Menu

Mode Gelap
Yayasan Nuraini Najamudin Raih Penghargaan The most Excellent Islamic Foundation 2022 dari CISA London

Uncategorized · 31 Des 2020 10:49 WIB

Kalaeidoskop 2020, DPR RI: Belajar dari Kegagapan Hadapi Pandemi COVID-19


 Ilustrasi Pandemi (Gambar: Freepik). Perbesar

Ilustrasi Pandemi (Gambar: Freepik).

BANDUNG NEWS – Pandemi virus corona atau COVID-19 di Indonesia dari awal hingga akhir tahun 2020 memberikan dampak serius kepada semua sektor. Pandemi juga menjadi ujian bagi pemerintah sejauhmana konsistensi menangani penularan COVID-19 dan masyarakat yang terpuruk akibat pandemi.

Anggota Komisi 1 DPR RI dari Fraksi NasDem, Muhammad Farhan mengatakan, pandemi COVID-19 menguji seluruh komponen pemerintahan dan lembaga Legislatif untuk bekerjasama mengeluarkan solusi efektif. Dengan kondisi kasus positif COVID-19 terus meningkat disertai dengan dampak sosial bagi masyarakat kurang mampu, dinilai jadi ujian berat.

“Harus diakui kita semua gagap, panik dan teledor. Menkes (Terawan) yang tadinya ingin menenangkan dan menghindarkan kepanikan, malah berulang kali membuat error sehingga Presiden mengangkat Ketua BNPB  untuk menangani masalah pandemik COVID-19,” ujar Farhan dalam keterangan persnya, Kamis (31/12/2020)

Bahkan, musibah pandemi COVID-19 di 2020 menjadi bola liar bagi pihak yang kontra dengan Pemerintah hingga berujung pada kasus hukum.

“Tentu semua orang bebas berpendapat tentang pandemi ini. Bahkan ada yang menganggap walau tanpa bukti ilmiah bahwa semua ini adalah konspirasi elite Global, bermotif ekonomi,” terangnya.

Baca Juga:  Gandeng PT Pos Indonesia, Triple A Organizer Siap Wujudkan Pernikahan Impian dengan Tetap Disiplin Prokes

Pemerintah pusat, lanjut Farhan, memilih fokus prioritas ekonomi dalam menanganan pandemi. Di negara luar, kebanyakan memilih lockdown dalam memutus mata rantai penularan COVID-19 dibandingkan Indonesia yang memilih Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

“Kenyataannya Pemerintah Indonesia pun memilih motivasi ekonomi dalam penanganan pandemi sehingga tidak memilih opsi lockdown dan tidak menutup perbatasan Negara dari mobilitas internasional di awal pandemi hingga akhirnya di bulan Desember perbatasan pun ditutup. Presiden Jokowi mengambil risiko menunggu sampai adanya penanganan lewat vaksin dan herd immunity (kekebalan kelompok) yang tidak akan membuat ekonomi kolaps,” ujarnya.

Lantas, bagaimana hasilnya?. Farhan berpendapat bahwa cara tersebut dihadapkan dengan kesulitan berkepanjangan. Bahkan, upaya penanganan jaminan sosial bagi warga terdampak pandemi diwarnai dengan Operasi Tangkap Tangan (OTT) Menteri Sosial Juliari Peter Batubara dalam kasus korupsi program bantuan sosial penanganan COVID-19.

“Kenyataannya, kebijakan menanti vaksin tanpa pengetatan mobilitas dan penutupan wilayah (lockdown) membuat kita sulit bangkit dari kontraksi pertumbuhan ekonomi yang negatif. Kita bersyukur pemerintah level pusat sampai daerah sangat baik melakukan penanganan jaminan sosial, baik untuk faskes maupun kebutuhan sosial lain. Bahkan KPK dengan sigap menangkap Mensos (Juliari) ketika melakukan korupsi Bansos. Ini layak diapresiasi,” ujarnya.

