Menu

Mode Gelap
 

Nasional · 5 Sep 2020 22:39 WIB

Ketua MPR Ajak Masyarakat Beralih Ke Kendaraan Listrik


 Ketua MPR Ajak Masyarakat Beralih Ke Kendaraan Listrik Perbesar

BANDUNGNEWS.ID- Ketua MPR Bambang Soesatyo atau Bamsoet menilai, dengan penduduk mencapai 267 juta jiwa, potensi market penggunaan Kendaraan Bermotor Listrik (KBL) di Indonesia sangat besar. Di kawasan Jabodetabek saja, menurut data Dinas Perhubungan DKI Jakarta, hingga awal tahun 2020, tercatat sudah ada 669 unit KBL di DKI Jakarta. Terdiri dari 631 unit kendaraan roda dua dan 38 unit roda empat.

“Hingga bulan September 2020, jumlahnya tentu sudah bertambah, karena banyak unit KBL yang sudah masuk. Saat ini pengguna KBL memang terbatas, karena harganya yang tinggi, melebihi kendaraan berbahan bakar minyak. Seiring trend dunia yang mulai mengurangi emisi gas buang, produsen kendaraan otomotif berbahan bakar minyak pasti akan turut memproduksi KBL. Jika jumlahnya semakin banyak, pasar peminat juga banyak, pada akhirnya harga jual KBL akan menyesuaikan,” ujar Bamsoet saat meresmikan showroom Prestige Image Motorcars, salah satu penyedia KBL di Indonesia, Sabtu (5/9/2020).

Baca Juga:  Tiba-tiba Keguguran, Parah Ternyata Siswi SMP di Jombang Ini Dihamili Bapak Angkat

Ketua DPR RI ke-20 ini menjelaskan, di DKI Jakarta, misalnya, jika di rata-rata kualitas udaranya mencapai angka 118.3 mikrogram/meter kubik, jauh dari ambang batas normal yang ditetapkan WHO sebesar 25 mikrogram/meter kubik. Dari berbagai kajian, hampir 45 persen polusi tersebut disebabkan kendaraan berbahan bakar minyak.

“Selain tak mencemari lingkungan, keuntungan lain menggunakan KBL bisa menghemat pengeluaran. Karena biaya perawatan yang rendah, sekitar 35 persen dibawah kendaraan berbahan bakar minyak, lantaran tak adanya komponen tertentu seperti oli, filter oli, busi, dan katup engine. Biaya pengisian bahan bakar melalui charging listrik juga sangat rendah, dibanding kendaraan berbahan bakar minyak,” urai Bamsoet.

Baca Juga:  Ridwan Kamil Serah Terima Rumah Bakti untuk Guru

Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia ini menambahkan, negara-negara Uni Eropa pada 17 April 2019 telah sepakat mengurangi emisi kendaraan bermotor sampai 35 persen hingga tahun 2030. Sehingga mulai 2030 dan seterusnya, rata-rata emisi kendaraan hanya 59 gram CO2 per Km, atau setara 2,2 liter bahan bakar diesel per 100 Km.

Baca Juga:  Phinera Wijaya: Vaksinasi COVID-19 Bagian Penting Tuntaskan Pandemi COVID-19

“Salah satunya dengan mendorong penggunaan kendaraan listrik yang ramah lingkungan. Karena mobil berbahan bakar minyak, rasanya sangat sulit bisa memenuhi standar minimal emisi tersebut. Ini sebuah langkah maju dari Uni Eropa untuk mewujudkan bumi yang lebih hijau. Indonesia juga harus bersiap diri turut serta mengurangi emisi kendaraan dengan beralih ke kendaraan listrik,” pungkas Bamsoet. [Red]

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Update KPU: 40 Parpol Terdaftar untuk Peserta Pemilu 2024

15 Agustus 2022 - 08:28 WIB

Sambut HUT Kemerdekaan RI ke-77, Kasetpres Usung Konsep Sejarah Bangsa

14 Agustus 2022 - 18:27 WIB

Persatuan Dukun Indonesia Laporkan Pesulap Merah ke Polisi, Ternyata Ini Alasannya

14 Agustus 2022 - 07:40 WIB

Jadi Kampiun Piala AFF U-16, Timnas Indonesia U-16 Diguyur Bonus Rp750 Juta

13 Agustus 2022 - 18:42 WIB

Sebanyak 127 Tokoh Istana Negara Terima Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera

13 Agustus 2022 - 09:20 WIB

Tumbangkan Vietnam, Timnas Indonesia Juara Piala AFF U-16 2022

12 Agustus 2022 - 23:21 WIB

Trending di Nasional