Ketua Satgas Covid-19 Kota Bandung Soroti Sejumlah Fasilitas di Sekolah


Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bandung, Ema Sumarna mengungkapkan penerapan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) di Kota Bandung siap diterapkan.

BANDUNG NEWS – Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) di Kota Bandung, Jawa Barat, memasuki hari ketiga. Memasikan berlangsungnya PTMT, Ketua Harian Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kota Bandung melakukan kunjungan kesjumlah sekolah.

Dalam kunjungannya, pria yang juga menjabat sebagai Sekda Pemkot Bandung menyoroti perihal fasilitas cuci tangan dan toilet disetiap sekolah.

Pada kesempatan tersebut, Ema meninjau satu per satu alur masuk hingga proses pembelajaran peserta didik di ruang kelas Ia juga mengecek fasilitas cuci tangan dan toilet dapat digunakan dengan baik.

Baca Juga:  Satpol PP Kota Bandung Akan Terus Patroli Ingatkan Masyarakat Pentingnya Prokes

“Kemudian, Satgas Kecamatan dan Kekurahan juga seiring sejalan. Mereka sudah paham sehingga Camat Lurah juga saya pikir sangat berkemampuan untuk bisa memberikan arahan, kemudian memberikan poin-poin yang harus dipedomani,” ujar Ema, pada saat melakukan peninjauan bersama tim monitoring dan evaluasi gabungan Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, dan Aparat Kewilayahan di SD Gagas Ceria, SDN 206 Putraco Indah, dan SMP Tunas Unggul, pada Rabu 9 Juni 2021.

“Kalau saya (melakukan monitoring) masih sedikit, maksimal 3 sekolah dalam satu hari. Tapi Disdik itu berbarengan dengan Kecamatan, ada timnya. Targetnya sampai tanggal 18 Juni itu 330 pasti sudah didatangi,” katanya.

Baca Juga:  Yana Mulyana Belajar Pengelolaan Sampah ke Kota Balikpapan

Menurut Ema, setelah peninjauan langsung kesimpulannya sudah layak. Pada simulasi ini ada yang lolos dan tidak lolos.

“Karena mungkin, simulasi awal memang sudah dilakukan, tim koordinator dari Disdik sangat detil menyampaikan kepada para Pendidik dan Tenaga Kependidikan di semua level pendidikan,” katanya.

Ema pun menilai, secara umum sekolah-sekolah sudah sangat siap, hanya saja ada yang membedakan. Misalnya, ketersediaan air di toilet, dan fasilitas cuci tangan yang kran airnya kurang deras.
Sedangkan dari sisi sekolah, Ema menilai sudah sangat paham dengan hal yang harus dilakukan dalam mempersiapkan PTMT ini. Namun tetap harus dilakukan peninjauan agar mengetahui kekurangan yang bisa diperbaiki.

Baca Juga:  Wali Kota Bandung Siap Jalankan Intruksi Presiden Jokowi

“Saya juga sering baca di grup whatsapp pimpinan. Camat itu melapor ke kita dalam bentuk video, foto, dan lain sebagainya. Mereka melakukan hal yang sama (monitoring uji coba PTMT),” pungkasnya. [amt]