Menu

Mode Gelap
 

Jabar · 13 Apr 2021 11:42 WIB

Komisi V: Sekolah Tatap Muka Harus Perhatikan Kondisi Psikologis Anak


 Wakil Ketua Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat Abdul Hadi Wijaya. (Foto : Rizky/Humas DPRD Jabar). Perbesar

Wakil Ketua Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat Abdul Hadi Wijaya. (Foto : Rizky/Humas DPRD Jabar).

BANDUNG NEWS— Wakil Ketua Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat Abdul Hadi Wijaya mendukung penuh dilakukannya kembali sekolah tatap muka  yang akan dimulai bulan juli mendatang.

Meskipun masih memerlukan diskusi yang panjang, menurutnya ada beberapa aspek yang perlu disiapkan seperti adanya persetujuan orang tua siswa dalam pemberlakukan sekolah tatap muka tersebut.

“Terkait sekolah tatap muka ini merupakan diskusi yang panjang, dan memerlukan beberapa perbaikan juga beberapa aspek yang perlu disiapkan. Dari Dinas Pendidikan sendiri mengatakan, bahwa instruksi dari menteri sendiri adalah sudah harus dipersiapkan per Juli Tahun 2021,”kata Abdul Hadi, Selasa (13/4/2021).

Baca Juga:  Komisi I DPRD Jabar Fokus Pada Rancangan Program OPD Pada KUA-PPAS

Gus Ahad –sapaan Abdul Hadi Wijaya– menghimbau, pelaksanaan tema pembelajaran tatap muka terbatas harus dilakukan dengan syarat protokol kesehatan yang ketat.

“Jangan ada kesan juga dipaksakan, yang berimbas pada keamanan anak anak kita” ucapnya.

Sementara itu Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat Siti Muntamah mengatakan, dalam persiapan pendidikan tatap muka selain protokol kesehatan yang ketat dan tetap mengikuti arahan arahan satgas covid 19.

Baca Juga:  Iis Turniasih Ajak Aplikasikan Pancasila dalam Hidup Berbangsa dan Bernegara

Selain itu, ada hal lain yang tidak boleh dilupakan dan harus menjadi perhatian bersama mengingat selama satu tahun anak-anak tidak terlepas dari gawai.

Hal itu menurutnya, sangat mempengaruhi mental psikologis anak, untuk itu pihaknya meminta agar pihak sekolah mempersiapkan guru BK agar keberhasilan PPM di masa yang akan datang.

“Gawai sudah dipastikan tidak clear tentu saja mempengaruhi jiwa anak anak untuk itu protokol kesehatan tak cukup di dalam pendidikan tatap muka, dan perlu ditambah yaitu dengan sekolah mempersiapkan psikologi dan mental anak-anak”katanya.

Baca Juga:  DPRD Jabar Ingatkan Pemprov Pemberian Bansos Harus Tepat Sasaran Didata dengan Cermat

“Ada sebuah keKhawatiran bahwa ketika tatap muka dan interaksi sosial terjadi dikhawatirkan ada kekerasan baik itu bullying dan juga kekerasan seksual dan tentu ini juga akan mempengaruhi kegiatan belajar mengajar di sekolah” tuturnya.

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

DPRD Jabar Apresiasi Surat Edaran Siaran Keagamaan KPID Jabar

18 Agustus 2022 - 18:39 WIB

Genap Berusia 6 Tahun, MEDIAJABAR.COM Gabungkan Jurnalistik dengan Sistem Teknologi Digital

18 Agustus 2022 - 11:07 WIB

Dihadiri Bupati Anne, DPRD Purwakarta Gelar Rapat Paripurna Terkait 2 Raperda

17 Agustus 2022 - 18:49 WIB

Wagub Jabar Dukung Program 5.000 Wirausaha Baru dan 1.000 Perempuan Pengusaha di Kota Depok

16 Agustus 2022 - 11:00 WIB

Ridwan Kamil Hadiahi 72 Pengantin Baru Honeymoon di Hotel Berbintang

16 Agustus 2022 - 10:30 WIB

Revitalisasi Situ Ciburuy, Ridwan Kamil: Sekarang Sudah Terlihat Bersih

14 Agustus 2022 - 08:00 WIB

Trending di Jabar