Menu

Mode Gelap
 

Kota Bandung · 19 Agu 2022 12:58 WIB

Kohippci Bantu Pedagang Cikapundung Kota Bandung


 Kohippci Bantu Pedagang Cikapundung Kota Bandung Perbesar

BANDUNG NEWS – Para pedagang yang ada di pasar Cikapundung kini merasa terbantu dengan adanya Koperasi Pedagang Cikapundung (Kohippci).

Kohippci sendiri sudah berdiri sejak tahun 1982 dan memiliki 572 anggota di awal pembentukannya.

Serikat Pedagang Pasar Cikapundung menginisiasi langsung berdirinya Kohippci di Pasar Loak Cikapundung yang semula berlokasi di Kawasan Eks LP Banceuy.

Kemudian koperasi mendirikan pasar yang lebih permanen di Pasar Cikapundung Baru. Pendirian Kohippci ini terbukti mampu meminimalisir anggota dari jerat rentenir.

“Dalam aspek permodalan, alhamdulillah beberapa tahun terakhir Kohippci tidak tergantung kepada modal dari pihak ketiga, tapi memanfaatkan modal sendiri,” jelas Ketua Kohippci, Aziz Soleh, Kamis 18 Agustus 2022.

Baca Juga:  Tekan Pandemi, PMI Kota Bandung Cukupi Stok Darah dan Plasma

Menurutnya, peran Kohippci menjadi penting dan strategis karena bisa menjadi organisasi bisnis. Apalagi basis keanggotaan yang solid serta kebersamaan yang tinggi bagi sesama anggotanya.

“Alhamdulillah, sejauh ini sepertinya anggota Kohippci sudah nyaman. Anggotanya juga majemuk, rasa memiliki besar. Tanggung jawab anggota kepada koperasi tetap terjaga dengan baik,” yutur Aziz.

Aziz mengungkapkan, Kohippci sudah menangani berbagai kebutuhan anggotanya, mulai dari pinjol rentenir dan lainnya.

“Selain membantu anggota dalam aspek permodalan atau pengembangan usaha, Kohippci juga selalu membantu anggota dalam aspek lainnya,” ucapnya.

Baca Juga:  Kasus Covid-19 di Bandung Menurun, Mang Oded: BOR saat ini Sudah di Angka 53,35 Persen

“Seperti kebutuhan biaya pendidikan, menyelesaikan masalah utang piutang dengan pihak lain yang sangat memberatkan anggota kita, seperti pinjol, rentenir, dan lainnya,” ungkapnya.

Sistemnya dengan simpanan pokok masing-masing Rp100.000, simpanan wajib Rp30.000 per orang per bulan.

Dana tersebut kemudian dimanfaatkan untuk sesama anggota Koperasi yang terbagi menjadi 2 kelompok usaha yakni kelompok usaha elektronik dan kelompok usaha mekanikal.

“Persyaratan administratifnya hanya KTP dan KK. Lalu memenuhi kewajiban keuangan simpanan pokok, simpanan wajib, dan iuran lainnya, serta sesuai dengan aturan koperasi pasar,” jelasnya.

Baca Juga:  Ratusan Tenaga Kesehatan di RSHS Bandung Positif Covid-19, Ini Sebabnya

Menurut Aziz, meski pandemi Covid-19 telah mengakibatkan sejumlah pasar ditutup, tanggung jawab anggota Kohippci kepada koperasi sangat peka.

“Didua tahun lalu saat pandemi, semangat anggota untuk membayar iuran ini cukup tinggi dibuktikan dengan grafik yang cukup stabil,” ungkapnya.

Salah seorang anggota Kohippci, Yanyan mengaku sangat terbantu dengan adanya koperasi dengan iuran yang sangat terjangkau dan memudahkan anggotanya.

“Saya beli kios ini juga dulu dicicil ke koperasi. Kebetulan saya sudah menjadi anggota Koperasi 30 tahun lalu,” ujarnya.

“Saya kira koperasi sangat membantu bagi kita selaku pedagang,” imbuh Yanyan.***

Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pemkot Bandung Pastikan Perbaiki Fasilitas Umum

9 September 2022 - 18:07 WIB

Yana Ajak Warga Kota Bandung Hadapi Dampak Kenaikan Harga BBM

7 September 2022 - 13:37 WIB

Dinsos Kota Bandung Awasi Penyaluran BLT Agar Tepat Sasaran

6 September 2022 - 13:37 WIB

Edukasi Seni Sejak Dini, 50 Anak Pamerkan Karya Seni Lukis

5 September 2022 - 12:03 WIB

Yana Resmi Buka Kompetisi U-13 Piala Persib

4 September 2022 - 17:53 WIB

Yana Minta Seluruh OPD Bantu Pulihkan Ekonomi dan Tuntaskan Pandemi

1 September 2022 - 11:59 WIB

Trending di Kota Bandung