Menu

Mode Gelap
 

Ekbis ยท 27 Jan 2021 14:57 WIB

Ekonomi Belum Stabil, TP-PKK Gencarkan Bandung Tanginas


 Ketua TP PKK Kota Bandung, Siti Muntamah Oded (Foto: Humas Kota Bandung). Perbesar

Ketua TP PKK Kota Bandung, Siti Muntamah Oded (Foto: Humas Kota Bandung).

BANDUNG NEWS – Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Bandung terus menggencarkan program Bandung Tanginas (Tanggap Stunting dengan Pangan Aman dan Sehat).

Pasalnya, pandemi Covid-19 yang berdampak pada sektor ekonomi juga mampu memengaruhi peningkatan angka kasus stunting (gagal tumbuh), khususnya bagi masyarakat menengah ke bawah.

“Hasil pengukuran bulan Desember ketika dipublikasi naik 3 persen, dari 8 menjadi 11 persen,” terang Ketua TP PKK Kota Bandung, Siti Muntamah Oded kepada Humas Kota Bandung, Rabu (27/1/2021).

Umi Oded sapaannya menerangkan, peningkatan kasus stunting terjadi karena ekonomi masyarakat terdampak pandemi Covid-19. Sehingga, daya beli masyarakat terhadap asupan gizi yang baik bagi anak menjadi rendah.

Baca Juga:  Phinera Wijaya: Vaksinasi COVID-19 Bagian Penting Tuntaskan Pandemi COVID-19

“Saya pikir yang penting itu gizi karena stunting itu kan dia tidak berkembang, pendek, dia tidak bisa tumbuh dengan sempurna,” ujar Umi.

“Keluarga di Kota Bandung memiliki pengetahuan literasi gizi baik itu hanya 44 persen, ternyata masyarakat itu tidak terlalu memerhatikan tentang gizi,” imbuhnya.

Maka itu, pihaknya pun telah menyiapkan sejumlah upaya untuk menekan angka stunting, seperti pemberian pangan aman serta sehat kepada ibu hamil dan baduta.

Baca Juga:  Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandung Soroti Kendala dan Strategi Atasi Masalah TPA Sarimukti

Termasuk, memberikan sarana dan prasarana alat ukur bagi Posyandu.

Sarana Prasarana di Posyandu Kota Bandung Belum Memiliki Alat Ukur yang Standar

Salah satu catatan, sarana dan prasarana di Posyandu yang berjumlah 1.988 di Kota Bandung belum semuanya memiliki alat ukur yang (sesuai) standar.

Selain itu, beber Umi, pihaknya juga akan meningkatkan kapasitas kader Posyandu dalam mendampingi dan mengedukasi keluarga yang memiliki anak stunting.

Bahkan, Promosi Kesehatan (Promkes) terkait literasi gizi pun akan pihaknya kembangkan.

“Gerakan masyarakat sehat ini harus terus kita perluas, sehingga derajat kesehatan masyarakat naik. Kalau derajat kesehatan masyarakat naik, secara otomatis literasi gizi di keluarga meningkat,” bebernya.

Baca Juga:  Kampung Dago Pojok Bukti Kreativitas Anak Bandung

Sementara yang terakhir dan tidak kalah penting untuk menekan kasus stunting adalah baiknya akses sanitasi.

Ia pun bersyukur karena saat ini Kota Bandung terus bergerak menuju perbaikan akses sanitasi yang telah mencapai 75 persen.

“Ini tentu saja kita bangga karena di tengah pandemi Covid-19 kita mampu menghadirkan ODF 100%. Saya pikir ini penting untuk menekan angka prevalensi dari penyebab stunting,” tutup Umi.

(Mil)

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Dibagi 3 Pasukan, Berikut Daftar 99 Anggota Paskibra Kota Bandung

16 Agustus 2022 - 08:22 WIB

Sambut HUT RI ke-77, Sekda Kota Bandung Kukuhkan 99 Anggota Paskibra

16 Agustus 2022 - 08:12 WIB

Pemkot Bandung Gelar Pameran Produk UMKM di Kuta Bali

15 Agustus 2022 - 08:14 WIB

Peringati Hari Koperasi, Pemkot Bandung Bakal Gelar Pameran Produk UMKM

13 Agustus 2022 - 09:30 WIB

Reformasi Birokrasi, Pemkot Bandung Evaluasi SAKIP

12 Agustus 2022 - 10:22 WIB

Pemkot Bandung Raih Peringkat Satu Transaksi Digital se-Jabar

9 Agustus 2022 - 18:11 WIB

Trending di Kota Bandung