Menu

Mode Gelap
Yayasan Nuraini Najamudin Raih Penghargaan The most Excellent Islamic Foundation 2022 dari CISA London

Jabar ยท 30 Sep 2020 19:03 WIB

Jadi Lumbung Padi Nasional, DPRD Jabar Miris Ada Pintu Air Gunakan Gedebong Pisang


 Jadi Lumbung Padi Nasional, DPRD Jabar Miris Ada Pintu Air Gunakan Gedebong Pisang Perbesar

BANDUNG. Sebagai lumbung padi nasional, sudah semestinya kebutuhan air di Jawa Barat khususnya di sektor pertanian dapat terpenuhi dengan baik.

“Sejatinya pintu air amat berguna untuk menjaga ketinggian permukaan air sehingga dapat terbagi dengan lebih lancar, apalagi air amat dibutuhkan untuk sawah-sawah,” kata anggota Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat Daddy Rohanady ketika menggambarkan kondisi pintu air di daerah irigasi (DI) Legokjawa dan DI Cisamaya Kabupaten Cirebon pada Selasa (29/09/2020).

Baca Juga:  Keterbukaan Pesantren Penting Untuk Antisipasi Penyebaran Kasus COVID-19

Melihat kondisi yang dilapangan Daddy mengaku sangat kecewa, pasalnya masih ada pintu air yang kondisinya begitu memprihatinkan.

“Sungguh ironis, Ini sangat memalukan. APBD Jabar tahun 2020 sebesar Rp 43 triliun lebih setelah perubahan. Di sisi lain kami temukan kondisi seperti ini. Saya benar-benar merasa amat sanagat prihatin,” ujar Wakil Ketua Fraksi Gerindra itu.

Baca Juga:  Pansus I Minta Pemprov Jabar Mematangkan Perencanaan Penyerapan Anggaran PEN

“Masa sih di provinsi yang menjadi lumbung padi nasional pintu airnya terbuat dari gedebong pisang,” tegasnya.

Kondisi itu, menurutnya benar-benar menyedihkan, mengingat masyarakat sangat membutuhkan berfungsinya bendungan secara optimal. Betapa tidak, pintu-pintu air yang ada di tiap bendungan berfungsi untuk mengatur distribusi air.

“Saya yakin masih banyak pintu air yang kondisinya seperti ini di UPTD PSDA lainnya. Kalau kita mau menjadi lumbung padi nasional, kiranya hal seperti ini jangan sampai terjadi,” tambahnya.

Baca Juga:  Banyak Beralih Fungsi, DPRD Jabar Ingin Jumlah Ruang Terbuka Hijau Ditingkatkan

Daddy, mengatakan Jangan sampai penegakan perda Nomor 4 Tahun 2012 Tentang Kemandirian Pangan Daerah, hanya ditunjang dengan gedebong pisang.

“Saya tidak bisa membayangkan bagaimana di provinsi lain. Ini cermin buruk pengelolaan sumberdaya air kita. Ini PR serius untuk Pemprov Jabar,” tandasnya.

(Mil)

 

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Digelar di Ponpes Miftahul Huda, GMP Berbagi Berlangsung Khidmat

28 November 2022 - 23:25 WIB

GMP Berbagi

Bantu Rakyat Kecil, GMP Karawang Gelar Bazar Sembako Murah

27 November 2022 - 14:11 WIB

Jabar MoU dengan Pemerintah Pusat, Komitmen Pengelolaan Sampah Citarum

19 November 2022 - 07:46 WIB

Ridwan Kamil Minta Polemik Pembangunan Masjid Margonda Depok di Musyawarahkan Sebaik Mungkin

18 November 2022 - 08:08 WIB

GMP Jabar Gelar Program Peduli Kasih, 100 Warga Ikuti Pengobatan Alternatif Gratis

13 November 2022 - 11:24 WIB

Wagub Jabar Lepas Ekspor Tanaman Hias di CPF 2022

11 November 2022 - 12:28 WIB

Trending di Jabar