Menu

Mode Gelap
 

Uncategorized ยท 26 Agu 2020 17:40 WIB

Edhy Prabowo Sudah Ringkus 71 Kapal Pencuri Ikan!


 Edhy Prabowo Sudah Ringkus 71 Kapal Pencuri Ikan! Perbesar

BANDUNGNEWS.ID- Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo menyatakan, pihaknya telah menenggelamkan sebanyak 71 kapal pencuri ikan selama menjabat sebagai Menteri KKP.

Dari jumlah tersebut, 27 unit diantaranya ialah kapal milik Vietnam, lalu 14 unit milik Filipina, 12 unit milik Malaysia dan 1 unit milik Taiwan.

“71 kapal itu sejak saya menjabat jadi Menteri KKP. Sejak 23 Oktober 2019,” ujar Edhy di kantornya, Jakarta (26/8/2020).

Baca Juga:  Ridwan Kamil Pastikan Sistem Pelayanan Jemaah Haji Jabar Maksimal

Pada tanggal 20 Agustus, sebanyak 2 Kapal Ikan Asing (KIA) Ilegal berbendera Vietnam yang melakukan pencurian ikan di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPP-NRI) 711 Laut Natuna Utara tak berkutik saat disergap oleh Kapal Pengawas Perikanan Hiu 03 pada Kamis (20/8).

Edhy bilang, awak kapal pengawas KP. Hiu 03 yang dinakhodai oleh Ardiansyah Pamuji berhasil melumpuhkan kapal yang diduga melakukan kegiatan penangkapan ikan dengan alat tangkap pair trawl tersebut.

Baca Juga:  Ketua Pansus II DPRD Jabar Apresiasi Pembangunan Rumah Tinggal Layak Huni

Sedikit berbeda dengan penangkapan-penangkapan sebelumnya yang selalu diwarnai aksi kejar-kejaran dan perlawanan terhadap aparat Indonesia, penangkapan kali ini berlangsung relatif tanpa perlawanan. Kedua kapal tersebut tak berbuat banyak ketika diciduk oleh Awak Kapal Pengawas KKP.

“Alhamdulillah, proses penangkapan relatif tanpa perlawanan. Ini membuktikan menunjukan kita tidak lengah mengawal laut besar kita dan mudah-mudahan ini menjadi sikap tegas bahwa mereka semakin gentar dan khawatir kalau masuk ke wilayah kita,” katanya.

Baca Juga:  Ridwan Kamil Tandatangani Nota Kesepakatan KUPA-PPAS Tahun Anggaran 2020

Ke depan, pihaknya akan berkomunikasi dengan negara-negara tetangga agar praktik illegal fishing ini bisa pelan-pelan dihilangkan dengan mengedepankan upaya diplomatis agar saling menguntungkan satu sama lain.

“Jadi kita tawarkan beberapa langkah solusi sebetulnya yang menguntungkan kedua belah pihak dan kita tidak dirugikan dan saling menghormati. Kami juga sudah berkomunikasi dengan Kemenlu terkait hal ini,” tuturnya. [red]

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

PMK di Jabar Menurun, Uu Ruzhanul: Vaksinasi dan Skrining Hewan Tetap Jalan

30 Juli 2022 - 19:34 WIB

Atalia:Sekoper Cinta Tumbuhkan Ekonomi dari Kreativitas Perempuan

28 Juli 2022 - 20:22 WIB

Ridwan Kamil Tantang PWRI Jabar Hasilkan Gagasan Terkait Isu Kekinian

28 Juli 2022 - 19:36 WIB

Ridwan Kamil Bertemu Ironman Asal Cirebon

28 Juli 2022 - 17:34 WIB

Ridwan Kamil Dukung Ekspresi Warga di Ruang Publik Asal Jaga Ketertiban

28 Juli 2022 - 16:54 WIB

Cegah Perundungan, Ridwan Kamil: Guru Awasi Jam – Jam Kritis

28 Juli 2022 - 16:51 WIB

Trending di Uncategorized