Menu

Mode Gelap
Yayasan Nuraini Najamudin Raih Penghargaan The most Excellent Islamic Foundation 2022 dari CISA London

Jabar · 23 Agu 2022 13:10 WIB

Tunda Wacana Pindah Ibu Kota, Anggota DPRD Jabar Beberkan Alasannya


 Gubernur Jabar Ridwan Kamil saat menghadiri peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia (HLH) Tingkat Provinsi Jabar di Pantai Pondok Bali, Desa Mayangan , Legonkulon, Kabupaten Subang, Kamis (30/6/2022). (Foto: Biro Adpim Jabar) Perbesar

Gubernur Jabar Ridwan Kamil saat menghadiri peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia (HLH) Tingkat Provinsi Jabar di Pantai Pondok Bali, Desa Mayangan , Legonkulon, Kabupaten Subang, Kamis (30/6/2022). (Foto: Biro Adpim Jabar)

BANDUNG NEWS – Wacana pemindahan pemerintahan Ibu Kota Bandung ke daerah lain tak kunjung dibahas DPRD Jabar.

Terkait hal itu, Wakil Ketua DPRD Jabar Ineu Purwadewi mengatakan, wacana pemindahan Ibu Kota Jawa Barat belum menjadi pembahasan serius.

“Saya harus tegas. Kalau ngobrol-ngobrol pemindahan ibu kota, apakah itu sudah masuk dalam rencana perda, apakah itu juga masuk dalam bahasan. Sampai saat ini belum dibahas,” ujar Ineu pada Sabtu, 20 Agustus 2022.

Baca Juga:  Peduli Nelayan, Wagub Jabar Dorong Pembangunan SPBN di Wilayah Pesisir

Adapun alasan ditundanya pembahasan pemindahan Ibu Kota Jabar, Aneu menjelaskan, lantaran DPRD jabar masih fokus membahas APBD 2023 pascapandemi.

“Sudah tinggal 11 bulan lagi. Artinya harus ada kerja keras, karena kan komitmen RPJMD komitmen bersama disetujui program prioritas calon kepala daerah saat itu,” ucapnya.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil buka suara terkait wacana yang ditunda tersebut. Menurutnya, Provinsi Jabar sudah ada niat untuk melakukan pemindahan Ibu Kota Provinsi.

Baca Juga:  Jabar Raih Dua Penghargaan Pengembangan Energi Bersih dari Dewan Energi Nasional

“Moratorium untuk kabupaten kota. Provinsi Jabar sudah ada niat, karena dilihat dari jumlah penduduk, kita kan jauh dari Jateng dan Jatim yang sudah memiliki kabupaten dan kota melebihi 27 daerah,” ungkapnya.

Masih menurut Ridwan Kamil, Provinsi Jabar memungkinkan untuk pindah dikarenakan jumlah penduduk yang mencapai 50 juta.

“Artinya Jabar dengan 50 juta penduduk memungkinkan (dimekarkan). Saat ini kita sudah lakukan (perencanaan), dan menunggu tindak lanjut dari pemerintah pusat khususnya soal moratorium,” katanya.

Baca Juga:  Ade Ginanjar Sosialisasikan 4 Pilar Wawasan Kebangsaan di Kersamanah Garut

Mantan Wali Kota Bandung itu menegaskan wacana pemekaran masih dalam kajian. “Masih kajian. Nanti nunggu kejelasan kereta api cepat, kan dulu narasi-narasi (perpindahan) itu ada di rute sekarang ada. Walininya belum pasti ada stasiun. Ada pertimbangan,” ujarnya.***

 

 

Artikel ini telah dibaca 18 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Ajak Warga Terapkan Empat Pilar Kebangsaan, Thoriqoh: Mari Jaga Stabilitas Keamanan

9 Desember 2022 - 12:45 WIB

DPRD Jabar Kutuk Keras Aksi Bom Bunuh Diri di Polsek Astanaanyar Bandung

9 Desember 2022 - 09:38 WIB

DPRD Jabar Ungkap Kekurangan Penataan Kawasan Cihideng Tasikmalaya

7 Desember 2022 - 17:24 WIB

Hadiri Pelantikan ABPPTSI Jabar, Sekda: Mitra Strategis Bentuk SDM Berkualitas

22 November 2022 - 19:20 WIB

Uu Ruzhanul Minta Masyarakat Perkuat Ekonomi Melalui UMKM

22 November 2022 - 19:04 WIB

Ridwan Kamil Paparkan Empat Inovasi Unggulan dalam Tahap Penilaian IGA 2022

21 November 2022 - 21:32 WIB

Trending di Jabar