Menu

Mode Gelap
 

Nasional · 27 Jul 2020 21:36 WIB

Ini Efek Samping Vaksin Corona Sinovac yang Diuji di Bandung


 Ini Efek Samping Vaksin Corona Sinovac yang Diuji di Bandung Perbesar

BANDUNGNEWS.ID. Uji klinis fase tiga Vaksin Coronabuatan Sinovac, China akan segera dilaksanakan. Informasinya, vaksin ini akan dites pada awal Agustus mendatang di enam lokasi di Bandung.

Sama seperti vaksin lainnya, vaksin ini memiliki efek samping pada kondisi tubuh manusia.

Dikutip dari detik.com, Tim Peneliti Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Padjadjaran (Unpad) Kusnandi Rusmil mengatakan, dalam pemberian vaksin kemungkinan terdapat dua efek samping di antaranya efek lokal dan sistemik.

“Efek sampingnya dua, reaksi lokal dan sistemik. Reaksi lokal di tempat suntikan ada merah, bengkak, nyeri dalam 48 jam sudah hilang lagi,” kata Kusnandi di Balai Kota Bandung, Senin (27/7/2020).

Baca Juga:  Didukung Jokowi, Polda Metro Jaya Siap Kawal Citayam Fashion Week

Lebih lanjut, efek samping lokal ini biasanya terjadi sebanyak 30 persen dari jumlah subjek penelitian (relawan). Dia mengatakan, efek samping lainnya yaitu sistemik di mana kondisi relawan mengalami demam di 30 menit pertama pemberian vaksin.

Jika dalam 30 menit pertama ditemukan relawan atau subjek yang mengalami efek samping maka akan dilakukan tindakan penanganan oleh pengawas dan dokter terkait. Dia mengatakan, reaksi tersebut akan terjadi jika relawan memiliki alergi tertentu.

“Penting 30 menit pertama kita lihat ada tidak yang lemas, itu yang harus dijaga pertama, orang itu tidak boleh pulang dan dijaga betul oleh dokter. Nah kita belum tau ada yang reaksi alergi atau tidak. Tapi apapun reaksi suntikan vaksin akan begitu alergi ada, juga yang tidak,” jelasnya.

Baca Juga:  LPPM IPB University Gelar ToT Supervisor Data Desa Presisi Sulawesi Barat, Bekasi, dan Yogyakarta Serentak

Manajer Lapangan Uji Klinis Vaksin COVID-19 Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Padjadjaran (Unpad) Eddy Fadlyana menambahkan, efek samping pemberian vaksin relatif lebih rendah dengan persentasi efek lokal sebanyak 30 persen dan efek sistemik kurang dari 5 persen.

“Pada efek sistemik seperti demam ringan yang hanya dalam dua hari saja sudah sembuh. Kemudian ada sakit diare yang tidak ada hubungan dengan imunisasi. Jadi resikonya kemungkinan ada nyeri lokal dan sistemik,” kata Eddy.

Baca Juga:  Panglima TNI dan Kapolri Tinjau Langsung Vaksinasi Massal di Bandung

Persentase tersebut terjadi pada penelitian fase satu vaksin sinovac. “Dari penelitian fase 1, 30 persen efek lokal dan 3 persen sistemik,” ujarnya.

Meskipun relawan mengalami efek samping, pihaknya akan melakukan penanganan sebagaimana mestinya. Relawan akan mendapat asuransi kesehatan selama masa uji klinis, terutama jika terjadi keluhan setelah penyuntikan vaksin sinovac.

“Masa mengikuti penanganan ini relawan akan terlindungi. Misalnya selama periode sempat sakit demam tifoid atau sakit apa, sampai periode subjek selesai, satu subjek waktu enam bulan relawan tersebut akan mendapatkan asuransi kesehatan,” pungkasnya. (dtk/red)

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Update KPU: 40 Parpol Terdaftar untuk Peserta Pemilu 2024

15 Agustus 2022 - 08:28 WIB

Sambut HUT Kemerdekaan RI ke-77, Kasetpres Usung Konsep Sejarah Bangsa

14 Agustus 2022 - 18:27 WIB

Persatuan Dukun Indonesia Laporkan Pesulap Merah ke Polisi, Ternyata Ini Alasannya

14 Agustus 2022 - 07:40 WIB

Jadi Kampiun Piala AFF U-16, Timnas Indonesia U-16 Diguyur Bonus Rp750 Juta

13 Agustus 2022 - 18:42 WIB

Sebanyak 127 Tokoh Istana Negara Terima Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera

13 Agustus 2022 - 09:20 WIB

Tumbangkan Vietnam, Timnas Indonesia Juara Piala AFF U-16 2022

12 Agustus 2022 - 23:21 WIB

Trending di Nasional