Menu

Mode Gelap
 

Jabar · 8 Agu 2020 15:54 WIB

Ini Tiga Fungsi Sosial Media Menurut Kang Emil


 Gubernur Jabar Ridwan Kamil di webinar ‘Indonesian Youthquake 2020: How Social Media Drive Policy Making’ dari Gedung Pakuan, Kota Bandung, Jumat (7/8/20) malam WIB. Perbesar

Gubernur Jabar Ridwan Kamil di webinar ‘Indonesian Youthquake 2020: How Social Media Drive Policy Making’ dari Gedung Pakuan, Kota Bandung, Jumat (7/8/20) malam WIB.

BANDUNGNEWS.ID – Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil menyebut, dalam smart city yang diterapkannya di Jabar sosial media mempunyai tiga fungsi, yakni to observe, to control, dan to connect.

“Saya menggunakan digital terbagi tiga. Pertama, to observe yaitu untuk melihat situasi, seperti situasi sosial masyarakat,” kata Kang Emil –sapaan Ridwan Kamil– di webinar ‘Indonesian Youthquake 2020: How Social Media Drive Policy Making’ di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Jumat (7/8/20) malam WIB.

“Kedua, to control yaitu untuk birokrasi ke dalam. (Contohnya) saya punya sistem untuk memastikan bagaimana penanganan COVID-19 lancar, edukasi lancar, tidak ada korupsi, dan sebagainya,” terangnya.

Baca Juga:  Ridwan Kamil Raih Penghargaan Tokoh Pemberdayaan Ekonomi Inklusif

“Ketiga, adalah smart city digital ini to connect, yakni untuk mengoneksikan antara warga dengan pemerintahannya, untuk berkomunikasi dengan publik,” tambahnya.

Sosial media, menurut Kang Emil, efektif sebagai alat komunikasi pemimpin dengan warga. Pengalamannya, semua kebijakan yang diambil salah satunya berdasarkan pengamatan dari media sosial. Bahkan, sebelum ada Jabar Quick Respons (JQR) keluhan dan masukan datang dari warga melalui akun pribadinya.

“Akun pribadi saya aktif, banyak orang yang curhat, ngadu, dan berkeluh ke saya melalui akun saya. Namun, kalau keluhannya sudah harus tersistem, maka nggak bisa akun saya pribadi untuk bisa meng-handle itu. Maka saya buat Jabar Quick Respons,” imbuhnya.

Baca Juga:  Ridwan Kamil: Kereta Cepat Jakarta Bandung Ditargetkan Uji Coba November 2022

Untuk itu, Gubernur sudah lama mewajibkan dinas lembaga dan ASN untuk memiliki akun sosial media sendiri. Akun tersebut salah satunya berfungsi untuk publikasi kinerja atau program yang dilakukan dinas yang bersangkutan.

“Saya mewajibkan dinas-dinas di lingkungan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat melakukan revolusi digital. Tidak ada dinas-dinas dan ASN di kami yang tidak punya media sosial. Dan tanggung jawab tadi wajib melaporkan kinerja atau program-program di dinasnya melalui akun sosial media,” ucapnya.

Baca Juga:  DPRD Dorong Pemprov Jabar Tambah Lahan Pemakaman Khusus Covid-19

Menghindari ekses media sosial, Kang Emil mengingatkan netizen bijak menggunakan sosial media. Menurutnya, sosial media ibarat mobil. Dipakai kebaikan akan menghasilkan kebaikan-kebaikan yang lain, dipakai keburukan juga akan menghasilkan kemudaratan.

“Jadi gimana niat. Intinya sosial media juga kebutuhan. Kedua, tujuan penggunaan ini bagaimana niat,” jelas Kang Emil.

“Jadi, saya ingatkan kepada semuanya gunakan sosial media ini dengan niat baik, sehingga Insya Allah swt membawa kebermanfaatan yang luar biasa,” tandasnya. (red)

 

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Komisi V Dorong Angggaran Perbaikan Untuk Panti Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia

11 Agustus 2022 - 15:24 WIB

Penopang Jembatan Cigereuh Kabupaten Bandung Rusak, Komisi IV DPRD Jabar Respon Rencana Perbaikan

11 Agustus 2022 - 15:20 WIB

BPS Jawa Barat Sebut Ekonomi Jabar Tumbuh 5,68 Persen

10 Agustus 2022 - 10:59 WIB

Tampung Aspirasi Tenaga Honorer, Ridwan Kamil Usulkan Bentuk Gugus Tugas

9 Agustus 2022 - 18:18 WIB

Ridwan Kamil Gandeng Wanadri dalam Program Tanam Mangrove

8 Agustus 2022 - 06:30 WIB

Imunisasi Capai 83 Persen, Jabar Targetkan Bebas Campak dan Rebula 2023

2 Agustus 2022 - 14:19 WIB

Trending di Jabar