Menu

Mode Gelap
Yayasan Nuraini Najamudin Raih Penghargaan The most Excellent Islamic Foundation 2022 dari CISA London

Jabar · 24 Jul 2020 19:45 WIB

Ini Keunggulan Jabar di Mata Investor


 Ini Keunggulan Jabar di Mata Investor Perbesar

BANDUNGNEWS.ID – Ternyata investor tertarik memilih Jabar untuk berinvestasi karena Jabar memiliki kelebihan di bidang infrastruktur yang mumpuni dan produktivitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang tinggi.

Demikian disampaikan Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Kamis (23/7/20) kemarin.

Teranyar di tengah pandemi COVID-19, perusahaan asal Taiwan, Meiloon Industrial Co, Ltd., resmi merelokasi pabriknya dari China ke Kabupaten Subang dengan nama PT Meiloon Technology Indonesia. Nilai investasi itu mencapai 90 juta dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp1,3 triliun.

Selain itu, Pemerintah Daerah Provinsi Jabar melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) terus berkolaborasi dengan DPMPTSP kabupaten/kota dan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) untuk menjamin proses perizinan yang cepat.

Baca Juga:  BOR di Jabar Terus Turun, Posko Oksigen Tetap Dibutuhkan

“Keunggulan Jabar, kita selesaikan perizinan dalam waktu kurang dari 30 hari, juga lokasinya sudah matang. Mereka (investor) juga sampaikan kelebihan Jawa Barat yang mungkin sangat kompetitif dibandingkan provinsi lain, yaitu infrastrukturnya paling siap dan produktivitas SDM paling tinggi,” ucap Kang Emil sapaan Ridwan Kamil

Kang Emil berujar, beberapa investor mengaku menyesal sudah memindahkan industrinya ke luar Jabar karena di sana tidak ada keunggulan infrastruktur serta SDM yang tidak seproduktif Jabar.

“Aspek ini saya dapat kesaksian dari banyak investor. Yang sempat pindah ke provinsi lain ada penyesalan, karena mereka bilang mungkin upahnya lebih murah di provinsi lain, tapi ternyata produktivitasnya jauh lebih tinggi di Jawa Barat,” tutur Kang Emil.

Baca Juga:  Laras Teabumi, Teh Unik dengan Campuran Rempah dan Bunga

Dirinya menambahkan, jumlah investasi di Jabar dalam kurun satu semester yakni Januari hingga Juni 2020 mencapai Rp57,9 triliun atau 54 persen dari target investasi Jabar di 2020. Jumlah ini pun menjadikan Jabar berada di posisi puncak pendapatan investasi se-Indonesia dalam periode tersebut.

“Dari catatan saya, (investasi semester satu 2020) ada Rp57,9 triliun, itu melebihi 50 persen target kita. Target Jabar itu Rp107 triliun untuk seluruh tahun 2020,” kata Kang Emil.

Baca Juga:  Pocari Sweat Run Indonesia, Cara Baru Event Lari di Masa Pandemi

Untuk memenuhi target investasi tahun ini, Kang Emil mengatakan pihaknya akan melakukan strategi jemput bola kepada negara-negara, terutama Taiwan, yang ingin memindahkan industrinya dari China ke kawasan Asia Tenggara.

“Pelan-pelan, (yang) hijrah-hijrah dari sana itu akan saya kebut, saya jemput bola (agar) datang ke tanah Jawa Barat,” ujar Kang Emil.

Terakhir, Kang Emil berharap bahwa investasi tidak hanya meningkatkan pendapatan Jabar, tapi juga menjadi peluang penyerapan tenaga kerja sebagai solusi usai banyak warga Jabar yang kehilangan pekerjaan akibat pandemi. (red)

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Digelar di Ponpes Miftahul Huda, GMP Berbagi Berlangsung Khidmat

28 November 2022 - 23:25 WIB

GMP Berbagi

Jabar MoU dengan Pemerintah Pusat, Komitmen Pengelolaan Sampah Citarum

19 November 2022 - 07:46 WIB

Ridwan Kamil Minta Polemik Pembangunan Masjid Margonda Depok di Musyawarahkan Sebaik Mungkin

18 November 2022 - 08:08 WIB

Wagub Jabar Lepas Ekspor Tanaman Hias di CPF 2022

11 November 2022 - 12:28 WIB

Atalia Praratya Raih Penghargaan Kategori Promoter Literacy di IKAPI Awards 2022

10 November 2022 - 07:36 WIB

Jabar Data Viz Festival Ajak Warga dan ASN Jadi Agent of Change

8 November 2022 - 08:07 WIB

Trending di Jabar