Menu

Mode Gelap
 

Nasional ยท 17 Agu 2020 11:53 WIB

Ketum HIPMI: Indonesia Sudah 75 Tahun, Tapi Belum Merdeka Secara Ekonomi


 Ketum HIPMI: Indonesia Sudah 75 Tahun, Tapi Belum Merdeka Secara Ekonomi Perbesar

Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sudah memasuki usia ke-75 tahun pada 2020 ini. Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) Mardani Maming menyatakan, sampai saat ini Indonesia belum merdeka secara ekonomi.

Menurutnya, kemerdekaan Indonesia bisa dicapai dengan peran dari anak-anak muda Indonesia dalam menjaga kedaulatan ekonomi Indonesia. Kemerdekaan ekonomi tersebut bisa dicapai jika pemikiran anak muda Indonesia mulai berubah dari pola pikir bekerja untuk orang lain, menjadi bekerja secara mandiri dan mempekerjakan orang lain.

“Indonesia sudah merdeka 75 tahun, apakah kita sudah merdeka dari semuanya? Kita bisa merdeka dari penjajahan, tapi kita belum merdeka dari perekonomian. Perjuangan-perjuangan itulah yang harus kita bisa perjuangkan dan kita harus selalu mengingat, tidak ada sejarah negara dan tidak ada sejarah bangsa ini yang bisa merubah. Kecuali yang merubah adalah anak muda,” ujar Maming dalam keterangan tertulisnya, Senin (17/8).

Baca Juga:  Sambut Pemulihan Ekonomi, BJB Siapkan UMKM Juara di Sukabumi

Pihaknya menyadari bahwa pandemi Covid-19 ini telah menghantam khususnya ke semua lini, tidak lepas dari pengusaha muda. Salah satu solusinya adalah memperjuangkan untuk harus merdeka dari perekonomian bangsa dan negara.

“Ekonomi bisa ditingkatkan jika banyak bermunculan entrepreneur muda yang mampu menciptakan lapangan pekerjaan. Untuk menjadi negara maju kita butuh 10% jumlah penduduk untuk menjadi pengusaha, maka tingkat pengangguran di Indonesia bisa dikurangi dan pergerakan ekonomi bisa meningkat,” ucapnya.

Baca Juga:  Kang Mus Dikabarkan Terserang Stroke

Selain itu, Mantan Bupati Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan itu melanjutkan, 5 hingga 10 tahun ke depan, pihaknya percaya bahwa pemimpin bangsa Indonesia adalah anak muda dalam memasuki era bonus demografi. Tapi, hal-hal kecil seperti pemerintah membuat regulasi untuk anak muda berani menjadi pengusaha, sehingga anak muda berani dan harus diberi kesempatan oleh pemerintah. Jika tidak, maka bukan era bonus demografi yang dihadapi tetapi era bencana bonus demografi.

“Kalau tidak ada regulasi, mau jadi pengusaha takut, modal susah dan persaingan ketat. Kalau kita tidak membuat regulasi untuk anak muda, era bencana bonus demografi yang kita hadapi. Karena kita tidak mempersiapkan anak muda kalau tidak dibuat regulasinya, anak muda harus diberi kesempatan,” ungkapnya.

Baca Juga:  Soal Uji Klinis Vaksin Covid-19, Kang Icak: Semoga Berjalan Lancar

Maming berharap, para pengusaha bisa berperan aktif menggerakkan perekonomian bangsa. Sehingga, harapannya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) khususnya di bawah HIPMI juga bisa lahir sebagai puncak perekonomian bagi bangsa dan negara.

“Peran pengusaha khususnya HIPMI di era new normal ini sangat diharapkan mampu membangun ekosistem sistem usaha yang sehat, serta berperan aktif dalam membangun ekonomi bangsa pasca pandemi Covid-19 seperti saat ini. Diharapkan, dapat menciptakan anak muda yang nasionalis dan harus bermain di negerinya sendiri untuk mendirikan suatu iklim ekonomi yang berpihak kepada anggota dengan diberi mandat,” tuturnya. (Red)

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Update KPU: 40 Parpol Terdaftar untuk Peserta Pemilu 2024

15 Agustus 2022 - 08:28 WIB

Sambut HUT Kemerdekaan RI ke-77, Kasetpres Usung Konsep Sejarah Bangsa

14 Agustus 2022 - 18:27 WIB

Persatuan Dukun Indonesia Laporkan Pesulap Merah ke Polisi, Ternyata Ini Alasannya

14 Agustus 2022 - 07:40 WIB

Jadi Kampiun Piala AFF U-16, Timnas Indonesia U-16 Diguyur Bonus Rp750 Juta

13 Agustus 2022 - 18:42 WIB

Sebanyak 127 Tokoh Istana Negara Terima Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera

13 Agustus 2022 - 09:20 WIB

Tumbangkan Vietnam, Timnas Indonesia Juara Piala AFF U-16 2022

12 Agustus 2022 - 23:21 WIB

Trending di Nasional