Menu

Mode Gelap
Yayasan Nuraini Najamudin Raih Penghargaan The most Excellent Islamic Foundation 2022 dari CISA London

Kota Bandung · 11 Mei 2021 10:02 WIB

Jelang Lebaran, Pemkot Bandung Pastikan Stok Bahan Pokok Aman


 Wakil wali kota didampingi Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin), Elly Wasliah serta Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), Gin Gin Ginanjar dan Dirut PD Pasar Bermartabat Kota Bandung, R. Herry Hermawan saat memantau harga bahan pokok. (Foto: Humas Bandung) Perbesar

Wakil wali kota didampingi Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin), Elly Wasliah serta Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), Gin Gin Ginanjar dan Dirut PD Pasar Bermartabat Kota Bandung, R. Herry Hermawan saat memantau harga bahan pokok. (Foto: Humas Bandung)

BANDUNG NEWS – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memastikan persediaan bahan pokok aman menjelang Lebaran yang akan berlansung hari Rabu (13/5/2021).

Meskipun ada kenaikan harga untuk sejumlah bahan pokok, tapi presentasi kenaikan masih dibilang dalam batas kewajaran.

Hal itu ditegaskan saat Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana memantau stok, harga, dan keamanan pangan di Pasar Kosambi, Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung, Senin (10 Mei 2021).

Saat pemantauan, wakil wali kota didampingi Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin), Elly Wasliah serta Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), Gin Gin Ginanjar dan Dirut PD Pasar Bermartabat Kota Bandung, R. Herry Hermawan.

Pada kesempatan itu, wakil wali kota memantau satu per satu pedagang. Mulai dari beras, sayuran, daging, ikan, hingga telur.

Ia pun menyempatkan berdialog dengan para pedagang. Wakil wali kota menanyakan harga dan ketersediaan stok menjelang lebaran, serta mengingatkan protokol kesehatan kepada pedagang dan pembeli.

Baca Juga:  Ratusan Ojol di Bandung Lakukan Aksi Konvoi, Ada Apa?

Pada peninjauan itu, DKPP Kota Bandung juga menerjunkan tim untuk mengecek keamanan pangan untuk memberikan jaminan pangan tak mengandung bahan berbahaya bagi kesehatan.

Wakil wali kota mengungkapkan, ada beberapa komoditas mengalami kenaikan harga. Namun ada juga yang turun.

Tetapi baginya, pasokan menjelang lebaran aman dan tersedia. Termasuk pembeli pun lebih banyak dibanding tahun lalu.

“Komoditas yang naik itu seperti daging ayam, daging sapi, cabe tanjung. Kata para pedagang kenaikan harga ini biasa, tren menjelang hari besar,” katanya.

“Kalau yang turun seperti telur dari Rp26 ribu jadi sekitar Rp23 ribu, bawang putih, bawang merah stabil,” lanjutnya.

Menurutnya, jika kenaikan harga terjadi karena kelangkaan, Pemkot Bandung bisa menyuplainya. Tetapi ini merupakan momen jelang lebaran. Kenaikannya pun dinilai tidak terlalu tinggi.

Baca Juga:  Geber Pagi Strategi Pemkot Bandung Cegah Stunting

“Kelihatanya tidak (melakukan operasi pasar), karena pasokannya banyak, cukup. Seperti telur itu kecenderungannya kemarin naik karena banyak yang bikin kue. Sekarang turun lagi karena bikin kuenya sudah selesai,” katanya.

Sementara itu, Kepala Disdagin Kota Bandung, Elly Wasliah mengakui, ada kenaikan harga komoditas di pasar, seperti daging ayam, daging sapi, cabe tanjung, hingga kentang.

Di awal Ramadan, daging ayam dijual Rp40 ribu. Namun saat ini naik menjadi Rp42 ribu per kilogram.

Daging sapi yang sebelumnya Rp130 ribu per kilogram naik menjadi Rp140 ribu per kilogram. Cabe tanjung yang sebelumnya Rp50-60 ribu, naik menjadi Rp70-80 ribu.

“Ini karena ritual menjelang lebaran. Pasokan aman tersedia. Tadi dari DKPP sudah memeriksa beras, tidak ada klorin. Ayam tidak ada borax. Itu semua aman,” ucapnya.

Baca Juga:  Oded Minta Warga Jaga Keluarga dari Paparan Narkoba

Menurut Elly, kenaikan tersebut dinilai relatif wajar karena pasokan aman. Sehingga tidak diperlukan operasi pasar.

Namun jika memang pasokan berkurang dan harga tidak terkendali, maka Disdagin akan turun tangan. “Tapi ini pasokan aman dan tersedia dan harga relatif stabil, tidak terlalu tinggi,” jelasnya.

Elly memprediksikan, konsumen akan mulai berbelanja ke pasar, puncaknya H-2 Lebaran. Karena masyarakat mulai memasak untuk Hari Raya Idulfitri pada H-2 sampai H-1. Para pedagang pun sudah bersiap untuk itu.

“Kalau lebaran Kamis, berarti Selasa puncaknya. Para pedagang menyampaikan ada kenaikan jumlah pembeli dibandingkan tahun kemarin. Tapi ini juga belum kembali ke normal karena ini masih masa pandemi Covid-19,” ucapnya.

(dra/humasbandung)

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Tinjau Lokasi Kebakaran, Gubernur Ridwan Kamil Ingatkan ASN Pemda Kota Bandung Tetap Layani Publik

8 November 2022 - 15:43 WIB

Bakti Sosial, Puluhan Tukang Becak Terima Paket Sembako dari Relawan Baik

8 November 2022 - 08:48 WIB

Netizen Sesalkan Kawasan Gedebage Bandung yang Rutin Dilanda Banjir

7 Oktober 2022 - 20:25 WIB

Pemkot Bandung Pastikan Perbaiki Fasilitas Umum

9 September 2022 - 18:07 WIB

Yana Ajak Warga Kota Bandung Hadapi Dampak Kenaikan Harga BBM

7 September 2022 - 13:37 WIB

Dinsos Kota Bandung Awasi Penyaluran BLT Agar Tepat Sasaran

6 September 2022 - 13:37 WIB

Trending di Kota Bandung