Ketua MUI Pusat: Perlu Dibedakan Pemberian Sertifikasi dan Bersertifikat Bagi Dai


Ilustrasi pemberian sertifikasi bagi Dai. (Pixabay)

BANDUNG NEWS – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Cholil Nafismenjelaskan pemberian sertifikat untuk dai sebagai penguatan moderasi beragama para dai akan disertifikasi wawasan kebangsaan.

Dalam cuitannya di Twitter pribadinya, Selasa, 8 Juni 2021, Ketua MUI Pusat Cholil Nafis mengutarakan pandangannya terkait kegaduhan wacana sertifikat dai itu.

“Da’i bersertifikat bukan syarat penceramah bisa berceramah, tetapi lebih sebagai peningkatan kemampuannya,” cuit Cholil Nafis di akun Twitter-nya @cholilnafis.

Menurutnya, penceramah yang sering tampil di publik harus diimbangin dengan wawasan kebangsaan. Jika tidak akan berpengaruh pada orang yang mendengarkan.

“Keseringan penceramah bicara di publik harus diimbangi dengan membaca dan mendengarkan orang lain,” tulinya menyambung..

“Ini sudah benar dai perlu diberi sertifikat bukan sertifikasi. Saling bekerjasama: Pemerintah membina juga ormas-ormas membimbing kepada para dai,” tulis Cholil Nafis.

Dia menegaskan, perlu dibedakan antara pemberian sertifikasi dan bersertifikat bagi seseorang.

“Kalau sertifikasi dai itu harus formal dan diberi honor, sedangkan dai bersertifikat atau terstandar itu peningkatan kompetensi dan wawasan,” cuit Cholil Nafis. [amt]