Menu

Mode Gelap
 

Nasional · 14 Jul 2022 07:00 WIB

Jamaah Haji Indonesia Harus Jalani Karantina Selama 21 Hari


 Jamaah Haji Indonesia Harus Jalani Karantina Selama 21 Hari Perbesar

BANDUNG NEWS РSemua jemaah haji asal Indonesia yang dinyatakan sehat harus menjalani karantina.

Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan, Budi Sylvana mengatakan para jemaah haji nantinya akan diobservasi di asrama sebelum pulang ke rumah masing-masing.

“Bagi jemaah haji yang dinyatakan sehat saat kedatangan dan observasi di asrama haji debarkasi, dapat kembali ke rumahnya dengan tetap menjalani karantina mandiri,” ujar Budi, dikutip dari PMJ News pada Kamis, 14 Juli 2022.

Baca Juga:  Sebanyak 16 Bandara Jadi Pintu Masuk Rute Penerbangan Internasional

Masih menurut Budi, para jemaah haji akan dikarantina selama 21 hari sejak tiba di Indonesia.

“Dan memantau kondisi kesehatannya selama 21 hari ke depan,” sambungnya.

Para jemaah yang pulang ke Indonesia, lanjut Budi, akan menerima Kartu Kewaspadaan Kesehatan Jemaah haji (K3JH). Nantinya, dilakukan pengawasan oleh Dinas Kesehatan setempat.

Menurut Budi, emaah haji yang tiba di Indonesia tetap akan dilakukan upaya pengawasan kekarantinaan kesehatan dan protokol kesehatan yang berlaku. Sebab, kepulangan haji saat ini masih berada di masa kesiapsiagaan Covid-19.

Baca Juga:  PSSI Panggil 3 Pemain Muda Persib Bandung

“Bagi jemaah yang tiba di tanah air, akan dilakukan skrining kesehatan saat kedatangan di bandara internasional debarkasi” ujarnya

Skrining yang dimaksudkan adalah pengecekan suhu melalui thermal scanner dan thermal gun, tanda dan gejala serta melakukan observasi terhadap jemaah di asrama haji debarkasi.

Budi mengatakan jemaah dengan gejala demam atau menunjukkan potensi penyakit menular akan dilakukan pemeriksaan tes antigen. Apabila hasilnya menunjukkan reaktif, maka akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Baca Juga:  Kota Bandung Kini Punya Rute Aman Sekolah (RASS)

“Jika hasilnya positif, akan dirujuk ke fasilitas isolasi terpusat untuk kasus tanpa gejala/gejala ringan. Sementara yang bergejala sedang/berat akan dirujuk ke RS Rujukan Covid-19,” tukasnya.***

Artikel ini telah dibaca 18 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Presiden Jokowi Sebut BSU Sudah Tersalurkan ke 7 Juta Pekerja

28 September 2022 - 09:43 WIB

Jokowi Sampaikan Belasungkawa atas Wafatnya Ratu Elizabeth II

9 September 2022 - 20:37 WIB

Menhub Tampung Keluhan Kenaikan Tarif Ojek Online

9 September 2022 - 20:31 WIB

Jokowi Lantik Azwar Anas Jadi Menpan-RB

7 September 2022 - 15:47 WIB

Kawal Aksi Tolak Kenaikan Harga BBM, 3.000 Polisi Diturunkan

6 September 2022 - 13:51 WIB

Pertamina Pastikan Stok BBM Bersubsidi Masih Aman

4 September 2022 - 12:01 WIB

Trending di Nasional