Baca Juga:  Satgas Covid-19 Gelar Operasi Prokes di Perbatasan Bandung Raya

Farhan menilai, keputusan pemerintah menutup akses Warga Negara Asing (WNA) ke Indonesia untuk memutus mata rantai penularan COVID-19 merupakan langkah yang telat. “Pernyataan tegas Menlu menutup Perbatasan Negara walau terlambat, layak diacungi jempol. Kebijakan yang semestinya dicanangkan sejak awal pandemi ini setidaknya mulai membangun kepercayaan masyarakat yang sempat bingung dengan pernyataan para menteri yang gagal menerjemahkan kebijakan Presiden,” katanya.

Demikian juga dengan pernyataan Menkes baru yaitu Budi Gunadi Sadikin yang dinilai memberikan  penjelasan transparan tentang vaksinasi yang merupakan master plan Pemerintah dalam penanganan Pandemik COVID-19. Selain itu, Farhan juga mengkritik tindaklanjut kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) yang cuci tangan terkait jaminan keamanan pelaksanaan belajar tatap muka mulai 2021.

“Bagaimana nasib jutaan anak sekolah dan mahasiswa kita? Apakah Mendikbud sudah clear tentang kebijakan kegiatan belajar dan mengajar di semua level? Atau Mendikbud masih bersembunyi di balik narasi ‘semua dikembalikan kepada kebijakan masing – masing kepala daerah’. Pernyataan Mendikbud ini jelas – jelas cuci tangan, bukan memimpin gerbong besar sistem pendidikan keluar dari krisis akibat pandemik ini,” katanya.

Baca Juga:  Sambut Ramadan 1442 H, bank bjb Perluas Kerjasama dengan DMI Wilayah Jabar

Sedangkan untuk enam menteri baru yang dilantik beberapa waktu lalu, Farhan menekankan mereka untuk berinovasi dan mampu menerjemahkan visi Jokowi dalam menangani COVID-19.

“Saya melihat para menteri baru punya kapasitas sangat baik walaupun belum bisa menutupi 100 persen kelemahan kabinet kerja periode kedua Jokowi. Mereka akan menghadapi tantangan yang sangat terjal,” katanya.

Farhan mengatakan, Menteri KKP dan Mensos harus bersih – bersih internal karena kasus korupsi dahulu sebelum bisa kebutuhan dengan program. Menkes harus mampu menjadi leading sektor dan pemersatu gerak langkah menghadapi krisis kesehatan global ini. Menag punya pekerjaan rumah besar menghilangkan sisa – sisa dikotomi agama yang timbul karena radikalisasi dan pemanfaatan nya untuk kontestasi politik.

“Menparekraf harus mampu bersinergi dengan Mendag yang baru membangun pasar ekspor budaya Indonesia. Maka keduanya harus bisa menciptakan ekosistem bagi tumbuhnya industri ekonomi kreatif yang berkelas dunia,”imbuhnya.

(Mil)

Artikel ini telah dibaca 14 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Doakan Ganjar Pranowo, GMP Gelar Program Mengaji

24 November 2022 - 10:29 WIB

Cara Cek dan Registrasi IMEI Untuk Pelanggan XL Axiata

28 Oktober 2022 - 07:14 WIB

Fakta: Perempuan Lebih Mengingat Kata-kata Dibandingkan Laki-laki

19 Oktober 2022 - 09:05 WIB

3 Tersangka Judi Online Ditangkap, Polisi: Bukan Jaringan Apin BK

15 Oktober 2022 - 09:42 WIB

Hati-hati, BMKG Sebut Cuaca Ekstrem di Jawa Barat akan Terjadi Sepekan Kedepan

10 Oktober 2022 - 10:08 WIB

Rizky Billar Mangkir dari Pemeriksaan, Kedapatan Ngamuk di Media Sosial

10 Oktober 2022 - 09:48 WIB

Trending di Uncategorized