Jasa Marga: Sejak H-7 Sebanyak 512.876 Kendaraan Sudah Tinggalkan Jakarta


Ilustrasi mudil. pixabay

BANDUNG NEWS – Jasa Marga merilis data terbaru jumlah kendaraan yang meninggalkan DKI Jakarta. Sejak H-7 Hari Raya Idul Fitri sebanyak 512.876 DKI Jakarta.

Corporate Communication & Community Development Group Head Jasa Marga, Dwimawan Heru, mengungkapkan angka ini jelas turun sekitar 46,1 persen dari arus lalu lintas normal di hari biasa di sekitar 951.602 kendaraan.

Heru menjelaskan untuk dari arah timur Gerbang Tol Cikampek Utama Jalan Tol Jakarta-Cikampek tercatat 100.646 meninggalkan Jakarta. Turun sekitar 51,9 persen dibandingkan hari biasanya yang mencapai 209.399 kendaraan.

Baca Juga:  Sri Mulyani: Pemerintah Gelontorkan Dana 150 Triliun untuk Penanganan Covid-19

“Sementara, untuk di GT Kalihurip Utama Jalan Tol Cipularang, sebanyak 81.805 kendaraan juga tercatat meninggalkan Jakarta. Data tersebut, turun 60,0 persen dari arus normal sebanyak 204.469 kendaraan,” kata Heru, dikutip dari PMJ News.

“Jadi, total kendaraan yang meninggalkan Jakarta melalui arah timur sebanyak 182.451 kendaraan, turun sebesar 55,9 persen dari hari normal yang biasanya sekitar 413.868 kendaraan,” lanjutnya.

Baca Juga:  DPR RI Tolak Wacana Pemerintah Kenakan Pajak Sembako dan Lembaga Pendidikan

Sementara, di GT Cikupa Jalan Tol Tangerang-Merak tercatat 179.471 kendaraan atau turun sebanyak 43,1 persen yang melintas dan meninggalkan Jakarta. Kemudian, untuk GT Ciawi Jalan Tol Jagorawi ada sekitar 150.954 kendaraan yang meninggalkan wilayah DKI Jakarta.

Dalam hal ini, Heru kembali mengingatkan para pelaku perjalanan yang akan melewati gerbang agar tetap mematuhi peraturan dan dokumen yang menjadi syarat melakukan perjalanan.

Baca Juga:  Intruksi Menag ASN Wajib Upacara Bendera Setiap Tanggal 17

Mulai dari Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) serta hasil tes rapid antigen atau swab PCR yang siap 1×24 jam.

“Untuk Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) yang masuk dalam kategori dikecualikan seperti kendaraan pengangkut logistik, keperluan dinas, kunjungan keluarga sakit dan duka keluarga, ibu hamil dengan didampingi satu anggota keluarga, serta kepentingan persalinan mohon untuk dapat melengkapi dokumen persyaratan yang wajib dibawa,” pungkasnya.[amt]