Menu

Mode Gelap
Yayasan Nuraini Najamudin Raih Penghargaan The most Excellent Islamic Foundation 2022 dari CISA London

Dunia · 1 Agu 2020 19:29 WIB

Israel Tahan Aktivis HAM Palestina Mahmoud Nawajaa


 Mahmoud Nawajaa/Net Perbesar

Mahmoud Nawajaa/Net

BANDUNGNEWS.ID- Mahmoud Nawajaa, 33 tahun, aktivis HAM terkemuka di Palestina, ditahan oleh pasukan keamanan Israel pada Kamis pagi, 30 Juli 2020. Nawajaa bekerja untuk komite gerakan Palestinian National Boycott, Divestment and Sanctions dengan jabatan sebagai Kepala Koordinator.

Kabar penahanan Nawajaa disampaikan oleh saudaranya. Istri Nawajaa, Ruba Alayan mengatakan suaminya ditahan di rumahnya di desa Abu Qash, Tepi Barat sekitar pukul 3 dini hari.

“Sekitar 50 tentara ada di sana. Mereka mendobrak pintu dan menguncinya. Mereka menutup mata Mahmoud, memborgol tangannya, membawa komputernya dan beberapa barang pribadi lainnya,” kata Alayan, dikutip dari middleeasteye.net melalui tempo.co

Alayan menceritakan, proses penahanan itu disaksikan oleh tiga anak mereka yang masih kecil. Mereka terbangun saat rumah mereka digeruduk oleh pasukan keamanan Israel dan ketakutan. Tidak dijelaskan alasan penahanan.

Baca Juga:  Sekitar 40 Juta Dosis Vaksin Covid-19 Disuntikkan Januari 2021

Penahanan Nawajaa dilakukan sehari sebelum Idul Adha. Sebelumnya pada Rabu malam, 29 Juli 2020, pasukan keamanan Israel dilaporkan menahan 17 orang warga Palestina lainnya.

Menurut Jamal Jumaa, anggota Boycott, Divestment and Sanctions, keberadaan Nawajaa belum diketahui. Penahanan Nawajaa diyakini bagian dari tindakan tegas Israel yang lebih luas pada warga Palestina yang melawan pendudukan Israel, baik itu lewat jalur kekerasan atau pun tidak.

Baca Juga:  WHO Ogah Promosikan Vaksin Corona Jika Belum Terbukti Aman

Gerakan Boycott, Divestment and Sanctions didirikan pada 2005 untuk menekan Israel secara finansial karena telah melanggar hak-hak Palestina. Taktik ini didiskreditkan oleh Pemerintah Israel.

Selama bertahun-tahun, otoritas Israel telah meningkatkan upaya memerangi gerakan Boycott, Divestment and Sanctions dengan meloloskan beberapa undang-undang untuk mengkriminalisasi seruan boikot terhadap Israel atau perusahaan-perusahaan asal Negeri Bintang Daud itu.

Baca Juga:  Partai Anti-pemerintah Melonjak dalam Pemilu di Bulgaria

Sebelumnya pada awal bulan ini, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berencana mengumumkan rencana untuk mencaplok sebagian besar wilayah Tepi Barat, Palestina, di mana tindakan ini dipandang sebagai hal yang ilegal di bawah undang-undang internasional. Detail aneksasi itu belum diungkap. [red]

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Yayasan Nuraini Najamudin Raih Penghargaan The most Excellent Islamic Foundation 2022 dari CISA London

27 Oktober 2022 - 17:17 WIB

Bayern Munchen Resmi Boyong Matthijs De Ligt dari Juventus

20 Juli 2022 - 08:00 WIB

Hari Tanpa Bayangan Matahari Akan Terjadi di Indonesia

29 Agustus 2021 - 10:19 WIB

Gubernur Jabar Luncurkan Sentra Vaksinasi Silih Tulungan di Karawang

11 Agustus 2021 - 10:28 WIB

Ketum PPIT Nanjing 2020-2021: Surat Edaran PPI Tiongkok Batasi Ruang Pengabdian

10 Agustus 2021 - 17:17 WIB

Alasan Pandemi, Pemerintah Tidak Berangkatkan Jemaah Haji dari Indonesia

3 Juni 2021 - 14:47 WIB

jemaah haji
Trending di Dunia