Menu

Mode Gelap
Yayasan Nuraini Najamudin Raih Penghargaan The most Excellent Islamic Foundation 2022 dari CISA London

Dunia · 23 Jul 2020 11:27 WIB

Ekonomi Korsel Jatuh ke Dalam Resesi pada Kuartal II Tahun Ini


 ilustrasi/net Perbesar

ilustrasi/net

BANDUNGNEWS.ID – Akibat adanya penurunan paling dalam selama dua dekade dari sisi ekspor, ekonomi Korea Selatan (Korsel) jatuh ke dalam resesi pada kuartal II tahun ini.

Melansir Reuters, Kamis (23/7/2020) anjloknya ekspor disebabkan pembatasan sosial untuk mencegah penyebaran virus. Hal itu membuat kinerja pabrik lumpuh.

Bank of Korea mengatakan, ekonomi Korselmenyusut -3,3%. Itu adalah kontraksi paling tajam sejak kuartal pertama 1998. Angka itu juga lebih dalam dari perkiraan jajak pendapat yang digelar Reuters di angka -2,3%.

Baca Juga:  Pemprov Jabar Terapkan Prinsip Kehati-hatian dalam Pelaksanan Belajar Tatap Muka

“Sementara pengeluaran konsumen harus secara bertahap pulih, ancaman dari virus tidak mungkin memudar sepenuhnya dan pembatasan jarak sosial mungkin harus tetap dilakukan,” kata Ekonom Capital Economics Asia Alex Holmes.

“Sementara itu, permintaan global hanya akan pulih perlahan yang akan membebani pemulihan ekspor,” tambahnya

Produk domestik bruto (PDB) Korsel turun 2,9% secara year-on-year. Penurunan terbesar sejak kuartal keempat 1998.

Ekspor, yang menyumbang hampir 40% dari ekonomi Korsel, adalah hambatan terbesar dari penyusutan ekonomi ini. Ekspor tercatat turun 16,6% dan menjadi yang terburuk sejak 1963.

Baca Juga:  Sekitar 40 Orang Positif Corona, Seluruh Karyawan Gedung Sate WFH hingga 14 Agustus

Investasi konstruksi turun 1,3% kuartal-ke-kuartal, sedangkan investasi modal turun 2,9%. Output dari sektor manufaktur dan jasa turun masing-masing sebesar 9,0%, dan 1,1%.

Namun masih ada yang positif, konsumsi rumah tangga masih naik 1,4%. Hal itu berkat pemberian bantuan uang tunai pemerintah yang mendorong pengeluaran masyarakat untuk restoran, pakaian, dan kegiatan rekreasi.

Baca Juga:  Dovizioso Tetap Mau Hengkang Aja dari Ducati

Menteri Keuangan Korsel Hong Nam-ki mengatakan ekonomi kemungkinan baru akan pulih di kuartal ketiga.

“Adalah mungkin bagi kita untuk melihat rebound seperti Cina pada kuartal ketiga ketika pandemi melambat dan aktivitas produksi di luar negeri, sekolah dan rumah sakit berlanjut,” kata Hong.

Pemerintah Korsel telah meluncurkan sekitar 277 triliun won (US$ 231 miliar) sebagai stimulus untuk mengatasi dampak ekonomi yang disebabkan oleh pandemi. (red)

Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Yayasan Nuraini Najamudin Raih Penghargaan The most Excellent Islamic Foundation 2022 dari CISA London

27 Oktober 2022 - 17:17 WIB

Bayern Munchen Resmi Boyong Matthijs De Ligt dari Juventus

20 Juli 2022 - 08:00 WIB

Hari Tanpa Bayangan Matahari Akan Terjadi di Indonesia

29 Agustus 2021 - 10:19 WIB

Gubernur Jabar Luncurkan Sentra Vaksinasi Silih Tulungan di Karawang

11 Agustus 2021 - 10:28 WIB

Ketum PPIT Nanjing 2020-2021: Surat Edaran PPI Tiongkok Batasi Ruang Pengabdian

10 Agustus 2021 - 17:17 WIB

Alasan Pandemi, Pemerintah Tidak Berangkatkan Jemaah Haji dari Indonesia

3 Juni 2021 - 14:47 WIB

jemaah haji
Trending di Dunia