Menu

Mode Gelap
Yayasan Nuraini Najamudin Raih Penghargaan The most Excellent Islamic Foundation 2022 dari CISA London

Kuliner · 10 Mei 2021 06:27 WIB

Ketupat, Antara Mitos dan Tradisi


 (Foto: Instagram @aurorafoodart) Perbesar

(Foto: Instagram @aurorafoodart)

BANDUNG NEWS – Lumrah diketahui, keyakinan mitis di  Indonesia tumbuh dan berkembang dari dulu hingga sekarang. Termasuk cerita di balik menu khas lebaran: ketupat.

Konon pada jaman dahulu di pulau Jawa, ketupat adalah jimat yang digantung di atas pintu rumah. Jimat itu diyakini dapat mengusir roh jahat dan malapetaka.

Namun karena ada larangan untuk membuat ketupat pada hari selasa, seiring berjalannya waktu ketupat hanya disajikan saat lebaran tiba sampai lima hari setelahnya. Bahkan di beberapa daerah di pulau Jawa, ketupat hanya dihidangkan pada hari ke tujuh setelah lebaran. Hari itu kemudian disebut Hari Raya Ketupat.

Berbeda dengan pulau Jawa, di Bali ketupat sering disajikan sebagai persembahan upacara sesajen, Untuk menambah penghasilan ekonomi, banyak warga Bali yang kemudian menjadikan ketupat layaknya makanan sehari-hari, seperti halnya bakso dan lain-lain.

Baca Juga:  Nasi Liwet Online Kastrol Bandung dan Cemilan Sultan Hadir di Bumi Pasundan

Menurut sejarawan H.J de Graaf, tradisi ketupat merupakan bentuk simbolisasi dari bahasa Jawa “ku”  yang berarti ngaku (mengakui) dan pat  yang berarti lepat (lepat), kemudian digabung menjadi kupat atau mengakui kesalahan.

Istilah yang membentuk tradisi itu dimanfaatkan oleh Sunan Kalijaga dalam memperluaskan syiar di Pulau Jawab. Sunan Kalijaga mengubah mitos ketupat menjadi simbol maknawi untuk pengakuan dosa sebagai tahap awal melakukan taubat. Perubahan itu terbukti berhasil ketika sampai hari ini ketupat menjadi makanan yang wajib ada setiap datang Idul Fitri, tanpa menghilangkan esensinya yakni mengakui dan meminta maaf.

Baca Juga:  4 Cafe Paling Instagramable di Bandung 2021 yang Wajib Dikunjungi

Itulah mengapa ketupat menjadi simbol makanan khas Idul Fitri ,di mana pada hari yang raya itu setiap muslim saling mengakui kesalahan dan meminta maaf.

Ragam Ketupat

Perkembangan ngupat (makan ketupat) meluas sampai ke luar Pulau Jawa. Sehingga dari bahasa asal ngupat atau ketupat berubah sesuai dengan daerah tertentu. Misalnya di Gorontalo ketupat disebut juga atupato,  di Bali tupat, di Minangkabau katupek, dan lain-lain.

Baca Juga:  Kabar Gembira, KFC Indonesia Hadirkan Kembali Hot & Cheesy Chicken Dalam Golden Combo

Bukan hanya berubah dari sisi bahasa, ketupat juga dijadikan menu dasar atau menu tambahan untuk sejumlah makanan khas daerah.

Di daerah  Sunda, ketupat dicampur bumbu kacang dan tahu menjadi kupat tahu. Begitu juga di daerah lain seperti ketupat kandangan dari banjar, grabag dari magelang, kupat glabet dari Kota Tegal, tipat cantok dari Bali dan masih banyak lagi daerah lain yang menyukap ketupat menjadi makanan lezat.

(dra)

 

 

Artikel ini telah dibaca 192 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Kabar Gembira, KFC Indonesia Hadirkan Kembali Hot & Cheesy Chicken Dalam Golden Combo

24 Desember 2021 - 14:26 WIB

Four Points by Sheraton Bandung Sajikan Menu Sehat dalam “Pescatarian Best Brunch”

28 November 2021 - 18:52 WIB

5 Jenis Makanan ini Bisa Menambah Protein Setelah Sembuh dari Covid-19

2 Agustus 2021 - 10:39 WIB

Ini 5 Manfaat Madu Hitam Pahit untuk Kesehatan Tubuh

1 Juli 2021 - 14:16 WIB

5 Manfaat Konsumsi Tempe Bagi Tubuh, Nomor Tiga Cocok untuk Anak Perantau

7 Juni 2021 - 22:29 WIB

Resep Lumpia Basah, Jajanan Khas Bandung yang Bikin Nagih

7 Juni 2021 - 09:18 WIB

Resep Lumpia
Trending di Kuliner