Menu

Mode Gelap
Yayasan Nuraini Najamudin Raih Penghargaan The most Excellent Islamic Foundation 2022 dari CISA London

Uncategorized · 3 Feb 2021 13:11 WIB

Gebyar Vaksinasi Covid-19, Percepat Herd Immunity


 Gebyar Vaksinasi Covid-19, Percepat Herd Immunity (Foto: Humas Kota Bandung) Perbesar

Gebyar Vaksinasi Covid-19, Percepat Herd Immunity (Foto: Humas Kota Bandung)

BANDUNG NEWS Р Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mengapresiasi langkah Pemprov Jawa Barat yang menggelar Gebyar Vaksin Covid-19 dengan sasaran 3.000 Tenaga Kesehatan dan Tenaga Non Kesehatan Wilayah Jawa Barat di Sasana Budaya Ganesa, Jalan Tamansari, Kota Bandung.

Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana mengatakan dengan adanya vaksinasi massal dan serentak menguntungkan Kota Bandung.

“Mungkin sekitar 80 persen (yang divaksin) ber-KTP Kota Bandung. Jadi kita diuntungkan juga dengan kegiatan ini,” katanya usai meninjau pelaksanaan vaksinasi, Rabu (3/2/2021).

“Seperti kemarin di Poltekkes juga kurang lebih ada 2.100 yang divaksin. Itu kan mungkin sekiter 80 persen juga warga Kota Bandung. Di sini 3.000, relatif sekitar 80 sampai 90 persen nakes Kota Bandung,” lanjutnya.

Baca Juga:  Anggota DPRD Jabar Ade Ginanjar Minta Masyarakat Tetap Waspadai COVID-19

Menurut Yana, ini bisa mempercepat vaksinasi Sumber Daya Manusia (SDM) Kesehatan, baik di Fasilitas Kesehatan Negeri mau pun Swasta.

“Mudah-mudahan dengan kegiatan ini bisa mempercepat (vaksinasi). Dan ke depan para penyintas dan orang yang sudah divaksin bisa membentuk kekebalan kelompok atau Herd Immunitynya lebih cepat,” harapnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum menyampaikan Gebyar Vaksin Covid-19 dilaksanakan serentak di 27 Kota/Kabupaten se-Jawa Barat.

Partisipasi dari Rumah Sakit Swasta juga berjalan baik sesuai target, serta tidak ada masalah yang berarti.

Baca Juga:  Peluang Pemanfaatan Teknologi IoT dalam Digitalisasi Ekonomi

“Vaksin ini sebagai salah satu upaya Pemerintah dalam rangka memutus mata rantai Covid-19. Saya berharap seluruh masyarakat khususnya Jawa Barat yakinkan bahwa tidak ada keputusan Pemerintah kecuali untuk kemaslahatan,” katanya.

Sedangkan Pelaksana Tugas Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementrian Kesehatan, Maxi Rein Rondonuwu juga menyampaikan apresiasi kegiatan tersebut.

Karena dengan pola ini bisa mengejar minimal 70 persen penduduk mendapatkan kekebalan kelompok. Bukan hanya jangkauannya saja, tetapi waktu satu tahun ini juga harus selesai vaksinasi.

“Kalau berdasarkan cara yang biasa, kita tidak mungkin mencapai 300 sehari. Termasuk Jawa Barat ini saya sudah hitung dengan menggunakan Faskes tidak mungkin 300 sehari. Bisa saja 2 tahun kalau tidak menggunakan cara seperti ini,” ungkapnya.

Baca Juga:  Pemda Provinsi Jabar Serahkan Bantuan Sapi Satu Ton

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama RSHS, dr. R. Nina Susana Dewi mengatakan Gebyar Vaksin Covid-19 ini bisa terselenggara atas hubungan yang sangat baik antara Kemenkes, Dinkes Kota/Kabupaten mau pun Jawa Barat, KKP, Poltekkes, dan RSHS.

“Jadi yang bekerja ini gabungan. Kami sebagai masyarakat Jawa Barat yang cinta Jawa Barat dengan segala upaya ingin meningkatkan supaya pencapaian target lebih cepat,” imbuhnya.

(Mil)

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Doakan Ganjar Pranowo, GMP Gelar Program Mengaji

24 November 2022 - 10:29 WIB

Cara Cek dan Registrasi IMEI Untuk Pelanggan XL Axiata

28 Oktober 2022 - 07:14 WIB

Fakta: Perempuan Lebih Mengingat Kata-kata Dibandingkan Laki-laki

19 Oktober 2022 - 09:05 WIB

3 Tersangka Judi Online Ditangkap, Polisi: Bukan Jaringan Apin BK

15 Oktober 2022 - 09:42 WIB

Hati-hati, BMKG Sebut Cuaca Ekstrem di Jawa Barat akan Terjadi Sepekan Kedepan

10 Oktober 2022 - 10:08 WIB

Rizky Billar Mangkir dari Pemeriksaan, Kedapatan Ngamuk di Media Sosial

10 Oktober 2022 - 09:48 WIB

Trending di Uncategorized