitu Bekasi semakin hari semakin membaik. Dan itu bisa terjadi karena kita menerapkan prilaku 3M, pungkasnya.

Sedangkan anggota DPR RI, Intan Fauziah, mengatakan bahwa Komisi IX, terus berkordinasi dengan pemerintah terkait penanganan Covid-19. Di sisi lain kegiatan terutama program BKKBN harus tetap berjalan untuk realisasi pencapaian. Dan juga anggaran harus bermanfaat untuk masyarakat.

Baca Juga:  PPKM Mikro di Jabar Tekan Persentase Kasus Aktif COVID-19 dan BOR Isolasi

Ia pun meminta harus ada peningkatan, sehingga menjadi keluarga berkualitas. Kampung KB Sedap Malam, sudah berubah dan bagus. “Mudah-mudahan dengan kehadiran dari komisi IX DPR RI dan BKKBN Jabar, dapat menjadi lebih baik dan terus berkembang,” harapnya.

Menurut Intan, banyak anggaran di pusat bisa di alokasikan ke daerah, artinya perlu koordinasi dengan pemerintah. Intan pun sekilas memaparkan anggaran yang sudah di realisasikan di Kota Bekasi. Seperti, jembatan gantung Kota Bekasi yang menghubungkan Bekasi Timur dan Selatan. “Namun demikian, tak bisa dipungkiri bahwa di tahun 2020 ini, banyak anggaran yang kesedot untuk penanganan Covid-19,” ujar Intan.

Usai acara sosialisasi, anggota komisi IX DPR RI dan Perwakilan BKKBN Jabar, membagikan bantuan alat cuci tangan (Westafel) untuk Kampung KB. Serta paket sembako serta batik Bangga Kencana. Pembagian dilakukan secara simbolis kepada peserta sosialisasi. Dan, selanjutnya sembako akan di bagi kepada masyarakat setempat.

(bnd)

 

Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Digelar di Ponpes Miftahul Huda, GMP Berbagi Berlangsung Khidmat

28 November 2022 - 23:25 WIB

GMP Berbagi

Jabar MoU dengan Pemerintah Pusat, Komitmen Pengelolaan Sampah Citarum

19 November 2022 - 07:46 WIB

Ridwan Kamil Minta Polemik Pembangunan Masjid Margonda Depok di Musyawarahkan Sebaik Mungkin

18 November 2022 - 08:08 WIB

Wagub Jabar Lepas Ekspor Tanaman Hias di CPF 2022

11 November 2022 - 12:28 WIB

Atalia Praratya Raih Penghargaan Kategori Promoter Literacy di IKAPI Awards 2022

10 November 2022 - 07:36 WIB

Jabar Data Viz Festival Ajak Warga dan ASN Jadi Agent of Change

8 November 2022 - 08:07 WIB

Trending di Jabar