Menu

Mode Gelap
Yayasan Nuraini Najamudin Raih Penghargaan The most Excellent Islamic Foundation 2022 dari CISA London

Ekbis · 29 Jul 2020 22:19 WIB

Karena Corona, Starbucks Rugi Rp9,9 T


 Karena Corona, Starbucks Rugi Rp9,9 T Perbesar

BANDUNGNEWS.ID – Karena pandemi virus corona, Starbucks membukukan kerugian sebesar US$678,4 juta atau setara dengan Rp9,9 triliun pada kuartal II 2020.

Perusahaan mencatatkan pendapatan sebesar US$4,2 miliar atau turun 38 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Laporan keuangan kuartal II 2020 ini membuat harga saham Starbucks anjlok 5 persen.

Dikutip dari CNN, Starbucks mengungkap telah mengoperasikan sebagian gerainya. Sebanyak 96 persen gerai di Amerika Serikat pun sudah kembali beroperasi setelah tutup beberapa bulan karena pandemi virus corona.

Baca Juga:  Pemprov Jabar Terapkan Prinsip Kehati-hatian dalam Pelaksanan Belajar Tatap Muka

Perusahaan pun telah memodifikasi jam dan tempat duduk demi penyesuaian di tengah pandemi.

“Kami senang berbagi bahwa sebagian besar toko Starbucks di seluruh dunia telah dibuka kembali dan bisnis global kami terus pulih, menunjukkan relevansi merek Starbucks dan kepercayaan yang telah kami bangun dengan pelanggan kami,” kata CEO Kevin Johnson, Rabu (29/7).

Baca Juga:  KFC Indonesia Hadirkan Menu Baru Rosemary Butter Grilled Chicken

Tetapi lonjakan baru kasus virus corona di banyak bagian Amerika Serikat dinilai menghambat kemajuan. Bahkan, di lokasi Starbucks telah buka, ada ketakutan pelanggan tak merasa nyaman duduk di dalam untuk menikmati secangkir kopi.

Pada Juni lalu, Starbucks mengumumkan rencana untuk menutup 400 toko di Amerika Serikat dan Kanada selama 18 bulan ke depan.

Baca Juga:  Sepatu Lokal Blankenheim berkualitas Premium 

“Perusahaan berencana untuk meluncurkan pickup tepi jalan di beberapa ratus lokasi dalam 12 hingga 18 bulan ke depan,” kata Starbucks.

CFO Patrick Grismer mengatakan Starbucks mengharapkan kembali mencetak untung selama kuartal III, meskipun perusahaan memproyeksikan penjualan global akan menurun antara 12 persen hingga 17 persen. (red)

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Antisipasi Dampak Resesi, PemProv Jawa Barat Siapkan Subsidi BLT Pekerja

18 November 2022 - 08:13 WIB

PT Agronesia Gandeng BRIN dan Politeknik ATK Yogyakarta Guna Kembangkan Usaha

10 November 2022 - 07:44 WIB

Rayakan Ulang Tahun ke-26 XL Axiata Lakukan Beragam Program Sosial

10 Oktober 2022 - 11:09 WIB

XL Axiata dan Huawei Raih Penghargaan pada TM Forum 2022 Catalyst Awards

5 Oktober 2022 - 08:43 WIB

G20 EMPOWER – Microsoft Indonesia Kolaborasi Tingkatkan Partisipasi Perempuan dalam Pertumbuhan Ekonomi Digital 

9 Juli 2022 - 12:53 WIB

Axiata dan XL Axiata Sukses Selesaikan Akuisisi 66,03% Saham Link Net

23 Juni 2022 - 21:44 WIB

Trending di Ekbis