Menu

Mode Gelap
Yayasan Nuraini Najamudin Raih Penghargaan The most Excellent Islamic Foundation 2022 dari CISA London

Kesehatan · 14 Jan 2021 06:18 WIB

Ketua MUI Kota Bandung: Vaksin Bagian Dari Ikhtiar 


 Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bandung, KH Miftah Faridl. (Foto: Humas Kota Bandung). Perbesar

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bandung, KH Miftah Faridl. (Foto: Humas Kota Bandung).

BANDUNGNEWS.ID – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bandung, KH Miftah Faridl menyerukan kepada umat muslim untuk tidak ragu mengikuti program vaksinasi pemerintah. Langkah tersebut merupakan bagian dari ikhtiar dalam memerangi penyebaran Covid-19.

Miftah menyebutkan, kehalalan vaksin produksi Sinovac sudah diuji dan dipertegas lewat penerbitan Fatwa MUI Nomor 02 Tahun 2021 Tentang Produk Vaksin Covid-19 dari Sinovac Life Science Co. LTD China dan PT Bio Farma (Persero).

“Kita senantiasa memohon kepada Allah SWT bahwa segala macam usaha pemerintah termasuk menyiapkan vaksin mudah-mudahan dapat menyelesaikan problem pandemi. Kita percayakan kepada pemerintah bahwa vaksin bertujuan untuk kemaslahatan masyarakat,” kata Miftah, Rabu, (13/1/2021).

Baca Juga:  Peduli Sesama, Klub Motor HDCI Bandung Gelar Kegiatan Donor Darah

“Sebagai kaum muslimin kita mengikuti fatwa MUI yang sudah mengeluarkan fatwa kehalalan,” imbuhnya.

Perlu diketahui, pada poin pertama Fatwa Nomor 02 Tahun 2021 ini disebutkan bahwa vaksin Covid-19 produksi Sinovac Life Science Co Ltd China dan PT Biofarma (Persero) hukumnya suci dan halal.

Miftah menambahkan, selain ditinjau dari sudut pandang keagamaan, keamanan vaksin juga dipertegas secara ilmiah oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), dengan menerbitkan Emergency Use Authorization (EUA) atau Otorisasi Penggunaan Darurat dari data hasil uji klinis Tahap 3.

Baca Juga:  Emil Jadi Relawan Vaksin Covid-19 Demi Menangkal Hoaks

“Berikutnya karena ini menyangkut keselamatan manusia maka diperlukan lembaga terkait atau BPOM. Kami imbau untuk menenangkan masyarakat. Jangan menambah keraguan di tengah masyarakat,” tegasnya.

Lebih lanjut Miftah mengisahkan, dari ajaran agama Islam, suatu ketika umat muslim terkena wabah Thoun. Maka Nabi Muhammad SAW bersabda agar kaum muslimin berikhtiar semaksimal mungkin guna menghindari penyakit tersebut.

Kendati masalah kesembuhan merupakan kuasa Allah, namun Miftah menyerukan, mengikuti program vaksin adalah upaya terbaik umat muslim untuk mengurangi penyebaran Covid-19.

“Ada yang namanya Thoun atau penyakit yang menimpa masyarakat, nabi memberikan ajaran bahwa larilah kamu dari penyakit itu seperti lari dikejar singa. Artinya harus ada ikhtiar untuk lari dari pandemi,” ungkapnya.

Baca Juga:  Tampil Bagus di Timnas Indonesia U-19, Beckham Dapat Pujian dari Pelatih Persib   

Miftah mengingatkan di tengah pandemi Covid-19 ini masyarakat tetap harus menguatkan mental spiritual. Selain memegang teguh ajaran agama, juga tetap berikhtiar secara optimal guna mementingkan kemaslahatan umat.

“Sebagai orang beriman kita harus introspeksi. Yakin Allah tidak berbuat zalim kepada kita. Artinya pasti ada hikmah dan manfaat di balik pandemi ini kalau kita mampu menyikapinya dengan baik. Apakah ini teguran untuk berbuat lebih baik atau ujian karena kita hendak naik kelas,” katanya.

(Mil)

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Digelar di Ponpes Miftahul Huda, GMP Berbagi Berlangsung Khidmat

28 November 2022 - 23:25 WIB

GMP Berbagi

Bantu Rakyat Kecil, GMP Karawang Gelar Bazar Sembako Murah

27 November 2022 - 14:11 WIB

Jabar MoU dengan Pemerintah Pusat, Komitmen Pengelolaan Sampah Citarum

19 November 2022 - 07:46 WIB

Ridwan Kamil Minta Polemik Pembangunan Masjid Margonda Depok di Musyawarahkan Sebaik Mungkin

18 November 2022 - 08:08 WIB

GMP Jabar Gelar Program Peduli Kasih, 100 Warga Ikuti Pengobatan Alternatif Gratis

13 November 2022 - 11:24 WIB

Wagub Jabar Lepas Ekspor Tanaman Hias di CPF 2022

11 November 2022 - 12:28 WIB

Trending di Jabar