Ini Bedanya Suka, Cinta dan Sayang Menurut Pakar


sayang
Pixabay/freephotos

BANDUNG NEWS – Sekilas cinta dan sayang mirip, tetapi sebenarnya kedua perasaan ini memiliki makna yang berbeda termasuk. Dalam hubungan percintaan, kedua perasaan ini kerap membingungkan kita. Apakah kita benar-benar mencintainya? Atau hanya sekedar sayang padanya?

Namun, kembali harus dibedakan antara rasa sayang dan cinta. Rasa sayang biasanya berdasarkan ketulusan dan keikhlasan. Misalnya, rasa sayang ibu ke anaknya, yang tidak terbatas dan tidak mengharapkan imbalan. Sedangkan rasa cinta, membutuhkan proses yang lebih lama untuk membangun hubungan yang sehat.

Baca Juga:  Bank Bjb Akan Berbagi Tips Pengajuan Sertifikasi Halal

“Cinta mengerti keintiman yang sebenarnya dibangun dalam waktu lama dan bisa sampai melalui beberapa bagian dalam hidup,” ujar Monica, Selasa (25/5/2021). Sedangkan rasa suka, bisa menimbulkan sikap obsesi, seperti jadi stalking, dan menginginkan untuk selalu bersamanya.

“Cinta mengerti bahwa kita semua manusia yang tidak sempurna dan terus belajar untuk saling melengkapi,” lanjut Monica. Dalam cinta, pasangan bisa saling mengerti satu sama lain dan memiliki keintiman yang sangat kuat. Cinta akan membuat Anda saling memberi dan menerima satu sama lain. Nah, berikut ini sekilas ilustrasi perbedaan rasa cinta, sayang, dan suka.

Baca Juga:  KAHMIPreneur dan Sandi Beri Beasiswa Bagi Anak Pedagang, Ini Link Pendaftarannya

Suka

Anda berusaha berpakaian dan terlihat sesuai apa yang diinginkan pasangan. Tidak jarang, Anda mulai berubah menjadi apa yang diinginkan pasangan dan tidak lagi menjadi diri sendiri. Tujuannya, hanya ingin menarik perhatian darinya. Namun, ketika dia tidak membalas pesan Anda, bisa jadi Anda langsung marah padanya.

Baca Juga:  Insentif Nakes Terlambat, Ade Kaca: 'Saya Prihatin'

Cinta

Penampilan Anda bukan fokus utama. Saat bersama dengannya, Anda bisa jadi diri sendiri dan bisa bebas menunjukkan siapa diri Anda sebenarnya tanpa harus mencari cara buat menarik perhatiannya. Begitu pula ketika pasangan tidak membalas pesan, Anda tidak langsung marah dan berusaha mengerti bahwa dia juga membutuhkan waktu sendiri dan memiliki kesibukan lain.

Sayang

Anda tidak lagi menuntutnya untuk membalas rasa cinta itu. Anda merasa bahwa Anda menyayanginya seperti keluarga sendiri dan merasa nyaman bersama dengannya.

(nis)