Kadis DP3A Bersyukur Kota Bandung Bisa Raih Penghargaan KLA


psbb
Kota Bandung. (Foto: Humas Bandung)

BANDUNG NEWS – Kota Bandung sukses meraih sebagai Kota Layak Anak (KLA) tahun 2021 dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA).

Kepala Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Bandung, Rita Verita mengucapkan rasa syukur atas diraihnya pengargaan KLA tingkat Madya bagi Kota Bandung.

“Ada 24 indikatornya. Banyak keterlibatan perangkat daerah di luar DP3A. Kondisi ini tentunya akan dievaluasi bersama ketua gugus tugas KLA. Kami segera kordinasi dan evluasi,” ujarnya.

Baca Juga:  Disiplin Prokes, PTM di Kota Bandung Berjalan Lancar

“Lalu aktivitas anak pun terbatas dalam kondisi pandemi ini. Contoh forum anak, ada beberapa kegiatan yang harus dilakukan oleh anak, tapi dalam kondisi ini kita batasi,” sambung Rita.

Selain itu, kata dia, Pemkot Bandung terus berupaya melaksanakan Rencana Aksi Daerah. Hal itu disiapkan juga bagi Kota Bandung untuk layak anak.

Baca Juga:  Sekda Jabar Secara Resmi Membuka Seleksi Kompetensi Dasar CPNS di Kota Bandung

“Rencana aksi daerah ini sedang berproses, kami terus kerjakan rencana aksi ini siapkan tahun berikutnya. Ini salah satu indikator penilaian juga. Ini sudah berproses, tinggal finishing saja. Kedepan kita lebih bersemangat lagi atas kekurangan ini,” jelasnya.

Sementara itu, Menteri PPPA, I Gusti Ayu Bintang Darmawati mengucapkan selamat kepada kabupaten, kota hingga provinsi yang mendapatkan apresiasi tersebut.

“Total 275 kota kabupaten layak anak, yang dinilai dari 24 indikator. Mulai dari pedoman pemenuhan anak diseleuruh dunia dan perundang-undangan terkait anak. Tak hanya itu, anak berhak berpartisipasi dalam pembangunan,” ujar Bintang Puspayoga sapaan akrabnya.

Baca Juga:  Antisipasi Banjir Pemkot Bandung Lakukan Pemeliharaan 48 DAS

Dia menambahkan, butuh komitmen dan pengorbanan yang kuat untuk terlindunginya anak.

“Penghargaan ini menjadi inspirasi untuk kekuatan dan mendorong semua untuk menjadikan program pembangunan anak,” pungkasnya.

(amt)