Guru Kota Bandung Antusias Terapkan Model Radec


BANDUNG NEWS– Guru Sekolah Dasar Kota Bandung, mengapresiasi Organisasi Penggerak Kemendikbudristek, Indonesia Approach Education (IAE) dalam menawarkan konsep baru pembelajaran di abad 21 ini.

Konsep pembelajaran tersebut adalah Model Pembelajaran RADEC (Read, Answer, Discuss, Explain, Create).

Salah satu guru sekolah dasar Kota Bandung, Indra Suhendra, M.Pd mengatakan model RADEC ini lebih mengutamakan konteks kurikulum masa kini dan lebih mudah untuk diimplementasikan ke siswa khususnya pada level sekolah dasar.

Menurutnya, model RADEC ini bertumpu pada kemampuan dasar yg harus dimiliki oleh anak-anak yaitu kemampuan literasi.

“Model ini dimulai dari tahap membaca dulu secara mandiri, untuk mendapatkan pengetahuan awal sebelum melakukan pembelajaran tatap muka/maya. Dengan demikian siswa sudah dilatih untuk membiasakan diri membaca,” ujar Guru SD 202 Suryalaya Bandung ini.

Baca Juga:  3Second Famiy Store Sekarang Hadir di Lembang, Jangan Lewatkan Diskonya Sampai 50%!

Selanjutnya, kata dia, siswa akan diarahkan untuk menjawab pertanyaan prapembelajaran secara mandiri untuk mendapatkan informasi sejauh mana siswa menguasai konsep yang akan dipelajari.

“Setelah siswa membaca mandiri, siswa diminta untuk menjawab pertanyaan prapembelajaran yang sesuai dengan konteks pelajaran yang diajarkan, maka daripada itu kita sebagai guru mendapatkan informasi sejauh mana siswa menguasai pembelajaran,” tambahnya.

Setelah siswa membaca dan menjawab pertanyaan prapembelajaran secara mandiri dirumah, dilanjutkan dengan kegiatan discuss atau diskusi siswa untuk memfasilitasi siswa dalam menyepakati pengetahuan terkait dengan konsep yang dipelajari di kelas.

“Setelah baca dan jawab, siswa difasilitasi untuk diskusi untuk menyamakan persepsi dan menyepakati jawaban yang berkaitan dengan pelajaran,” ungkap Indra.

Setelah tahap diskusi, Kemudian siswa mempresentasikan atau dengan kata lain tahap Explain.

Baca Juga:  3Second Famiy Store Sekarang Hadir di Lembang, Jangan Lewatkan Diskonya Sampai 50%!

“Tahap ini melatih siswa untuk berani mengungkapkan apa yang telah didiskusikan, selain itu dapat melatih siswa berpendapat menanggapi dan mengkomunikasikan konsep yang dipahaminya,” ujar Indra.

Dan terakhir tahap Create yang menuntut kreatifitas dari siswa dalam mencipta, memecahkan masalah, juga proyek.

“Tahap ini sangat mendukung siswa untuk meningkatkan kreativitas siswa dalam mencipta, sesuai dengan konteks abad 21,” tutupnya.

Untuk diketahui, model RADEC ini pertama kali dikembangkan oleh Professor Wahyu Sopandi, guru besar Pendidikan Dasar Universitas Pendidikan Indonesia, dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan mendorong peserta didik untuk menguasai kompetensi dan keterampilan abad ke-21.

Ia melihat kurikulum yang dibuat untuk peserta didik di Indonesia yang terlalu cukup padat, namun demikian waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan kurikulum tersebut terbatas. Selain itu, serangkaian ujian yang harus ditempuh peserta didik pun menjadi ciri khas kurikulum yang berlaku di Indonesia.

Baca Juga:  3Second Famiy Store Sekarang Hadir di Lembang, Jangan Lewatkan Diskonya Sampai 50%!

Ketua IAE, Muhammad Erwinto Imran mengatakan model pembelajaran RADEC merupakan model pembelajaran yang inovatif dalam rangka merespon tuntutan abad ke-21.

Menurutnya, model pembelajaran RADEC memosisikan peserta didik sebagai sebagai subjek dan pusat dalam pembelajaran. “Model ini memungkinkan peserta didik untuk terlibat secara aktif dalam pembelajaran sehingga dapat mendorong peserta didik untuk mengembangkan segenap potensi yang dimilikinya,” katanya.

IAE sendiri merupakan salah satu dari Organisasi Kemasyarakatan yang ada di Jawa Barat yang terpilih oleh Kemendikbudristek untuk melatih guru-guru dan Kepala Sekolah di Kota Bandung.