Hasil Survei: Warga Jabar Memiliki Sikap Toleransi dan Tolak Radikalisme yang Tinggi


Ilustrasi Survei. (Pixabay)

BANDUNG NEWS – Direktur Operasional dan Data Strategis Lembaga Survei Indonesian Politics Research and Consulting (IPRC) Idil Akbar menyampaikan, hasil survei terbarunya bahwa masyarakat di Jawa Barat (Jabar) memiliki sikap toleransi yang tinggi dan tidak mendukung lahirnya paham radikalisme.

Survei tersebut dilakukan di sembilan kota dan kabupaten di Jabar, yaitu Kota Depok, Kota Bekasi, Kota Bogor, Kabupaten Tasik, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Garut, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Karawang, dan Kabupaten Cirebon.

Baca Juga:  Iis Turniasih: Hari Lahir Pancasila Momentum Rawat Keberagaman

“Yang kami dapatkan, ternyata masyarakat Jawa Barat itu memiliki sikap toleransi yang memadai. Ditunjukkan dengan sikap mereka mau berteman, mau bersahabat, mau bermusyawarah, jual beli dan dialog dengan pemeluk agama lainnya,” papar Idil Akbar seperti dikuti dari laman Jabarnews.com, pada Kamis 10 Juni 2021.

Dia menjelaskan, sampel dalam survei ini berjumlah 400 orang. Metode penarikan sampel melalui multi stage random sampling.

Dengan response rate sebanyak 396 responden dan Margin of error rata-rata sebesar kurang lebih 5 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Beberapa tolak ukur yang menjadi acuan pengambilan kesimpulan IPRC diantaranya, hubungan sosial, hubungan keagamaan dan nilai sosial.

Baca Juga:  Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Tasikmalaya

Untuk indikator hubungan sosial, lembaga survei tersebut menempati persentase 83,1 persen atas pertanyaan kesediaan berteman dengan agama lain.

Hubungan keagamaan seperti penyelenggaraan acara keagamaan di sekitar lingkungan tempat tinggal memperoleh 84,8 persen dan 92,5 persen atas pertanyaan bergaul dan menghormati ajaran agama orang lain.

Baca Juga:  Iis Turniasih Ajak Masyarakat Terus Terapkan Protokol Kesehatan

“Dari survei yang kami lakukan setidaknya ada dua temuan penting. Pertama, masyarakat Jawa Barat itu memiliki sikap toleran yang sangat tinggi dalam konteks hubungan dan interaksi sosial antar penganut agama. Kedua, yakni hal-hal yang menyangkut radikalisme, masyarakat Jawa Barat sebetulnya memiliki sikap yang cukup kuat dalam menolak semua bentuk radikalisme dan kekerasan atas nama agama,” pungkasnya menutup. [amt]