Menu

Mode Gelap
Yayasan Nuraini Najamudin Raih Penghargaan The most Excellent Islamic Foundation 2022 dari CISA London

News ยท 8 Agu 2020 18:27 WIB

Gugur Tangani Covid-19, 22 Nakes Dianugrahi Penghargaan


 Ilustrasi pasien corona. (Foto: net) Perbesar

Ilustrasi pasien corona. (Foto: net)

BANDUNGNEWS.ID- Pemerintah bakal memberikan tanda jasa khusus bagi 22 tenaga kesehatan yang gugur saat menangani Covid-19. Penghargaan ini akan diberikan pada 13 Agustus 2020 mendatang. Bersama dengan pemberian tanda kehormatan lain, sesuai dengan persetujuan sidang Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan.

“Kami, untuk tenaga medis ini pada tanggal 13 Agustus hari Kamis yang akan datang, akan menyerahkan 22 bintang jasa kepada tenaga medis yang gugur,” ujar Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud Md, dalam konferensi pers, Sabtu, 8 Agustus 2020.

Baca Juga:  DPR RI Pertanyakan Transparansi Refocusing Renovasi Rumah Sakit Oleh Kemenhan

Mahfud Md mengatakan ada 22 tenaga kesehatan. Sebanyak 9 tenaga medis yang gugur yang akan menerima penghargaan Bintang Jasa Pratama, dan 13 tenaga medis lain yang akan mendapat penghargaan Bintang Jasa Nararya.

Penghargaan Bintang Jasa diberikan pemerintah bagi sipil yang dinilai berjasa luas biasa terhadap nusa dan bangsa, di bidang di luar nonmiliter.

Baca Juga:  Uji Coba Pembukaan Mal di Kota Bandung, ini Aturan untuk Pengunjung

Selain itu, Mahfud mengatakan pemerintah juga menyediakan santunan langsung sebesar Rp 300 juta bagi tenaga kesehatan yang gugur. Ia menjanjikan santunan itu diberikan langsung pada keluarga tenaga medis secara cepat.

“Jadi apakah itu perawat atau dokter kalau sudah meninggal itu kami tidak membedakan hierarkinya, ini spesialis atau hanya tenaga perawat atau dokter umum itu sama, Rp 300 juta,” kata Mahfud.

Mahfud mengatakan ini merupakan bentuk penghargaan lain yang diberikan pemerintah terhadap tenaga kesehatan. Sebelumnya, pemerintah juga telah mengadakan insentif tambahan bagi para tenaga medis sebagai gerbang terakhir penanganan pandemi Covid-19.

Baca Juga:  Positif Covid-19 di RI 12 Agustus Bertambah 1942 Kasus

Insentif itu berupa uang Rp 15 juta per bulan bagi dokter spesialis, Rp 10 juta per bulan bagi dokter umum, dan Rp 7,5 juta per bulan bagi tenaga medis non dokter. Aturan tentang pemberian insentif ini pun telah diteken oleh Kementerian Kesehatan. [red]

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Digelar di Ponpes Miftahul Huda, GMP Berbagi Berlangsung Khidmat

28 November 2022 - 23:25 WIB

GMP Berbagi

Bantu Rakyat Kecil, GMP Karawang Gelar Bazar Sembako Murah

27 November 2022 - 14:11 WIB

Jabar MoU dengan Pemerintah Pusat, Komitmen Pengelolaan Sampah Citarum

19 November 2022 - 07:46 WIB

Ridwan Kamil Minta Polemik Pembangunan Masjid Margonda Depok di Musyawarahkan Sebaik Mungkin

18 November 2022 - 08:08 WIB

GMP Jabar Gelar Program Peduli Kasih, 100 Warga Ikuti Pengobatan Alternatif Gratis

13 November 2022 - 11:24 WIB

Wagub Jabar Lepas Ekspor Tanaman Hias di CPF 2022

11 November 2022 - 12:28 WIB

Trending di Jabar